Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 59


__ADS_3

Malam itu Airy tidur di sofa, ia tertidur sangat lelap di sofa karena kecapekan kesana kesini mengurus sendirian. Tengah malam Adam terbangun, ia ingin ke kamar mandi, tetapi kakinya masih sakit jika di gerakkan dan jalan sendirian.


Ingin meminta bantuan kepada Airy, namun ketika melihat wajah Airy yang seperti itu, ia pun beruasaha berjalan sendiri di kamar mandi. Awalnya berjalan dengan mulus, saat beberpa langkah kedepan ia hampir terjatuh dan menabrak meja, lalu tidak sengaja menjatuhkan sendok.


Suara jatuhnya sendok itu membuat Airy kaget dan terbangun, bahkan saking kagetnya, Airy sampai melompat dari sofa.


"Maling, maling, maling, mana malingnya?" tanya Airy yang terkejut mendengar suara sendok jatuh.


"Maaf membuatmu terbangun Airy," ucap Adam.


"Ustad mau kemana?" Tanya Airy.


"Aku pengen ke kamar mandi, tapi nggak sengaja nyenggol meja, maaf ya mengganggu tidur mu." Kata Adam.


"Wah, cara membangunkanku ektrim ya, sini aku bantu. Lain kali, jika tidak bisa melakukan sendiri, panggil aku. Aku kan istrimu bukan orang lain, maka perlakukanku seperti seorang istri, oke?" Airy membantu Adam masuk ke kamar mandi dengan membawakan infusnya.


"Terima kasih," ucap Adam.

__ADS_1


Setelah selesai dari kamar mandi, Airy membantu Adam untuk naik ke tempat tidurnya. Setelah Airy ingin kembali ke sofanya, Adam menahan tangannya, ssntuhan dan gengaman tangan Adam membuat waktu Airy berhenti sejenak, ia kaget dengan sentuhan itu. Adam memintanya untuk tidur bersamanya si tempat tidur pasien.


"Apa?" tanya Airy terkejut.


"Aku malihatmu tidak nyaman tidur di sofa, bagaimana kalau kamu tidur di sampingku?" tutur Adam gugup.


"Sebenarnya juga sakit pinggang sih tidur di sofa, tapi aku, aku, itu belum terbiasa tidur di samping laki-laki lain, bukan! Aduhh apa ya, emmm" Kata Airy tidak jelas.


Adam menariknya dengan sekuat tenaga, hingga Airy terjatuh di tenoat tidur pasien, mulailah saling memandang lagi bak serial india. Saat mereka memandang satu sama lain, munculah irama musik dan lagu tere liye di antara mereka.


"Naikkan kakimu, tidur dengan nyenyak ya, sini aku bagi selimut juga." Kata Adam menyelimuti Airy.


"Udah tidur!"


"Malah nggak bisa tidur kalau begini mah, benar sih udah suami istri, tapi masa iya kek gini, hadeh yang bener aja." kata Airy dalam hati.


Dan beberapa menit zzzzzzz, Airy tertidur pulas, Airy tipe perempuan yang bau bantal dan slimut, walaupun tidak mengantuk, jika di atas kasur dan bantal dia cepat sekali tertidur.

__ADS_1


Suara adzan subuh berkumandang, Airy belum juga bangun, ia malah memeluk Adam dan membuat Adam terkejut. Barang sensitiv Adam ternodai oleh tangan Airy, walaupun dari luar, Airy malah memencetnya berulang-ulang kali. Pipi Adam menjadi merah, di tambah lagi, sister yang mau masuk jadi tidak jadi memeriksanya karena malu.


"Senjata makan tuan ini, Astaghfirullah hal'adzim Allohumma inni a'udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a'maali wal ahwaa." ucap Adam.


"Airy, Airy, bangun sudah subuh. Airy yang kamu pegang itu apa? Aku takut setan lewat Airy," Adam.berusaha membangunkan Airy.


"Lima menit lagi," jawab Airy santai sambil melepaskan tangannya.


"Lima menit kedepan gerbang neraka sudah buka Airy!" Adam tidak ingin telat sholat, karena buat wudhupun ia masih membutuhkan waktu lama.


"Alhamdulillahilladzi ahyanaa bada maa amatana wailaihi nushur." Ucap Airy.


"Amin, Alhamdulillah sana wudhu dulu, nanti tunggu aku ya, kita sholat berjama'ah," pinta Adam.


"Baiklah!" jawab Airy.


Akhirnya mereka bisa sholat berjama'ah, walaupun Adam duduk di tempat tidur, dan Airy di lantai. Tetapi itu lebih baik dariada tidak sama sekali, hal itu sudah membuat Adam merasa bahagia, karena dirinya sudah menjadi imam bagi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2