Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 89


__ADS_3

Tidak lama kemudian Adam benar-benar pulang, ia melihat Rindi di sana, Ia berpikir, mungkin Rindi memang ada keperluan dengan Airy. Tetapi, melihat baju Airy yang belum ganti, Adam langsung menebak.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatutuh, " salam Adam.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. " jawab Airy dan Rindi.


Waduh gawat ini, mana aku belum sholat dzuhur lagi. Astaghfirullah hal'adzim, semua ini gegara Rindi datang sih.


" Mas Adam baru pulang dari masjid ya, kalau gitu aku pamit dulu ya ya. " kata Rindi seperti ketakutan.


"Maaf, aku nggak mau ikut campur, " bisik Rindi.


"Assalamu'alaikum Airy, Mas Adam," Rindi langsung Kabur begitu saja.

__ADS_1


Airy langsung mencium tangan Adam, dengan bibir yang cengar-cengir Air langsung masuk ke kamar mandi, lalu ia mandi dan mengambil air wudhu untuk sholat dzuhur. Keluar dari kamar mandi, Airy dihadang oleh Adam, nampak kekecewaan di wajah Adam.


" Baru mau sholat? " tanya Adam dengan wajah datar.


" Maaf, " ucap Airy menundukkan kepalanya.


Ingin sekali Adam emosi, karena kebetulan ada masalah di pesantren dan Adam yang harus menyelesaikan juga. Tetapi melihat wajah Airy yang merasa bersalah, Iya jadi tidak tega untuk menegurnya, Ia hanya bisa menasehatinya saja.


" Astagfirullahal'azim, Airy. Kan aku sudah bilang, sholat terlebih dahulu, baru kamu boleh ngobrol sepuasnya dengan Rindi. Sholat itu penting sayang, kamu harus mendahulukan sholat terlebih dahulu, kamu tahu itu kan?" kata Adam dengan sedikit nada yang berbeda dari biasanya.


" Airy, lain kali jangan diulangi lagi ya, apapun yang ingin kamu lakukan, aku bebasin. Pokoknya, apapun yang ingin kamu lakukankan, aku enggak akan mempermasalahkan. Tetapi! Sholat itu harus didahulukan, oke? " pinta Adam.


"Iya Ustad, maaf ya. Aku janji, mboten bakal wangsuli maleh pun! (tidak akan mengulang lagi). " ucap Airy.

__ADS_1


"Alhamdulillah, ya sudah sana, sholat, terus jangan lupa setor ya? " tutur Adam. dengan lembut.


"Setor? Tapi aku belum menghafal Ustad, " kata Airy seketika lemas.


Tetapi, itu memang sudah Adam tentukan, kini bagaimana Airy saja yang harus berusaha. Demi kebaikannya, Airy memang harus menyelesaikan hafalannya. Dengan usahanya terus menghafal, akhirnya Airy bisa tuntas menghafalnya, ia pun memberitahukan kepada Adam, tentang kampus yang akan ia pilih bersama Rindi.


"Ustad, curhat dong! " goda Airy sambil mengelus-elus lengan suaminya itu.


"Sama suamipun bilangnya curhat? Bilang saja pengen cerita sayang. " kata Adam mencolek hidung Airy.


"Menurut Ustad, mana yang lebih bagus? Aku dan Rindi masih bingung." kata Airy.


"Yang mana saja bagus kok, semua kampus pasti punya fasilitasnya masing-masing. Kepintaran bukan diambil dari dimana kita belajar, tapi semua itu tergantung niat dari kita sendiri, tapi kalau boleh saran, yang ini yang bagus." kata Adam menunjuk salah satu brosur itu.

__ADS_1


Yang Airy dan Rindi ambil adalah fakultas Kehutanan. Itu membuat Adam tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang membuat istri kecil nan nakalnya itu memilih jurusan itu. Padahal Airy ini paling mager jika diminta aktivitas, jangankan masuk hutan, diminta Ami nya beli micin saja alesannya ngalor ngidul.


__ADS_2