
"Kalian ngomongin Airy kan? Jangan sekali-kali ngomong tentang Airy yang buruk-buruk" Kata Raihan kepada Salim.
"Iya, dia itu semalam nangkring di atas pohon gitu. Tapi sama Ustad Zainal di lepasin gitu saja, dan sebelumnya kamu juga memberinya air minum. Sebenarnya apa sih yang kamu dan Ustad lihat dari Airy?" Tanya Salim.
"Kamu akan tau nanti, seberapa pentingnya Airy untukku. Aku duluan ya, aku piket kelas hari ini, Assallamualaikum" Salam Raihan.
Setiap Raihan berjalan melewat lapangan, para santri putri pasti bergegas melihatnya. Melihat Airy juga ada disana, ia melambaikan tangannya kepada Airy dan memintanya segera turun.
"Ada apa sih kok rame?" Tanya Airy ke beberapa santri yang sudah siap untuk sekolah.
"Kita semua lagi nunggu Raihan lewat. Dia itu cakep.banget" Kata salah satu santri.
"Raihan? Cakep? Hahahaha mana?" Tanya Airy.
"Bentar lagi lewatnya" Kata Salah satu Santri.
"Apa? Kamu juga suka sama Raihan? Hahaha dia emang ngganteng sih, dan awalnya aku juga suka, tapi setelah aku fikir-fikir, lebih baik naksir anak Kyai, biar aku bisa ngeluarin kamu dari sini" Kata Rindi yang tiba-tiba muncul dari samping.
"Nggak tanya" Jawab Airy simple.
Raihan melambaikan tangan kepada Airy, ia memberi kode bahwa dirinya menunggunya di depan gerbang. Semua santriwati melongo melihat hal itu, mereka berfikiran negativ kepada Airy dan Raihan. Karena sudah siap, Airy turun dan segera berangkat kesekolah.
Berjalan melewati beberapa santriwati juga, Airy menjadu pusat perhatian. Sampai akhirnya di dwpan gerbang, Raihan juga mengusap-usap kepala Airy.
"Nih, jangan boros ya. Berangkat naik apa?" Tanya Raihan sambil memberikan uang jajan.
"Jalan kaki lah Bang, nanti pas sampai pinggir jalan, baru deh naik angkot atau bus gitu hehehe" Jawab Airy manja.
"Ssmangat ya sekolahnya, ingat! Jaga sikap, yang anggun ok. Abang masuk dulu ya, Assallamualaikum" Salam Raihan mencubit hidung Airy.
Airy juga tidak lupa mencium tangan Raihan, itu juga dilihat para santri dan santriwati yang hendak keluar untuk sekolah dan kuliah, bahkan ada yang bekerja (Pesantren apa ini, dunia novel).
__ADS_1
Semua santri berfikiran negativ tentang mereka berdua, namun Raihan dan Airy masih sangat santai, karena ada saatnya mereka mengungkap identitas mereka. Di sekolah, Airy juga baru pertama kali ini masuk, belum juga sehari di sekolah, sudah ada yang tidak menyukai keberadaan Airy.
"Ayo kamu perkenalkan diri kamu" Kata Guru.
"Assallamualaikum semua, perkenalkan namaku Airy Calista Putri Hand... emm Calista Putri, aku pindahan dari......" Perkenalan Airy terhenti, ia lupa jika dirinya sudah pindah sepama 12x pesantren, dan 7x di sekolah menengah atas.
Guru tau story Airy, maka ia langsung menyuruh Airy untuk duduk. Ketika Airy berjalan menuju tempat duduknya, Dila, teman di bangku depan Airy hendak mengerjainya dengan membuat Airy terjatuh. Bukan Airy jika gampang sekali di tindas, ia malah menginjak kaki Dila dengan sangat kencang.
"Aduuuhhh" Teriak Dila.
"Kenapa Dila? Ada apa?" Tanya Guru.
"Ini Buk, si anak baru ini sengaja nginjak kaki saya" Kata Dila.
"Apa benar itu Airy?" Tanya Guru.
"Iya Buk, salah dia sendiri lah, saat saya berjalan kakinya sengaja di selonjorin gitu. Sory lah kalau aku injek" Kata Airy melanjutkan jalannya dan duduk dengan wajah tanpa dosa.
"Elo?" Kesal Dila.
