Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 55


__ADS_3

Ada notifikasi pesan di ponsel Sari, misi seseorang telah selesai, ia mengakhiri pertanyaannya kepada Airy.


"Pertanyaan terakhir Airy, Ilmu fiqih terbagi menjadi Fiqih 'Ubudiyah, Mu'amalah, Munakahat, Mawarits/Faraidl, Siyasah, dan Jinayah.  Mohon jelaskan masing masingnya!" Kata Sari.


Sebenarnya Airy lupa-lupa ingat dengan pertanyaan sederhana itu, tetapi ia berusaha mengingatnya kembali. Agar Sari tidak lagi memberikan pertanyaan yang membuatnya harus mengigat pelajaran lama.


"Jawabnya adalah 'Ubudiyah: Yang berkaitan dengan masalah ibadah seperti shalat, zakat, puasa, dll.


Mu'amalah: Yang berkaitan dengan masalah interaksi dengan orang lain seperti jual beli, gadai, hutang, dll.


Munakahat: Yang berkaitan dengan masalah pernikahan seperti rukun nikah, nafakah, thalaq, dll.

__ADS_1


Mawarits/Faraidl: Yang berhubungan dengan masalah waris seperti anak laki laki kandung mendapat bagian 'asobah binnafsi, dll.


Siyasah: Yang berkaitan dengan masalah politik kenegaraan.


Jinayah: Yang berkaitan dengan hukuman atau hadd dan kifarat bagi orang yang berbuat pidana, lebih mudahnya hukum pidana islam." Jelas Airy.


"Alhamdulillah, sudah ya, ini sudah mau ashar, sebaiknya kita siap-siap tadarus sebentar dan setelah itu sholat ashar. Lalu, yang ada jadwal piket dapur, silahkan bisa kedapur." Ustadzah Ifa sudah pusing menghadapi Sari.


Ustadzah Ifa menarik tangan Sari kebelakang tempat wudhu, ia juga menyuruh Sari untuk wudhu lagi. Karena bagaimana pun juga, dibulan puasa, menaruh dendam itu tidak di perbolehkan.


"Astaghfirullah hal'adzim, ini bulan puasa, kita sedang puasa. Sari, Airy itu adikku, dia istri dari adik suamiku. Aku tau maksud kamu tadi ya Sari, sudahlah! Lupakan cintamu itu, orang yang kamu cintai sudah menjadi suami orang. Haram hukumnya jika mencintai suami orang, kamu berilmu kan?" Ustadzah Ifa terus berusaha menyadarkan Sari.

__ADS_1


Dengaja sengaja Sari mendorong Uatadzah Ifa sampai tersungkur, dulu Ustad Zainal targetnya, tetapi Ustad Zainal malah dijodohkan dengan Ustadzah Ifa. Kini Adam juga menikah dengan Airy, Sari menjadi murka karena tidak bisa dapat keduanya.


Recana menyelakai Airy di mulai, sore itu, Airy di minta pengurus pedantren lain, yang di suruh oleh Sari untuk mengirim bebarapa buku tahlil ke masjid, lampu gantung yang sengaja di sabotase oleh Sari berhasil di jalankan.


"Assallamu'alaikum Ustad," salam seorang santri.


"Wa'alaikum sallam waromatullahi wabbarokatuh, ada apa ya?" tanya Adam.


"Ini Ustad, mau tanya, kelambu yang ada di mushola lama kan sudah usang, mau di ganti atau di cuci bersih saja? Soalnya, Ustad Zainal ingin kami tadarusan disana malam ini." Tanya santri itu.


"Di ganti aja kalau ada ya, saya tinggal dulu ya, sorban saya tertinggal di masjid soalnya. Assallamu'alaikum warohmatullahi wabbarokatuh." Adam melanjutkan langkahnya ke masjid.

__ADS_1


Airy masuk ke masjid dan berada tepat di bawah lampu gantung itu, saat Airy menghitung ulang buku tahlilan itu, suara gercikan lampu-lampu kecil terdengar di telinganya, belum sempat menengok ke atas, lampu gantung itu terjatuh.


Untung saja Adam datang tepat waktu dan mendorong Airy. Pyarrrrr...... suara lampu gantung itu jatuh tepat mengenai kaki Adam sebelah kanannya. Adam langsung duduk dan merintih kesakitan, Airy yang menyaksikan itu langsung berteriak dan membantu Adam menyingkirkan lampu gantung itu, hingga Airy terluka saat menyingkirkan lampu tersebut.


__ADS_2