Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 236


__ADS_3

Ketika mengantar Rafa dan Zahra ke sekolah, Airy kembali di pertemukan lagi dengan Hans.Kali ini Hans bersikap lebih lembut dari sebelumnya. Ia menunggu Airy membawa masuk anak-anak ke sekolahannya terlebih dahulu. Kemudian mengajak Airy untuk berbicara sebentar.


"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, Pak Hans. Permisi!" ucap Airy mulai menghindar.


"Tunggu! Apakah aku begitu menjijikkan, sehingga kau tak sudi melihatku? Maafkan kesalahanku yang lalu, Airy. Aku menyesal," sesalnya.


"Maaf, tapi aku harus pergi." Airy berusaha terlepas dari pandangan, Hans.


Namun, dengan sigap Hans membekap mulut Airy. Sayang sekali, sapu tangan yang di gunakan Hans untuk membekap mulut Airy telah di olesi obat bius. Airy pun mulai tak sadarkan diri. Segera Hans membawa masuk ke mobil, kebetulan memang sedang sepi orang melintas. Tapi, bodohnya Hans, ia membekap Airy di dekat halte bus, yang terpasang cctv di sana.

__ADS_1


Merasa ada yang mengganjal di hati, Adam pun berusaha menghubungi Airy, karena sudah beberapa menit belum pulang dari waktu biasanya. Sialnya, nomor Airy tidak aktiv, Ponselnya Hans matikan dan di buang di dekat halte. Adam yang panik itu pun langsung menyusulnya ke sekola rafa. Untuk memastikan jika istrinya masih di sana.


"Assallamu'alaikum. Maaf, Pak. Saya mau bertanya, Mama nya Rafa masih di sini nggak, ya?" tanya Adam kepada security yang ia kenal.


"Wa'alaikum sallam. Pak Adam, maaf tadi Bu Airy sudah pulang usai mengantar Rafa dan Zahra. Memangnya ada apa ya, Pak Adam?" security itu kembali bertanya.


"Kok sampai sekarang belum pulang, dan nomornya ngga aktiv. Saya khawatir, Pak!" seru adam.


"Apa? Hans membawa Airy pergi?" tanya Raihan, panik.

__ADS_1


"Kok, bisa?" imbuhnya.


Bisa saja, adam telah melihat cctv dari halte, dan menemukan ponsel milik istrinya tergeletak di trortoar. Untung saja, tidak ada yang menemukan ponsel itu sebelum Adam. Adam juga meminta kepada Raihan, agar Papa nya tidak mendengar akan hal ini. Mengingatnya masih dalam tahap penyembuhan.


Hingga sore hari, mereka belum menemukan jejak Hans membawa Airy pergi kemana. Zahra sudah mulai menangis histeris karena belum berjumpa dengan Mamanya. Adam juga mulai pusing dan emosi kepada, Hans. Sementara Yusuf, Hamdan dan Falih berusaha menelusuri kota bersama dengan Gu.


"Assallamu'alaikum, Ustad Syakir, Ustad Adam dan Mas Raihan. Kalian mau kemana?" tanya Pak Rt yang kebetulan lewat di depan mereke bertiga.


Syakir menceritakan tentang hilangnya Airy di bawa oleh Hans. Raihan juga memberi tahu Pak Rt wajah dari Hans. Pak Rt pun mengenalinya, karena beberapa waktu lalu, ia datang ke rumahnya untuk meminta izin tinggal di desa itu. Terjawab sudah, kenapa Hans bisa mudah sekali menculik Airy yang sebesar itu. Ternyata, Hans sudah memata-matai keseharian mereka.

__ADS_1


Di tempat lain, Falih memberikan kabar, bahwa ia telah menemukan Airy telah masuk bandara. Dan lebih membuatnya sedih lagi, pesawat yang Airy dan Hans tumpangi sudah lepas landas. Perasaan Adam semakin tidak karuan, ia bersama dengan Raihan segera menyusul Falih dan yang lain ke bandara. Sementara Syakir meminta Akbar untuk memantau bandara international di Jepang. Karena, menurut info yang ia dapat dari Hamdan, mereka menuju negara sakura itu.


__ADS_2