Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 100


__ADS_3

"Marah nih sama Abang? Katanya sayang Abang, gitu aja marah, maaf deh. " ucap Adam.


"Ustad nggak usah kek gitu deh, ehh maksudku, seharusnya Abang jangan bilang ke Ami kalau Abang lagi masak, Ami itu bawel, aku males dengernya. " keluh Airy.


"Jangan gitu dong, Ami bawel kan karena memang kita yang salah. Dia dengar Abang memasak, jadi ya mungkin buat Ami mu merasa tidak enak kepada Abang aja, "


"Sebenarnya, Ami itu sayang sama kamu, dia ingin kamu bisa menjadi seorang istri yang baik. Kalau tidak, ya pasti Ami akan diam saja dan acuh tak acuh kepadamu, sudah ya, jangan ngambek lagi. Kita sarapan dulu yuk, setelah ini aku harus ngajar soalnya. " ajak Adam sambil mengusap kepala Airy.


Selesai sarapan, seperti biasa Adam izin mengajar terlebih dahulu. Sedangkan Airy kembali ke kampus bersama dengan Rindi. Kali ini Rindi sudah menunggunya di depan gapura pesantren.


"Hati-hati di jalan ya, jangan lupa..!! Setelah selesai urusannya langsung pulang ya? Kalaupun ada yang harus dilakukan kabari dulu, " tutur Adam.


"Siap suamiku yang bawel.." ucap Airy dengan nada manja, bahkan kedua tangannya berada di leher Adam.


"Jangan mancing dong zawjati, bikin pengen gigit aja deh, " kata Adam menatap Airy.


"Emm, pengen di bilang cinta lagi deh, sini bisikin di telingaku, " goda Airy.


" 'Ana ahbuk ya zawjati," bisik Adam.


"Emm baiklah, matur suwun Kang Mas, aku pamit duluan ya, Assalamu'alaikum.! " Salam Airy sambil mencium pipi Adam dan langsung berlari.


"Ihh, Wa'alaikumsalam. Nakal banget sih, mana balesannya? " tanya Adam.


"Nanti kalau aku sudah bisa..! Ngomong-ngomong aku lebih suka panggil Ustad dengan sebutan Kang Mas..! " teriak Airy sambil mengendarai motornya.


Dari kejauhan, Sari melihat semua itu. Ia sudah bebas karena orangtuanya menjaminnya. Dan entah bagaimana, orangtuanya menjaminnya, karena dulu Clara bilang jika Sari akan mendekam lama dipenjara.

__ADS_1


"Kebahagianmu tidak akan berlangsung lama Airy, aku sudah kembali. Dan aku akan merebut Adam darimu, karena hanya aku yang boleh memilikinya." Ucap Sari dengan mengepalkan tangannya.


Apakah kembalinya Sari dan Raka akan membuat hubungan Adam dan Airy menjadi rumit? Lika-liku kehidupan rumah tangga sudah dimulai.


Dengan mengirim pesan untuk Adam, Sari ingin memberitahunya, jika dirinya sudah bebas dari penjara.


Kling....


Suara pesan masuk berbunyi.


Assalamu'alaikum Adam, apa kabar? Aku Sari, aku rindu denganmu, sudah lama tidak berjumpa denganmu - pesan dari Sari.


Membaca pesan dari Sari membuat Adam terkejut. Ia bingung mau bagaimana, jika. dibalas, pasti Sari akan semakin besar kepala, jika tidak dibalas, Sari akan terus mengganggunya. Adam pun memilih jalur aman, ia menghapus pesan masuk dari Sari itu.


"Sial..!! Tidak dibalas. Maunya apa sih dia, awas aja Dam, kamu akan menyesal jika mengabaikanku seperti ini." kesal Sari.


"Apa..!! Sari sudah bebas? Kapan? Dan bagaimana cara menjaminnya? Kamu tenang saja Adam, tante akan coba selidiki ini. Jaga Airy baik-baik ya, nanti kita kabar-kabaran lagi. " jawab Clara juga terkejut mendengar Sari sudah bebas tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu..


"Mulai besok, aku akan bayar jemput Airy, aku nggak mau Sari sampai menyentuh orang yang aku cintai. Cukup Bela, hanya Bela, jangan Airy." gumamnya.


