Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 139


__ADS_3

Terjadilah percekcokan antara Yusuf dan Airy. Adam sangat bingung bagaimana cara memisahkan mereka berdua. Karena Airy dan Yusuf sama-sama menggunakan nada yang tinggi dan saling ngotot satu sama lain. Karena keributan itu, Adam pun keluar hendak menyusul Rifky untuk memisahkan istri dan adiknya itu, tetapi ternyata Rifky sudah ada di depan pintu dan malah tertawa sendiri melihat kedua anaknya bertengkar.


"Astaghfirullah hal'adzim, Papa ngapain disini sih? Mana ketawa lagi, itu anak Papa pada bertengkar aku bingung misahinnya." Adam terkejut saat ia menabrak Rifky di depan pintu.


"Assalamu'alaikum, biarin aja dia. Yuk ngopi!" ajak Rifky menarik tangan Adam duduk dan ngopi di depan rumah.


"Wa'alaikumsalam, tapi Airy dan Yusuf Pa? Dan gurame bakarnya ada dari dalam! Aduh ngomong apa sih aku! " Adam masih bingung sendiri.


Mendengar ada kata gurame bakar Rifky pun langsung lari ke dalam dan tentunya memisahkan mereka berdua yang masih berdebat di dapur. Satu jeweran untuk Airy dan satu jeweran untuk Yusuf.


"Lah ditinggal! " Adam pun masuk kedalam.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, cukuplah kalian bertengkar nya, Papa mau makan gurame nya dulu!" ucap Rifky gemas.


"Sakit Pa!" teriak Airy dan Yusuf bersamaan.


"Kalian ini ya, udah gede juga. Kenapa masih pakai adu mulut, itu bukan cara menyelesaikan masalah." tegas Rifky.


"Lalu?" tanya Airy.


Di belakang Rifky, Airy dan Yusuf masih saja tangannya saling ketual-ketuil, bahkan sampai tidak sengaja mereka berdua menampar Adam.


Plakkk.... Kanan dan kiri, Adam mendapat makan malam yang nikmat berupa tamparan dari istri dan adik iparnya. Tanpa mengucapkan maaf atau merasa bersalah, Airy dan Yusuf langsung lari ke meja makan dan segera makan bersama Rifky. Dibelakang, Adam masih mengusap-usap pipi mulusnya yang kena tampar tangan usil istri dan adik iparnya itu.

__ADS_1


"Adam! Ayo tunggu apa lagi! Enak ini, nanti malah nggak kebagian loh!" ajak Rifky tanpa melihat kedua anaknya berbuat tidak baik kepada menantunya itu.


"Iya Mas, sini aku ambilkan heheh mau teh juga kan? Aku buatkan ya? Duduk dulu," langsung Airy mendadak amnesia dengan apa yang ia lakukan sebelumnya.


Karena Adam yakin itu tidak sengaja, ia pun duduk dan menikmati makanan yang sudah Airy siapkan. Obrolan demi obrolan mereka bicarakan, bahkan Rifky juga menanyakan perihal musibah yang sedang Adam alami saat itu.


"Kalau ndak ya gini, itu kan Airy banyak perkebunan dan peternakan. Gimana kalau buka cabang? Modal ambil aja dari kantor? Kan kantor keluarga Handika juga jatuh ditangan Airy, kamu saja yang handle gimana?" usul Rifky.


"T-tapi Pa, itu terlalu berlebihan. Bukankah cucu Handika bukan hanya Airy saja? Masih ada Bang Rai, Yusuf, anak-anak dari Om Abang, Pak Lek kembar juga ada kan?" tanya Adam dengan tak enak hati.


Rifky pun meminta Yusuf agar mengambilkan suatu amplop penting untuk Airy dan Adam. Didalam amplop itu, terdapat beberapa dokumen penting milik keluarga Handika yang dipegang oleh Aisyah semasa hidupnya. Selama ini, selain berprofesi sebagai Dokter Anak, Aisyah juga mengurus perusahan keluarga yang Delia lepas karena hendak menikah saat itu.

__ADS_1


Wihh anak tajir Airy.


__ADS_2