
Setelah sarapan, Airy dan Adam ingin berpamitan untuk pulang ke Jawa Timur, dimana rumah Adam berada. Mereka juga harus meneruskan aktivitasnya yang sudah mereka tinggal. Rifky memberikan satu mobilnya untuk dibawa pulang oleh Adam dan Airy.
" Enggak usah lah Pa, kita bisa kok naik angkutan umum. Lagian buat apa juga mobil di rumah, kan kita juga nggak pernah ke mana-mana! "seru Airy.
" Iya Pa, lagian juga kita mau ke mana? Ini juga udah pesan tiket bus kok, " sahut Adam.
" Alaah kalian ini, kan ya Papa ingin kasih yang terbaik buat kalian berdua, kenapa juga sih harus kalian tolak, kan Papa jadi sedih. " Akting Rifky.
Bukan Adam ingin menolak pemberian dari Rifky, tetapi ia tidak enak saja jika harus menikmati fasilitas dari mertuanya. Akan tetapi, apa salahnya Adam dan Airy tetap menerima mobil itu. Bagaimanapun juga, itu adalah mobil milik Airy yang sudah diberikan sejak usianya berusia 17 tahun. Dikamar, Adam dan Airy saling menatap satu sama lain, mereka hanya tidak enak jika menolaknya.
" Terus bagaimana ustad? Kita bawa pulang ini mobilnya, mau diparkirkan di mana? kan garasi kita hanya cukup buat motor aja. Tapi kalau ditolak juga nggak enak kan? Lagian kan mobil itu juga punya aku, BPKB aja milik aku eh bukan atas nama aku maksudnya hehehe, " masih sempat-sempatnya Airy ketawa.
__ADS_1
" Istri kecilku ini ah, masih sempat-sempatnya untuk ngelawak, tapi ya mau bagaimana lag. Ya sudahlah bawa pulang aja nggak apa-apa. Itung-itung buat berangkat kamu kuliah, kan aku jadi nggak nganterin Hehehe. " ujar Adam.
" Curang, kejam, jahat! " seru Airy merapatkan kedua tangannya.
Setelah semua sudah di masukkan di bagasi, ini saat nya mereka pamit pulang. Di perjalanan, Airy terus saja ngemil tiada henti. Bahkan, ia juga memasang lampu disko di mobilnya itu. Tak terasa perjalanan jauh sudah mereka tempuh, akhirnya mereka sampai juga dirumahnya. Rumah itu masih tetap nampak bersih, karena setiap hari Ustadzah Ifa dan Ustad Zainal bergiliran membersihkannya.
"Ahhh enaknya rebahan, aku mau bobok dulu ya Ustad. Capek nyaaa.... " ucap Airy.
"Iya Ustad ku, makin bawel aja deh. " kesal Airy.
"Bawel? Aku bawel ya? Kalau nggak bawel, nanti kamu nggak kangen sama aku, dah ya. Assalamu'alaikum, jangan lupa sholat dulu! " seru Adam sambil mengulurkan tangannya untuk Airy salim.
__ADS_1
"Waalaikum sallam, cepat pulang. Nanti ku buatkan bolu yang enak.“ teriak Airy.
Baru saja ingin memejamkan mata, ada saja seseorang yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam, Airy merasa sangat kesal. Ternyata tamu itu adalah Rindi, dia tadi sudah melihat bahwa Adam dan Airy sudah pulang, Rindi datang bukan hanya untuk menanyakan kabar Airy saja. Melainkan, Iya ingin menawarkan salah satu kampus ternama di kota itu. Karena Jurusan yang mereka ambil sama, maka Rindi akan memberi beberapa kampus yang cocok untuk mereka.
"Assalamualaikum, Airy. Kau ada di rumah kah? " salam Rindi.
" Waalaikumsalam, ah elah kamu Rin, masuk gih. Duduk dulu ya, aku bikin minuman yang seger untukmu. " kata Airy.
"Terima kasih, ndak usah repot-repot lah, aku cuma sebentar kok. Cuma mau kasih tau ini saja sih. Aku udah nemuin kampus yang cocok buat kita, coba deh kamu lihat-lihat dulu, siapa tau oke buat kita, " kata Rindi memberikan beberapa lembar brosur.
Karena saking asyiknya mereka bercanda dan mengobrol masalah kampus, Airy sampai lupa jika dirinya belum sholat dzuhur. Padahal, sebentar lagi Adam akan pulang ke rumah, lihat saja apa yang akan ada lakukan kepada Airy yang melupakan sholat lima waktunya.
__ADS_1