Airy hanya memasang wajah yang santai, sedangkan Dila nampak kesal karena ternyata, Airy tidak gampang di tindas. Sewaktu pelajaran, Dila berusaha untuk menjatuhkan Airy lagi dengan memberi pertanyaan yang mungkin dirinya tidak bisa menjawab juga.
Namun, dengan Santai Airy dapat menjawabnya, semua teman sekelasnya merasa kagum kepada Airy, hingga membuat Dila semakin membencinya.
--_--_
Saat istirahat, Dila yang melihat Airy dikantin pun juga tidak bisa diam saja. Kali ini ia melabrak Airy dan menggebrak mejanya, bahkan Dila juga menyiram minuman di kepala Airy.
"Hahaha nih pantes buat Lo yang songongnya nggak ketulungan itu" Kata Dila menyiramkan air minum ke jilbab putih Airy.
"Dila, kamu hebat banget sih, lihat dia! Dia mau nangis loh" Kata Rani, dayang Dila.
__ADS_1
"Nggak di pesantren, nggak di rumah, nggak disekolah. Kok ya ada gitu manusia model kek gini. Hem, aku balas nanti dia semakin bringas, aku nggak balas malah semakinnya semakin bringas" Kata Airy dalam hati.
Airy berdiri, ia juga menuangkan kuah soto yang sangat pedas ke wajah Dila. Bahkan sampai menarik perhatian cowok paling populer di sekolah itu, cowok yang di taksir juga ileh Dila.
"Aaa, Loe gila ya? Ini masih panas, pedes juga aaaa, Loe berani sama gue?" Kesal Dila.
"Kita di tanah Jawa, di kampung juga, sok elo gue pula. Loe nyiram minuman di jilbab gue, jilbab gue lebih berharga dari wajah loe itu, Assallamulaikum" Kata Airy menabrak bahu Dila.
"Aw, sakit. Rani! bawa gue ke toilet, gue jijik kalau kek gini" Rengek Dila.
Airy sedih jilbabnya menjadi basah, karena jilbab itu sangat tipis, kemungkinan kering memang cepat, tapi rambutnya menjadi sedikit terlihat. Airy pun masuk ke mushola dan mencari mukena untuk ia pakai.
"Ah ini yang paling kecil, ini bisa aku pakai sementara sampai jam terakhir nanti. Jadi saat aku pulang, aku tetap memakai jilbab ini, Bang Raihan jadi nggak curiga deh" Gumam Airy sambil memakai mukena.
Triiinnnng....
Bel masuk berbunyi, Airy bergegas masuk ke kelas, namun ketika ia berlari, ia tidak sengaja bertabrakan dengan cowok terpopuler di sekolah itu, ia bernama Raka. Raka tidak sengaja menyentuh tangan Airy, sehingga Airy terkejut.
"Asstaghfirullah hal'adzim, maaf. Jam pelajaran mau di mulai sebentar lagi, aku harus pergi sekarang. Maaf ya, Assallamualaikum" Kata Airy tanpa melihat Raka.
"Waalaikum sallam" Jawab Raka.
Jilbab Airy terjatuh, Raka pun mengambilnya. Ketika hendak menyusul Airy, ada Guru yang meminta Raka segera masuk ke kelas. Raka pun akan memberikan jilbab Airy sepulang sekolah nanti.
Ketika Airy masuk kelas, semua siswa termasuk Dila yang sudah ganti memakai sragam olahraga pun menertawakan Airy, karena ia memakai mukena sampai ke kelas.
"Hahaha lo kalau mau sholat, ke mushola sana! Nggak usah pamer mukenanya dibawa kemari" Kata Dila dengan muka sinis.
"Gue rasa, loe yang lebih tau kenapa gue pakai mukena kek gini" Kata Airy menarik baju Dila.
"Eh, lepasin tangan lo. Katanya lo anak pesantren? Mana akhlak lo? Pasti lo masuk pesantren karena lo nakal kan? Atau lo ini anak orang miskin yang orang tuannya nggak mampu, terus minta orang pesantren buat nyekolahin lo, iya kan? Kasihan banget orangtua lo" Hina Dila.
__ADS_1
"Lo boleh menghina gue, tapi jangan sesekali lo bawa-bawa orangtua gue saat kita memiliki masalah kek gini, atau pipi loe yang mulus kek p*ntat ayam ini, akan aku bikin di perban nantinya" Kata Airy.
Airy menarik baju Dila lagi, dan tangan satunya menarik pipi Dila dengan kencang. Ia tidak terima Dila membawa-bawa orangtuannya di dapam masalahnya.