Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 114


__ADS_3

Malam itu semakin dingin, Airy terus saja mengecek ponselnya, ia berharap Adam menghubungi nya. Namun, nihil!.


"Ini orang kemana sih? Apa iya nggak kangen sama aku yang imut ini hah! " kesal Airy mengetuk-ngetuk ponselnya.


Disisi Adam, ia baru saja pulang dari kegiatannya hingga larut. Menyadari ponselnya tidak ada di sakunya, ia pun mencari di dalam mobilnya. Benar saja merasa janggal dihatinya, ponselnya mati. Segera Adam mengisi batrai dan meninggalkan ponselnya untuk mandi terlebih dahulu.


Setelah selesai mandi, Adam merasa kangen dengan Airy, ia pun membuka ponselnya. Kaget, ia terkejut melihat telfon dan pesan masuk sebanyak 30x dari Rindi, tapi dari Airy tidak ada satu sama sekali.


"Rindi semua, ada apa ya? Kok sampai segini banyak! " gumam Adam membaca satu persatu pesan dari Rindi.


Airy kesleo, sekarang nggak bisa jalan! Kalau nggak bisa jemput malam ini, besok aku pesenan dia ojek online ya,


Membaca pesan dari Rindi, Adam langsung bersiap-siap untuk menjemput Airy, padahal waktu itu sudah menunjukkan jam 11 malam. Tak memperdulikan apapun, Adam langsung menuju ke lokasi camp Airy beserta anggota yang lain.


Berkali-kali Adam mencoba menelfon Airy, kemungkinan Airy sudah tertidur, makanya ia tidak menjawabnya. Beralih dengan menelfon Rindi, untung saja ia masih terjaga, karena Airy sejak tadi mengeluh kesakitan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Mas Adam? Ada apa? Kemana saja tadi? Kenapa nggak balas dan angkat.............


" Siapkan semua barang milik Airy, aku sudah ada dijalan, sebentar lagi sampai! " potong Adam.


Heran, Rindi benar-benar tidak mengerti hubungan mereka berdua ini. Ia pun membangunkan Airy, jika Adam akan menjemputnya. Dengan semangat, Airy bergegas merapikan barang-barangnya dan keluar dari tenda.


"Udah tunggu aja di dalam, dingin banget ini! " pinta Rindi.


"Ntar malah mataku merem, udahlah aku nunggu disini aja. " Jawab Airy tak peduli.


"Assalamu'alaikum, si manis Airy sama si cantik Rindi. Kok masih di luar, dingin loh! Ayo bobok cantik sana, hayuk, " goda David.


"Aku lagi nunggu jemputan Kak, maaf aku akan pulang malam ini. Kakiku sudah sakit sekali, dan besok aku juga tidak bisa mengikuti kegiatan di camp ini. Maaf sekali! " Airy selalu jutek jika berbicara dengan lelaki lain.


"Yaaahhh, cepat sembuh ya. Kamu di jemput kakakmu itu ya hehe, hubungan kalian bagus banget ya, " tanya David.

__ADS_1


"Dia bukan kakakku, tapi dia suamiku! Aku aku memiliki satu Abang, dan dia ada di luar negri." penjelasan Airy membuat David seketika menjadi sesak nafas.


Saat Airy mengatakan bahwa dirinya adalah suaminya, Adam menjadi merasa bersalah, ia pun langsung memeluk Airy dari belakang.


"Assalamu'alaikum, " salam Adam.


"Wa'alaikumsalam Mas Adam?" ucap Airy menyentuh tangannya, lalu mencium tangannya selayaknya ia salim dengan suaminya.


"Aku minta maaf ya, aku menyesal mengatakan itu siang tadi. Aku benar-benar bodoh, aku cemburu saat.......... "


"Sstt, ayo kita pulang, kaki sudah sakit sekali. " potong Airy.


Tanpa memperdulikan Rindi dan David, Adam pun menggendong Airy, dibelakangnya, ia juga menggendong ransel milik Airy. Seketika David pun pingsan karena tak tahan mendengar kenyataan bahwa Airy adalah gadis bersuami. Di kejauhan, nampak Raka juga memandangi Airy, ia merasa sakit di hatinya. Semakin melihat kemesraan antara Airy dan Adam, semakin tersakiti juga hatinya.


Airy, hatiku sakit saat kamu jatuh tadi. Bahkan aku serasa merasakan sakit di kakimu itu juga. Apalagi saat mendengar suamimu mengakuimu sebagai adiknya, kau tau betapa hancurnya hatiku ini! Tapi sekarang aku lega, kau dan suamimu bisa rukun kembali, aahhhh kenapa juga dulu aku tidak menahanmu untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2