
Di bandara,
"Assallamu'alaikum. Bagaimana?" tanya adam.
"Wa'alaikum sallam. Mereka menuju Jepang. Aku sudah menelfon Pak Lek Syakir untuk mengabari Papa di sana. Semoga saja, Papa bisa membantu, Mas." ucap Falih.
"Alhamdulillah, kalau begitu. Kita harus bersiap dan mengurus semuanya dan segera berangkat ke Jepang!" ujar Raihan.
"Bang, Abangkan baru pulang. Serahkan ini semua kepadaku. IsyaAllah aku bisa membantu Mas Adam untuk menemukan Kak Airy," sahut Gu.
"Tidak, Gu. Abang juga harus ikut mencari Kakakmu. Suf?" Raihan masih harus di pertemukan kebimbangan.
__ADS_1
"Papa, bagaimana?" tanya Yusuf.
Memang menjadi serba salah. Niat Raihan untuk mencari adiknya tertahan, karena harus menjaga perasaan Rifky. Ia hanya bisa menyerahkan tugas itu dan bergantung kepada Adam, Falih dan Gu, yang akan menyusul Airy dan Hans. Airy tersadar, ia sudah ada di dalam pesawat dengan identitas palsu yang sudah Hans buat dari 3 tahun lalu. Karena, rencana penculikan itu sudah ia rancang sejak saat itu.
"Aku terbang? Di pesawat?" batin Airy dengan setengah sadar.
Ia melihat sekeliling, benar yang ia lihat bukan mimpi, jika dirinya memang sedang dalam penerbangan. Sadar yang di sampingnya adalah Hans, Airy pun memberontak. Dengan sigap, Hans menyuntikan obat bius kepada, Airy. Semua itu memang sudah ia siapkan.
"Menjijikkan sekali. Dia bahkan menciumku, Mas Adam maafkan aku yang tak bisa menjaga nerakamu baik-baik," batin Airy, meneteskan air mata.
"Sayang, kenapa kamu menangis? Ah, pasti kamu bahagiakan? Sebentar lagi, kita akan sampai ke Jepang, Sayang!" seru Hans membelai wajah Airy.
__ADS_1
"Allahuma sholli'ala sayyidina Muhammad,Ya Allah tolong, hambamu ini. Ini sudah sangat menjijikkan, dia terus menyentuhku.Tapi, ini mau ke Jepang, aku masih ada harapan untuk selamat nanti," batin Airy menangis lagi.
"Minum dulu ya, Sayang. Mungkin dalam beberapa hari kedepan, kamu tidak akan bicara dulu. Muah!"
Hati Airy semkain sakit ketika Hans mencium pipinya. Dan ia tercengang ketika mendengar, bahwa pil yang baru saja di paksakan masuk ke mulutnya itu, akan membuatnya tak bisa bicara untuk beberapa hari.
"Mas Adam, aku semakin berdosa kepadamu. Aku di cium oleh lelaki jahanam ini, bahkan dia juga sering menyentuh wajahku. Mas Adam Maafkan aku, Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk bertemu dengan suami dan sank-anakku lagi. Papa, Bang Rai dan semua keluarga besarku,"
Air matanya tak henti-hantinya mengalir, obat bius itu bukan membuatnya tak sadarkan diri. Tapi, hanya membuatnya lemas dan tidak berdaya. Airy terus berfikir bagaimana caranya untuk bisa kabur. Sampai juga di Jepang. Airy berharap, ia bisa kabur dengan tubuhnya yang sudah mulai kembali bertenaga.
Ketika ia keluar dari bandara, Airy melihat Akbar dan Fatim yang sudah berada di sana. Untung saja, Akbar sudah memberikan info penculikan, serta bukti-bukti kepada pihak yang berwajib di Jepang. Airy bahagia ketika ia di sambut oleh Om kesayangannya itu. Hans berhasil kabur.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa memilikimu, orang lain juga tidak bisa memilikimu. Kau harus mati!" Hans mendorong kursi roda yang Airy duduki ke jalan raya .Ia berusaha berteriak sekuat tenaga, untung saja Akbar mampu menahannya. Fatim pun memeluknya dengan erat, dan segera membawanya pulang. Tapi, suara Airy belum bisa pulih kembali.