
Namun saat ini ada beberapa keluarga Pesantren memang sudah tiada dalam tahun tiga ataupun terakhir. Yakni, Ikhsan dan sang istri. Beliau meninggal karena sakit, lalu sang istri meninggal satu tahun setelah kepergian, Ikhsan.
Kesehatan, Ruchan pun juga semakin rapuh, mengingat usianya sudah tak lagi muda, ia sering sakit-sakitan dirumahnya. Sementara Oma Irene juga sudah meninggal akibat serangan jantung.
Hidup, jodoh, dan Rezeki hanya Allah-lah yang menentukan. Manusia hanya bisa berusaha, ikhtiar dan berdoa. Kita semua makhluk hidup di bumi, tidak akan jauh-jauh dari kematian. Kematian ini selalu ada disamping hidup kita yang sewaktu-waktu kita jumpai. Kematian itu juga tidak memandang usia muda dan tua, jika memang sudah waktunya, tak ada lagi negosiasi anatar manusia dan Allah. Hanya iman dan taqwa kita lah yang bisa di bawa untuk bekal untuk akhirat nanti.
"Tidak terasa, waktu berjalan sangat cepat. 3 tahun ini, kita lalui semuanya dengan penuh suka dan duka ya, Mas." ucap Airy seraya menyerutup teh hangatnya.
"Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk menghirup udara segar dan menambah ilmu," tutur Adam.
"Hanya saja, kita belum memiliki satu anak perempuan lagi, kapan ya?" godanya.
"Allah belum ngasih, Allah masih pengen aku fokus ngurus Rafa dan Zahra yang sudah mulai usil itu. Lagian, tahun ini Rafa juga masuk kelas 1, ahh musti berbagi waktu lagi ini," ucap Airy menepuk keningnya.
__ADS_1
Ketika mereka sedang asik bercengkerama, Aminah dan Mayshita yang kini beranjak remaja pun bersilaturahmi ke rumah Adam dan Airy pagi itu. Mereka sering ke rumah meraka, untuk mengasuh Rafa dan Zahra. Mereka berdua sangat menyayangi keponakannya itu.
"Assalamualaikum Mas Adam, Kak Airy. Ngomong-ngomong, Zahra kemana ya?" tanya Aminah.
"Soalnya si Rafa kan udah di TPA, tapi Zahra nya belum nyusul, katanya lagi sama Yusuf. Tapi Yusuf juga nggak ada di TPA, gimana dong," timpal Mayshita.
"Kalian berdua brisik banget, deh. Ganggu saja orang lagi pacaran! Kalau cari si Yusuf cari sana di rumah, kakung. Biasanya tuh anak bawa si Zahra ke sana!" ketus Airy.
"Ye nih anak! Awas kau, ya!" teriak Airy, karena kedua adiknya telah kabur.
"Assalamualaikum, kabur.... "
"Wa'alaikumsalam!"
__ADS_1
Adam pun tertawa melihat istrinya sedang marah-marah. Ia langsung meraih tangan Airy dan membawanya masuk. Kemudian, Ia pun memeluk istrinya dengan begitu mesra. Lalu berbisik, "Kamu cantik ketika sedang marah, tapi jangan marah-marah terus. Nanti mulutnya seperti kudanil, loh!"
"Nggak lucu!" kesal Airy.
Hidup mereka nyaman, tentram dan damai juga semakin romantis. Namun, ada satu hal yang membuat mereka sedih, karena sampai sekarang keinginannya untuk menambah anak, belum diijabah oleh Allah Subhanahu WA Ta'ala.
"Aku bingung deh sama Kak Airy sekarang. Gampang banget dia marah, makan apa ngono, loh! " seru Aminah.
"Faktor usia kali, hahaha di akan udah 23 tahun. Udah lah, kita sebagai adik yang baik ngalah aja," sahut Mayshita.
Aminah memang terkesan bar-bar, berbeda dengan Mayshita yang lemah lembut dan anggun. Kalau Yusuf lebih ke susana tenang, ia tidak suka keributan. Mereka kini menginjak 16 tahun. Dan sudah duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah di pesantren.
Kakak-kakak, ralat umur ya. kalau salah di benerin, nanti aku revisi. Soalnya aku lagi stok bab, jadi suka ngaco', maafkan daku🥺 ini peran penting kakak kakak semua buat kritik karyaku, makasih sebelumnya. Juga mau kasih tau, kalau DREAM MARRIAGE ganti judul jadi JODOH YARA. Genre campuran, religi di tengah cerita. Mau aku update lagi, beserta KANIA. mohon doa dan dukungannya ya kakak kakak.
__ADS_1