Saat dijalan, tiba-tiba ban motor Airy bocor. Terpaksa mereka harus mendorong mencari tempat tambal ban. Entah kenapa mereka lebih memilih jalan pintas yang sepi, tidak seperti biasanya lewat kota.


"Astaghfirullahal'azim, kok ya kita lewat sini tadi Rin. " ujar Airy.


"Sepurane Ry, gegara aku pengen cepet sampai kampus, malah jadi kebanan gini deh, " keluh Rindi.


"Yo wis ayo disurung wae lah, awak dewe kudu cepet tekan kampus (Ya sudah ayo didorong saja lah, kita harus cepat sampai kampus) " ajak Airy sambil mendorong motornya.

__ADS_1


Setelah beberapa meter mereka mendorong motornya. Tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna putih yang berhenti di depan mereka. Turunlah tiga orang lelaki, mereka juga langsung menarik Rindi dan Airy ke mobil. Airy berhasil melepaskan diri, ia juga berusaha melawan, ia juga menarik Rindi dengan sekuat tenaga. Untung saja, Airy diwarisi seni bela diri dari Leah dan Aisyah, jadi ia bisa melindungi dirinya sendiri, dan bisa melindungi Rindi.


Pukulan demi pukulan Airy lontarkan, bahkan serangan dari tiga lelaki itu juga dapat dihindari oleh Airy, sayang... pukulan keras berhasil mengenai pipi Airy yang chubby itu, dan kemudian akan membekas.


Untung saja ada beberapa warga yang lewat, berhubung masih pagi, masih ada beberapa orang yang bersileweran dijalan itu, walau sudah tidak seramai pagi hari tadi. Sangat jelas, Rindi melihat Sari berada didalam mobil itu.


"Mbak Sari..!!" ucap Rindi.


"Mbak Sari? Dimana? Dia kan ada dipenjara? " jawab Airy.


"Pak tolong nitip sepeda motor temen saya dulu ya, kami akan berangkat jalan kaki sampai jalan raya besar, biar nanti di ambil salah satu sama santri lain, kami dari pesantren Al-Ikhlas." ujar Rindi kepada salah satu warga yang menolongnya.


Sementara ada salah satu warga yang kebetulan mengendarai sebuah motor yang ada gerobaknya. Jadi mereka diantar oleh salah satu warga itu sampai ke pesantren.


"Kita balik ke pesantren? " tanya Airy.


"Lukamu, lukamu harus diobati. Kita kedokter dulu, setelah ini kita langsung pulang. Kamu telfon Mas Adam ya, " tutur Rindi.


"Aku nggak mau merepotkannya.! Apa lagi ini ada katanya dengan masa lalunya itu, aku tidak mau membuatnya khawatir. Berjanjilah kepadaku, jangan bicarakan ini dengan Mas Adam ya, pliiisss..... " pinta Airy.


"Aku nggak janji..!! " jawab Rindi judes.


Bukan maksut Rindi buruk. Tetapi ini demi keselamatan Airy, ia sudah berjanji kepada Raihan untuk menjaga adiknya itu. Selama ia masih di luar negri. Disisi lain, Airy juga sudah terluka demi dirinya, ia semakin tidak enak hati dengan Airy. Apalagi, Rindi selalu menerima kebaikan dari keluarga Airy. Diam-diam Rindi memberitahukan kepada Adam, jika Airy terluka gara-gara melindunginya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mas Adam lagi ngajar ya? Minta waktunya sedikit, bisa jemput Airy nggak di klinik, ia terluka. Nanti aku akan ceritakan lebih detailnya, tapi sekarang juga Mas Adam harus datang ke klinik...!! " ucap Rindi di pesannya.


Sadar tak ada respon atau balasan dari Adam, Rindi mengirim pesan itu hingga 50 kali. Baru Adam membukanya, rupanya Adam baru saja menghidupkan ponselnya, karena ia tidak ingin terganggu dengan pesan Sari. Setelah membaca pesan itu, tanpa membalas dan bertanya lagi. Adam langsung meminta Ustad lain untuk menggantikannya mengajar, lalu langsung menuju ke klinik yang Rindi katakan.

__ADS_1


__ADS_2