Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 79


__ADS_3

Pernyataan Raihan itu membuat Airy diam saja di setiap perjalanan. Ini kali pertama mereka akan terpisah jauh, sebelumnya mereka hanya terpisah antar kota saja. Kini mereka terpisah jauh antar negri.


Sampai dirumha hampir dzuhur, mereka langsung bergegas siap-siap untuk sholat dzuhur. Adam di sambut baik oleh Airy dan dan Rifky, karena mereka juga sudah ambil cuti lebaran hati itu.


"Istirahat dulu, setelah ini kita jama'ah ke masjid." kata Rifky.


Sejak menikah dengan Aisyah, Rifky memang selalu ikut cara Ruchan, selagi mereka masih sehat, mereka akan melakukan kewajiban sholat lima waktunya berjama'ah di masjid. Itu jika tidak terhalang oleh pekerjaan masing-masing.


"Ini kamar kamu?" tanya Adam.


"Iya, baju milik Ustad aku rapikan aja ke dalam almari sini, masih ada ruang kok. Kalau Ustad masih capek istirahat dulu saja." kata Airy membuka Almari.


Karena tidak ingin tertinggal sholat di masjid, Adam mandi terlebih dahulu, setelah itu pergi ke masjid bersama Raihan dan Yusuf. Sedangkan Rifky sedang sibuk harus bolak balik restoran, ia mendapat banyak orderan di malam lebaran.


Banyak yang berkenalan dengan Adam, mereka juga memuji Adam yang mampu menerima Airy apa adanya. Karena bukan rahasia lagi tentang sikap dan perilaku Airy di desa.

__ADS_1


"Aku ki ndak ndak nyangka loh, Airy si preman desa bisa nikah sama Ustad yang kalem ini hehe wes to, sampean pancen ngene!" kata pak RT mengangkat jempolnya.


"Preman? Setahu saya Airy kalem-kalem mawon kok Pak, " jawab Adam.


Tawa bapak-bapak pecah karena pernyataan Adam itu, banyak yang mengira jika Airy ini akan sulit jodoh karena kekanak-kanakan nya. Apalagi Airy tidak seperti gadis desa pada umumnya, yang bersikap layaknya seorang gadis.


"Itu yang buat istri saya istimewa pak hehe, Airy lain dari yang lain. " jawab Adam.


"Hatttccu, Alhamdulillah hirrobbil'alamin, sopo iki sek ngomongke aku! " Kata Airy.


Dijalan pulang.....


"Ustad, sebentar lagi kan aku berangkat ini ke Kairo, tolong jaga Airy ya," pinta Raihan.


"Abang santai saja, Airy aman bersamaku, aku akan terus bujuk dia, agar di amau kuliah lagi. " kata Adam.

__ADS_1


"Kak Airy mau kuliah dimana memangnya Mas?" tanya Yusuf.


"Entahlah, Mas juga nggak tau, susah bujuk Airy itu." jawab Adam.


Sampai rumah, Adam langsung masuk ke kamar untuk istirahat. Sejak di masjid ia merasakan pegal-pegal, saat buka pintu, ternyata Airy sedang tidur di kamarnya. Dengan perlahan, Adam merebahkan tubuhnya di samping Airy.


Adam menatap wajah Airy yang kala itu tertidur. Tenyata Airy tidak benar-benar tidur, ia mengatakan sesuatu yang membuat Adam terkejut.


"Jangan kelamaan lihatnya, nanti cinta! " kata Airy.


"Kamu nggak tidur?" tanya Adam kaget.


"Kaki ku pegel-pegel, bagaiamana aku bisa tidur Ustad, Ustad capek ya? mau istirahat? Kalau iya, ya bobok aja lah, jangan hiraukan aku. " Kata Airy masih memejamkan matanya.


Mereka ini saling berhadapan, yang satu miring ke kanan yang satu miring ke kiri, melihat Airy yang tanpa berjilbab itu, membuat Adam ingin terus membelai rambut Airy yang panjang dan lembut. Adam memberanikan untuk membelai rambut Airy, lalu menggenggam tangannya, dan akhirnya mereka pun tertidur. Masih nuansa puasa, jadi walaupun suami istri masih harus jaga nafsu.

__ADS_1


__ADS_2