
Malam minggu, kelabu bagi para kaum jomblo, termasuk Lulu dan Adam yang kini sedang menjadi Adnan. Mereka hanya duduk manis di rumah, menunggu bulan berganti dengan mentari pagi yang ceria. Sambil menyerutup teh manisnya, tiba-tiba wajah manis Airy terlintas dalam ingatannya.
“Adnan, tolong belikan aku nasi padang pakai ampela, ya?”
“Adnan, tolong aku, dong.”
“Adnan, Adnan, Adnan…,”
“Astaghfirullah hal’adzim, ingatan sesat apa ini! Bisa-bisanya aku…” Dia bahkan lupa jika di sampingnya ada Lulu yang sedang sibuk dengan laptop putihnya.
“Ada apa, sih. Ngagetin tau! Ingatan sesat apa memangnya?” tanya Lulu penasaran.
“Oh, jangan-jangan kamu memikirkan Bu Calista yang masih muda itu, ya. Masih kinyis-kinyis, mana baru punya anak satu lagi. Untung kamu, kalau bisa mendapatkan Bu Calista, buy one get one free hohoho,” goda Lulu.
__ADS_1
Adam tersipu malu, wajahnya memerah, ia juga tidak tahu dengan perasaan yang ia rasakan saat itu. Yang ia tahu, hanya Airy lah yang saat ini memenuhi otaknya. Seakan berpikir ingin makan saja tak mampu. Adam masuk ke kamarnya, ternyata ia mendapat pesan dari Airy, yang mengajaknya untuk jalan-jalan besok bersama Rafa juga.
Assallamu’alaikum, maaf Adnan, malam-malam aku mengganggu. Besok bisa temani aku jalan-jalan bersama Rafa tidak? Kebetulan, Abang dan Kakakku sedang keluar kota untuk berbisnis beberapa hari. Jika tidak sibuk, tolong temani aku. Wassallamu’alaikum.
“Wa’alaikum sallam, insyaAllah besok saya jemput jam setengah sembilan.”
Pesan terkirim,
Karena pesan itu, baik Adam dan Airy bahkan tak bisa tidur nyenyak. Jika Airy bahagia akan bertemu dan bersama dengan suaminya, terbalik dengan Adam yang takut jalan dengan istri orang, apalagi yang ia ingat, dirinya suami dari istri orang itu.
“Besok, aku akan mencoba mengatakan kebenaran ini kepada, Mas Adam. Aku sudah lelah mengejarnya.” Keluh Airy.
Malam itu, tiba-tiba kepala Adam terasa pusing. Lulu memberinya saran agar ia beristirahat lebih awal. Adam juga menceritakan tentang keanehan yang ada di dalam pikiran dan hatinya.
__ADS_1
“Aku takut, keanehan yang aku rasakan ini, akan mengganggu hubungan Bu Calista dengan suaminya.” Ujar Adam.
“Apa yang harus aku lakukan. Aku ingin mengatakan semuanya. Tapi, Airy lah yang harus mengatakan kebenaran ini. Aku kasihan kepada Adnan. Pasti dia jatuh cinta dengan istrinya sendiri.” batin Lulu.
“Kamu jatuh cinta,ya dengan Bu Calista?” tanya Lulu.
“Aku bahkan tidak tau dengan apa yang aku rasakan, Lu. Aku selalu merindukannya setiap hari, bahkan aku juga ingin selalu bertemu dengan anaknya juga. Tapi aku sadar, aku juga bukan siapa-siapa. Aku hanya office boy. Mana aku juga tak jelas asal usulnya lagi.” ucap Adam merendah.
Lulu yang tidak tahan mendengar apa yang Adam katakan menyuruhnya untuk tidur, agar besok bisa menemani anak dan istrinya jalan-jalan.
Mentari pagi telah naik, siap menyinari alam semesta di minggu pagi itu. Sejak usai sholat subuh, Airy sudah bersiap-siap diri dan menyiapkan bekal yang akan ia bawa. Melihat adiknya yang sangat bersemangat itu, Raihan dan Hafiz pun tak henti-henti menggodanya.
Ternyata, Airy berbohong soal Raihan dan Hafiz yang katanya akan ke luar kota untuk urusan bisnis. Memang sudah di rencanakan oleh mereka bertiga, bahwa hari ini, Airy akan mengungkap yang sebenarnya, bahwa Adam itu adalah Suami yang selama ini hilang, karena kecelakaan terjatuh ke laut dan hanyut.
__ADS_1