Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 77


__ADS_3

Adam berusaha membangunkan Airy, namun Airy tidak ingin bangun karena sudah sangat mengantuk. Adam pun menyelimuti Airy, dan ia pergi keruang tengah dan termenung disana.


Malam itu, malam sangat dingin. Adam lelaki normal, ia juga punya syahwat. Ia hanya belum siap, ia takut akan menyakiti perasaan Airy jika memaksanya. Apalagi Adam memikirkan usia Airy yang terbilang masih muda.


"Ya Allah, aku terlalu memaksakan Airy nggak sih, dia masih butuh kebebasan, dan malah menikah denganku. Aku jadi nggak tega kalau begini. Tapi aku juga tidak ingin jauh darinya." Kata Adam duduk di kursi ruang tengah dengan lampu yang redup.


Ternyata Airy belum tidur, ia melihat Adam duduk dengan lampu redup, mendekatinya, dan merangkul tangannya. Kepalanya ia sandarkan di bahu Adam.


"Kamu belum tidur?" tanya Adam.


"Bagaiamana aku bisa tidur jika suamiku tidak ada disebelahku, aku tidak ingin tidur sendirian." jawab Airy dengan nada halus.


Adam heran, ada angin apa yang bisa membuat orang seusil Airy bisa menjadi romantis seperti itu.

__ADS_1


"Kok diam? Heran ya? Aku baru baca novel online, lihat deh disini sama kek kisahku, menikah dengan orang yang belum dicintainya. Aku sudah hampir selesai baca, bisa di coba hehehe." jawab Airy jujur.


"Hmm nggak heran, kenapa juga belum tidur, semenjak nikah aku jadi sering terlambat sahur tau, dah yuk tidur." ajak Adam.


Adam menggandeng tangan Airy, tetapi Airy menolaknya, Airy malah meminta gendong dengan nada yang manja. Entah harus bahagia atau tambah heran, Adam menggendongnya dan membawanya ke kamar.


Ditidurkannya Airy di kasur, lalu Adam merapikan selimut Airy. Ketika Adam hendak berebahkan badannya, Airy menarik tangan Adam dan menutupi tubuh mereka menggunakan selimut. Kissing bibir terjadi oy🤭


Dan itu Airy yang memulainya, karena memang sudah terlanjur, Adam berusaha mengimbangi permainan Airy. Belum apa-apa keringat sudah bercucuran malam itu, Adam melepaskan ciumannya.


Airy mengangguk ragu. Nafas mereka terengah-engah


"Jika masih ragu, huh. Lain kali saja, aku tidak ingin memaksamu Airy, "bisik Adam.

__ADS_1


"Jika kita belum mencobanya, kita tidak tau jika kita sudah siap atau belum Ustad, aku..... Bismillahirrahmanirrahim, aku sudah siap." ucap Airy sedikit gugup.


Jantung mereka saling beradu, ini memang kali pertama mereka melakukan itu. Tapi Adam sudah tidak menahannya lagi, karena tidak memungkinkan lagi untuk sholat sunahnya, maka Adam melanjutkan dengan mengucap selawat sebanyak tiga kali lalu berdoa kepada Allah SWT.


Allahumma baarik lii fii ahlii wa baarik li'ahlii fiyya, Allahummarzuqhum minnii warzuqnii minhum warzuqnii ulfahum wamawaddatahum warzuqhum ulfii wamawaddatii wahabbib ba'dhonaa ilaa ba'din.


Lalu Adam mencium kening Airy dengan lembut, serta melafazkan doa yang ia ketahui, sambil menggenggam erat telapak tangan Airy.


Allahumma innii as'aluka min khairinaa maa jabalthaa 'alaihi, wa a'udzabika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi.


Lalu, di cumbu nya dengan lembut Airy, kini mereka sudah bersatu. Malam terasa sangat panjang bagi Airy dan Adam, namun sayang, demi masa depan Airy, Adam rela berkorban untuk tidak memiliki keturunan secepat itu. Ia melakukan pencegahan, agar tidak terjadi pembuahan.


Sudah hampir jam 2 pagi, mereka menyudahi permainan itu. Karena takut terlambat sesuci, akhirnya mereka langsung mandi dan istirahat.

__ADS_1


Ahh pusing juga mau nulis harus di rem.


__ADS_2