Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 86


__ADS_3

Beberapa waktu lalu, ketika Adam sibuk membantu membereskan kursi dan meja. Sebelum Farhan mengajak Airy main angkong, Fatim duduk disamping Airy.


"Suamimu itu lembut ya, penyayang. Seperti Papamu, ilmunya lebih tinggi dari Kakungmu. Lalu, hadiah apa yang kau berikan kepada Adam? " tanya Fatim.


"Hadiah? Harus gitu hadiahnya? "


"Maksut tante itu, hadiah pahala. Kamu udah kasih apa ke Adam? Jangan sampai kamu seperti Pak Lhek mu Kabir itu. Dia dulu, ngasih nafkah batin nya setelah hampir 5bulan kalau nggak salah. " kata Fatim.


"Harus ya? Lha wong Ustad Adam aja ndak pernah minta kok! " kata Airy polos.


"Apakah kamu fikir laki-laki itu tidak pernah minta, jadi nggak kepengen? Melayani batin suami itu pahalanya besar loh, apalagi bisa menyenangkan hatinya. Kamu sudah tidak remaja lagi, kamu harus banyak tau tentang kewajiban seorang istri." kata Fatim memberikan sebuah buku.

__ADS_1


"Apa ini? Buku? Buku apa? " tanya Airy.


"Kamu baca yang teliti ya, resapi setiap kata-katanya. Mungkin orang pandai membaca, tetapi kadang, lupa bagaimana caranya memahami isi kata-kata itu. Tante mau ngurus Mawar dulu ya, Assallamuallaikum. " Fatim meninggalkan Airy sendiri. Setelah itu, Airy di panggil oleh Farhan dan bermain dengannya.


Sambil bermain dengan bayi kecil itu, Airy juga membaca buku yang diberikan oleh Fatim. Banyak ilmu yang ia dapat untuk. menjadi istri yang baik, patuh, dan bisa menjadi jembatan menuju surganya Allah.


Perempuan, jika sudah menikah, ia akan menjadi milik suaminya. Bukan hanya jiwa dan raganya, semua nya. Dosa, amal baik, semua ditanggung oleh suaminya, bukan Ayahnya lagi. Sekecil apapun dosa yang seorang istri perbuat, itu akan menjadi krikil apa neraka yang akan di cipratkan ke tubuh sangat suami kelak di akhirat nanti.


Kedewasaan, yang disebut kedewasaan bukan karena sudah akil baligh maupun sudah berumur. Walaupun baru berusia 16 tahun, jika setatus nya sudah menjadi seorang istri, itu sudah di anggap dewasa. Tak ada pemakluman lagi, tetapi selain seorang suami, harus ada sanak saudara yang membimbingnya.


"Masya Allah, kok jadi aku yang nangis ya? " kata Adam menyentuh kepala Airy.

__ADS_1


Laki-laki menangis ketika mendengar istrinya meminta maaf akan berubah lebih baik, ialah laki-laki yang mencintaimu dengan tulus. Bukan hanya itu saja, laki-laki yang sanggup menerima semua kekuranganmu, mau melangkah bersamamu, dialah yang patut diperjuangkan, atau di pertahankan.


"Mendengar ini, hatiku sangat sejuk. Bagaikan tersiram air hujan, " goda Adam.


"Gombal mukiyo jum, ajur iki! Astaghfirullah hal'adzim Ya Allah, Ustad ku ini bisa nge gombal, akhir zaman. " kata Airy menutup wajahnya menggunakan selimut.


"Eh, akhir zaman gimana? Memang Ustad nggak boleh goda istrinya? Kan itu pertanda aku sayang kamu, emm. " kata Adam memeluk Airy lagi.


Mereka pun memadu kasih malam itu. Dibalik selimut bermotif bunga-bunga itu, mereka menyatukan hasrat satu sama lain. Kali ini tidak ada keraguan, kecanggungan lagi. Bahkan, Airy bisa mengimbangi permainan yang Adam lakukan.


"Jangan kenceng-kenceng mendesahnya, ditahan aja ya. Besok kalau sudah sampai rumah kita, kamu bisa mendesah sesuka hatimu sayang. " bisik Adam.

__ADS_1


"Ihh, malu lah, reflek noo, ah elah. " jawab Airy.


Sampai menuju puncaknya, mereka segera membersihkan dan membereskan semuanya Kembali berpakaian dan saling berpelukan, belum sampai disitu. Mereka masih harus membahas tentang Airy yang setuju untuk meneruskan belajarnya.


__ADS_2