
"Untuk apa?" tanya Yusuf.
"Perkelahian itu, percintaan itu, kebencian itu dan juga kedengkian itu. Aku tak seharusnya bersikap begitu. Tak lama lagi, kelulusan, aku tidak ingin membuat kesalahan buruk denganmu. Tapi jika diizinkan, aku ingin menggapai cinta Cindy, jika kamu nggak keberatan," ucap Candra terlihat keren sekali.
Yusuf tertawa mendengar itu. Ia tak percaya jika Candra minta maaf dengan cara seperti itu. Yusuf menjadi teringat scene drama yang selalu di putar oleh Aminah. Tetap saja tak membuatnya kesal, Yusuf ini tidak pendendam, ia mudah sekali memaafkan orang, apalagi masalahnya hanya sepele seperti yang dilakukan Candra.
"Anggap saja tidak terjadi apa-apa di antara kita. Kamu pantas marah padaku, karena kamu mecintainya. Kejarlah cintamu, dan aku akan kejar nilai agar bisa selalu di atasmu," ledek Yusuf.
"Brengsek!" umpat candra.
"Kau memang brengsek Yusuf. Sayangnya kau juga orang 'alim. Topengmu sangat bagus, beli dimana? Bagaimana kalau mulai saat ini, kita belajar bareng. Jadi, aku akan ada kesempatan untuk mengalahkanmu di ujian akhir nanti?" usul Candra dengan tawanya.
"Bisa-bisa. Kamu datang saja ke restoran Resrif, atau ke rumahku, kita belajar bareng nanti. Aku masuk kelas dulu ya…" pamit Yusuf.
Langkah Yusuf terhenti karena kedatangan Fatur. Ia salah paham, dikira Yusuf dan Candra masih ingin bertengkar. Dengan tingkah konyolnya, Fatur merentangkan tangannya, melindungi Yusuf dengan pasang kuda-kuda.
"Nggak jelas banget lu, Fat!" seru Candra.
"Kalian mau berantem, 'kan? Lalu, kamu juga mau memukul sahabatku lagi kan, Can? Enggak! Kali ini aku akan membela sahabatku!" ketus Fatur masih dengan wajah konyolnya.
"Ck, apa, sih? Enggak ada yang akan berantem. Karena aku dan Yusuf mulai hari ini akan menjadi sahabat juga," jelas Candra merangkul Yusuf.
"Dusta!"
"Pembohong! Kau pembohong.. Aku sungguh tidak percaya dengan dirimu wahai kisanak!" seru Fatur.
__ADS_1
Dengan dorongan sekali, Fatur terjungkal sampai memeluk siswa lain yang ada di dalam toilet itu. Sekali lagi, Candra menanyakan perasaan Yusuf kepada cindy, agar dirinya tidak sia-sia menggapai cinta Cindy.
"Hm, jangan pancing aku dengan pertanyaan seperti itu. Aku punya keinginan tidak jatuh cinta dulu kepada wanita lain, sebelum aku bisa membahagiakan keluargaku," ucap Yusuf.
"Aku serius...," tanya Candra.
Yusuf menghela nafas panjang. Kemudian, "Tidak! Aku tidak ada perasaan apapun kepadanya. Kecuali suka karena berteman dengannya. Itu saja dan sekian wassalamu'alaikum!"
Yusuf mengajak Fatur kembali ke kelasnya. Candra merasa sedikit lega mendengar pengakuan Yusuf tentang perasaannya. Di lorong sekolah, Fatur terus berisik menanyakan kenapa Yusuf mau memaafkan Candra begitu saja. Akhir-akhir ini, yang memfitnah Yusuf juga Candra. Yusuf di fitnah karena kumpul kebo dengan seorang wanita yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri, yakni Aminah.
"Jangan bahas ini lagi. Biarkan semuanya mengira aku tinggal dengan wanita yang bukan mahramku. Aku tidak ingin, Aminah menjadi bahan pembicaraan di sekolah ini. Aku takut, dia akan mengetahuinya," pinta Yusuf berharap agar Fatur tak lagi membicarakannya.
