Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 320


__ADS_3

2 minggu berlalu, Laila dan Raihan mengumumkan tentang kehamilan buah cinta pertamanya. Mereka tidak ingin merahasiakannya lebih lama. Agar seluruh keluarga bisa membantu ngurus Laila ketika Raihan sedang sibuk.


Berjalan dengan sangat baik kehidupan Laila. Selama 2 minggu ini, teror itu juga tak pernah berhenti. Bahkan semakin parah, biasanya hanya 1 hari bisa sekali, sekarang malah selalu lebih dari 3x.


"Orang hamil, jangan selalu minum es. Coba minum jus ini," tutur Leah sambil membawakan jus jeruk kepada Laila.


"Ah, Uti. Kenapa repot-repot, sih. Laila bisa kok buat sendiri, kan jadi ndak enak," jawab Laila.


"Tapi, terima kasih, ya Uti. Selama Laila di sini, Uti begitu memperhatikanku," imbuhnya.


Keluarga sedang mengantar keberangkatan Yusuf dan yang lainnya di depan rumah Ruchan dan Leah. Sementara Raihan bersiap untuk mengantar mereka ke Bandara. Terlihat semua keluarga berkumpul untuk mengantar Yusuf dan saudaranya.


"Kalau sampai sana, langsung kabari. Jangan main-main ke tempat yang jauh. Kalau mau main, izin dulu kepada Tante Ceasy atau Lek Kabir. Jangan saling bertengkar, jangan...." nampak kekhawatiran Balqis kepada mereka.


"Tante Balqis jangan khawatir, kalian semua juga cukup doakan kami saja. Segera menyelesaikan masalah ini, dan segera kembali ke rumah dengan selamat," kata Falih.

__ADS_1


"Mayshita mana?" tanya Aminah.


"Rafa marah kalian berangkat ke Korea, jadi dia bawa jalan-jalan dulu. Cepat sana berangkat, nanti keburu Rafa pulang!" jawab Airy.


"Dih, ngusir?" ketus Aminah.


Berangkatlah mereka, dengan Raditya yang mengantar sampai ke Korea sana. Falih dan Hamdan memang banyak bicara saat berangkat. Sementara Aminah masih marah kepada Yusuf dan sedari tadi memalingkan wajahnya.


"Udahlah, Min. Nanti aku ganti deh hp-mu. Setelah pulang ke sini, nanti pilih hp mana yang kamu mau," bujuk Yusuf.


"Nih!"


Raditya menyodorkan ponsel baru kepada Aminah. Ponsel itu ini beli patungan bersama Raihan, sebelumnya semua file juga sudah di pindah ke ponsel itu. Yusuf semakin menyadari, jika Raditya memang memiliki perasaan kepada Aminah yang masih ia pendam.


"Wah, semua foto dan nomornya ada di sini? Makasih, Bang Dit...!" seru Aminah terlihat gembira.

__ADS_1


"Sebagian, Bang Raihan yang membelikannya. Berterima kasih juga kepada Yusuf, dia juga ikut andil dalam membeli ponsel baru itu. Bukan hanya itu saja, dia juga semalaman gak tidur karena mindahin file nya," jelas Raditya.


"Um, aku berasa menjadi ratu di sini," ucap Aminah terharu.


"Huek! ledek Hamdan dan Falih.


"Makasih, Bang Rai, Bang Dit...." sambung Aminah.


"Aku?" tanya Yusuf menunjuk dirinya.


"Nggak! Kan emang biang keladinya, kamu!" desis Aminah memalingkan wajahnya.


Sesampainya di Bandara, Raihan segera pulang. Karena hari ini, ia akan menemui Mita di rumah sakit bersama dengan Airy dan Laila. Sementara itu, Yusuf dan yang lain tidak lama lagi akan melakukan penerbangan.


Begitu juga dengan Airy, Raihan dan juga Laila yang sudah sampai di rumah sakit jiwa. Airy meminta Raihan untuk tidak emosi, karena semuanya juga sudah berlalu, terlebih Mita memang sedang sakit saat itu.

__ADS_1


Setelah drama diluar rumah sakit jiwa yang membuat Raihan emosi, mereka pun masuk ke ruangan Mita. Terlihat Mita sedang membaca buku yang dibawakan oleh Yusuf sebelumnya. Melihat kedatangan Raihan, Airy dan Laila, membuat Mita terkejut, bahkan sampai melompat dari tempat tidurnya.


__ADS_2