Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 172


__ADS_3

"Aw, sakit tau. Aku lagi hamil, Mas!" jerit Sari.


"Diam!" bentak Hafiz.


Hari itu juga, Hafiz akan mengirim Sari ke Malaysia, guna menutupi kehamilan, Sari. Karena, Hafiz tau, pasti orang tua Sari akan diam saja dan acuh tak acuh. Dengan tetap berbuat baik kepada, Sari, Hafiz berharap, Sari bisa bertaubat dan menjadi orang yang jauh lebih baik lagi.


"Kenapa harus ke Malaysia?" tanya Sari.


"Aku malu jika harus membawamu ke Singapura, aku yakin, orang tuamu juga nggak mau tahu tentang ke hamilanmu, 'kan?" jawab Hafiz.


"Aku sangat mencintai, Adam." desis Sari.


"Aku benci saat kalian semua membela, Airy."


"Sudahlah, Sari. Terima kenyataan, kalian tidak mungkin bersama." jawab Hafiz.


Setelah sampai di Malaysia, Hafiz memberi tempat tinggal juga di sana. Bahkan, semua kebutuhannya, siap ia cukupi. Karena bagaimanapun juga, Sari dan Adam juga tumbuh bersama, Hafiz hanya menjalankan kewajibannya sebagai kakaknya saja.


"Jangan kabur, identitasmu, aku yang bawa. Hidup tenanglah di sini, aku akan sewa asisten rumah tangga untukmu. Dengar!" tegas Hafiz.


"Jahat!" Seru Sari.


"Nggak tau diri. Aku ke Mart, dulu. Berdiam diri di sini dengan tenang, Assalamu'alaikum."


Hafiz pun keluar, tidak mungkin Sari akan kabur dari rumah. Karena, identitas serta ponselnya di sita oleh Hafiz. Sampai bayi yang di kandung Sari lahir, Hafiz kaan menemani Sari bolak-balik tinggal di Malaysia-Jawa Timur.

__ADS_1


Adam dan Airy sudah sampai rumah, melihat Ustadzah Ifa bermain dengan Rafa, Airy langsung menghampiri nya.


"Assalamu'alaikum, Rafa." sapa Airy.


"Wa'alaikumsalam, eh Abi sama Mama Rafa udah pulang, ya. Rafa udah wangi loh, baru aja mandi sore." tutur Ustadzah Ifa.


Kenyataan pahit yang harus Ustadzah Ifa. Ia di vonis Dokter tidak akan bisa memiliki keturunan. Penyakit lama yang ia derita, harus menyebabkan dirinya sulit untuk hamil. Begitu juga dengan, Ustad Zainal yang memang sudah tahu sejak awal akan penyakit yang di cerita istrinya itu.


"Jadi, Mbak Ifa … ?" ucap Airy.


Ustadzah Ifa tersenyum.


"Aku baik-baik saja, masih banyak 'kan? Santri yang tidak memiliki orang tua di sini. Mbak akan anggap mereka itu, ya anak-anak, Mbak." senyum terpaksa itu tersemat di wajahnya.


Meskipun dirinya sedang di fase stres, Airy tetap bisa membuat orang yang ia sayangi tersenyum. Ia rela berbagi Rafa sebagai anak kakak iparnya juga, itu juga dengan izin suaminya.


"Mbak Ifa, kedepannya 'kan memang kita akan terus merepotkanmu. Airy, 'kan mau kuliah lagi. Jadi, Mbak Ifa harus ekstra jagain Rafa nya."


"Tapi jangan lupa, harus di ajari mengaji, oke?" lanjut Adam.


Betapa berhati besarnya, Adam dan Airy. Bukan berarti mereka tak menyayangi, Rafa. Justru mereka sangat bahagia dengan kehadiran Rafa di antara mereka. Mereka juga memiliki peran penting tersendiri dalam mendidik Rafa kedepannya.


"Lihatlah, dulu aku menyayangi Mamamu tanpa sebab. Sekarang, aku pun juga sangat menyayangimu," ucap Ustadzah Ifa menoel hidung, Rafa.


Malam itu, Rafa terlelap di pelukan Adam. Adam pun juga ikut tertidur di sofa, setelah bersholawat untuk Rafa.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," bisik Airy.


"Wa'alaikumsalam," jawab Adam terbangun.


"Stt, Rafa nya biar aku yang bawa masuk, Mas Adam makan malam dulu." bisik Airy.


"Kamu bisiki seperti ini, malah buat aku pengen gigit, deh." lirih Adam.


Airy mengigit telinga Adam, ia juga menghembuskan nafasnya ke telinga Adam.


"Mama," lirih Adam sembari melotot kan matanya.


"Sini, biar aku tidurin, Rafa nya." pinta Airy.


Diikutinya, Airy ke kamar. setelah menidurkan, Rafa, Adam langsung memeluk Airy dari belakang. Tangan Adam juga mulai nakal masuk ke gunung kembar, istrinya.


"Ish, nakal banget tangannya." tepis Airy.


"Tadi siapa yang mancing duluan? Sayangnya masih nifas, coba kalau... "


"Kalau apa?" tanya Airy menyipitkan matanya.


"Nggak jadi, ayo makan!" ajak Adam, seraya melepaskan pelukannya.


Malam itu, berakhir dengan makan sepiring berdua. Saling menyuapi dan bermanja-manja berdua. Airy juga menyiapkan beberapa dokumen untuk mendaftar ulang ke kampus yang sama dengan sebelumnya. Akankah, kisah cinta segitiga antara Maureen, Raka dan Airy akan bersambung?

__ADS_1


__ADS_2