"Em, sebentar. Aku kok nggak bisa mencerna, ya? Kan sama-sama di jadikan bahan gosip?" Fatur menepuk-nepuk bahu Yusuf. "Tapi… ah sudahlah. Pasti kamu tidak ingin nama Aminah jadi buruk di sekolah ini. Meski dirinya tidak sekolah di sekolah ini, begitu, 'kan? Huft.…" lenguh Fatur.
"Dih, kakak durjana!"
Sampai di kelas, Jihan dan Cindy masih saja menanyakan tentang isi kitab itu. Namun Yusuf terus menolak untuk membacakannya. Semakin Yusuf menolak, semakin penasaran pula mereka bertiga.
"Kalian ribut banget, sih? Yakin mau tau apa isinya?" kesal Yusuf.
"Mau tau banget…." ucap Jihan dengan tangannya menyatu.
"Bukannya Cindy udah tau?" tanya Yusuf.
"Em, itu… hanya.. sedikit hehe. Ah, sebenarnya nggak tahu, sih,"
__ADS_1
"Aku kasih tau intinya saja ya. Jadi, kandungan dalam kitab ini itu … cara berhubungan intim secara muslim, sah dan halal. Ada beberapa posisi juga yang di jelaskan agar cepat… ejakulasi. Bukan hanya itu, setiap detil pergerakan olahraga suami istri juga sangat jelas di sini," jelas Yusuf.
"Stop! Jadi geli gini aku, dah jangan dilanjut lagi! Mending aku kembalikan saja kitab ini kepada Kakakku. Nggak nyangka aku, kakakku belajar seperti ini!" kesal Jihan langsung merebut kitab itu dari tangan Cindy.
Sedangkan Cindy dan Fatur masih melongo mendengar penjelasan yang mungkin memang menggelikan bagi seusia mereka. Ups, maksudnya yang masih polos seperti mereka ya.
"Kalian berdua kenapa diam? Masih ada pertanyaan?" ujar Yusuf.
"Masih, bisakah kamu membacakannya secara keseluruhannya, sedetail-detailnya? For me? Aku masih polos dan ingin tau karena sudah tau sedikit, dan aku penasaran setengah mati…."lagi-lagi Fatur mulai berpikiran kotor.
"Itu yang membuat dosa, karena otakmu menggambarkan orang yang sedang melakukan hubungan badan. Harusnya kamu pikirkan ilmu yang akan kamu praktikan agar tidak salah nanti pas malam pertama!" tegur Yusuf mengetuk kening Fatur.
"Yusuf," panggil Cindy masih berada di alam bawah sadarnya.
"Apa lagi? Kamu juga pingin tau yang detailnya?" tanya Yusuf sedikit kesal.
"Tidak, aku hanya bingung saja. Kau ternyata tidak sepolos itu. Bahkan… kamu tahu hal begituan sebelum menikah secara rinci? Astaga.. Yusuf, bapakmu melihat dari atas sana" tunjuk Cindy ke atas dan terlihat sedikit geli.
Yusuf menelan ludahnya sendiri. Ia juga terus menggerakkan kakinya, antara malu, kesal dan bingung karena kitab itu. Di pesantren, hal itu bukanlah hal baru, tapi menceritakan kepada teman-temannya… mereka malah semakin salah paham.
Bel pulang berbunyi, Yusuf segera berkemas dan bersiap pulang. Terdengar nada pesan dari Hamdan, ia mengatakan bahwa dirinya sudah menunggu Yusuf di pintu gerbang. Sore itu, mereka memang akan pergi ke restoran dan membeli beberapa buku untuk persiapan ujian akhir.
[Jangan lama-lama, aku sudah kelaparan] - pesan dari Hamdan.
Karena tidak nyaman di teror terus oleh Hamdan, setelah selesai beberes, Yusuf berlari menuju parkiran dan memacu sepeda motornya. Begitu juga dengan Hamdan yang sedari tadi di tatap oleh para siswi yang lewat arah keluar gerbang dan itu membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1