
Kegiatan malam itu tidak banyak, setelah selesai tadarus, Adam mengajak Airy untuk beristirahat lebih awal. Itu juga Adam lakukan agar mengetahui apa yang sebenarya terjadi anata Airy dengan guru itu.
Airy berbaring dan memainkan ponselnya, Adam sendiri sedang membaca buku pelajaran yang sangat tebal di samping Airy. Tumben sekali Airy sibuk dengan ponselnya, biasanya ia akan bersenda gurau bersama Adam.
"Zawjati" sapa Adam.
"Dalem," jawab Airy.
"Pengen dengar istriku cerita," pancing Adam agar Airy mau bercerita.
"Cerita apa? Masalah guru itu?" tanya Airy.
__ADS_1
Adam mengusap kepala Airy dan mengangguk, karena memang tidak ada yang harus dirahasiakan lagi, akhirnya Airy mau bercerita. Ia meletakkan ponselnya di meja dan mulai bercerita, saat itu Adam meletakkan kepalanya di pangkuan Airy.
Saat itu, Airy menjadi murid pindahan di sekolah menengah pertama kelas dua. Yah, Airy memang terus saja berpindah-pindah sekolah. Karena, ia selalu membuat onar dan sering dikeluarkan dari sekolah.
Hari pertama Airy masuk sekolah di sekolah itu, saat pelajaran TIK, ada seorang guru magang, yang mungkin masih mahasiswa bernama Furqon. Ia masih muda, mungkin saat ini seusia Adam, atau lebih muda lagi.
Awalnya biasa saja, Furqon menjadi idola sekolah karena ia tampan dan baik hati. Gombalan-gombalannya kepada sisw SMP membuat mabuk kepayang. Lain dengan Airy, ia tidak mempan dengan gombalan Furqon. Merasa tertarik dengan Airy, Furqon selalu menarik perhatian Airy, hingga membuat siswi lainnya merasa iri padanya.
Sampai suatu hari, gadis yang sore tadi membuat kesal Airy, ia juga menyukai Pak Furqon itu. Sepengetahuan Airy, ia dan Pak Furqon merencanakan sesuatu yang akan membuat Airy jatuh kepelukan Pak Furqon, dengan mengundangnya ke ruang komputer setelah jam pelajaran terakhir selesai.
Ternyata, Pak Furqon ingin melecehkannya, Airy merasa dirinya tidak lemah, sejak kecil ia dididik bela diri dari pesantren, maka dari itu, ia bisa melawan Pak Furqon. Di rendangnya masa depan Pak Furqon, lalu di colok kedua matanya menggunakan jarinya, kebetulan kuku jari Airy ada yang panjang, sehingga membuat mata guru itu berdarah.
__ADS_1
"Na'udzubillah himin dzalik, tapi kamu nggak di sentuh sama sekali Airy? " tanya Adam bangun dari pangkuan Airy.
"Heleh, pendekar wanita perih ya baik-baik saja. Tapi gara-gara itu, aku memiliki catatan kriminal Ustad, mereka mengadukannya ke polisi, dan cewek rese itu menjadi saksi." Kata Airy.
"Astaghfirullah, tega sekali ya teman kamu itu. Lain kali, kamu harus bisa kontrol emosi ya, jangan ibu-ibu tadi juga kamu bentak seperti itu." ucap Adam mengusap rambut Airy yang panjang dan lurus itu.
Airy menjadi merasa bersalah karena ia juga sudah mengatakan hal buruk kepada Adam, dengan tiba-tiba, Airy memeluk Adam dan menangis mengucapkan permohonan maaf.
"Maaf," ucap Airy.
"Kenapa? Kan istriku ini nggak melakukan kesalahan, kalau pelukan gini, aku aja di takut setan lewat. Aku belum siap." Goda Adam.
__ADS_1
"Emm, aku sudah mengatakan hal buruk tentang hubungan kita, aku mengatakan untuk kamu pergi sejauh mungkin dariku. Tapi aku tidak ingin itu terjadi, aku hanya terbawa emosi saja saat itu, aku........ " Airy masih mengoceh terus jika tidak dihentikan oleh Adam.
Pelukan Adam membuat hati Airy nyaman, berbeda saat ia memeluk Papa dan Abangnya. Sambil menepuk-nempuk kepala Airy dengan lembut, Adam juga bersholawat agar Airy bisa tidur nyenyak.