Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 25


__ADS_3

Malam itu, Airy duduk manis di bawah sinarnya rembulan. Sebentar lagi bulan puasa, dan setatusnya kini bukan lajang lagi, tetapi tunangan seorang Ustad. Ia masih bingung akan hal itu, itu sebabnya setelah pertunangannya ia menjadi diam.


"Mungkin juga ini terakhir kalinya aku nangkring, aku sudah jadi tunangan Ustad Adam. Masalah orangtua Rindi juga udah di selesaikan oleh Tante Clara, bahkan besok akan ada sidang dan aku harus menjadi saksi di persidangan itu." Kata Airy yang masih duduk di atas batang pohon.


"Aku senang bertunangan, tapi aku masih bingung gitu loh. Setelah tunangan apa gitu, coba deh besok aku beli novel apa sesuatu yang berhubungan dengan penikahan muda. Ahhhhh pusing aku, lebih baik cari makanan di luar aja lah, berhubungan Ustadzah Ifa udah nggak jadi wali aku hehehe," Airy melompat dari atas pohon tiba-tiba seseorang menjewer telingannya.


"Aw aw, siapa sih ini. Iseng banget deh ah," Kesal Airy.


Ternyata yang menjewer telingannya adalah Rifky, semua keluarga Airy sudah pulang termasuk Aisyah, hanya Rifky yang masih tinggal, karena ia ada beberapa pekerjaan di kota dimana pesantren itu berada.


"Hehehe Papa to? Aku kira Ustadzah Ifa hehe, i'm so sorry Pap," Airy menyatukan telapak tangannya.


"Mau kemana? Kamu ini lho, sudah mau menikah kok masih petangkringan gini, nggak baik tau!"Tegas Rifky.


"Maaf, Airy tuh masih nggak biasa Pa, masak iya Airy harus rubah semua perilaku Airy sih, kan nggak asyik. Bukan Airy itu namanya," celetuk Airy.


"Astagfirullah hal'adzim, kita keluar yuk, kuliner gitu. kebetulan mobil Mama mu ditinggal, jadi kita bisa jalan-jalan,"Ajak Rifky.


"Gass polll." Airy sangat bersemangat jika diajak pergi oleh Papanya.


Sejak kecil memang Airy sangat dekat dengan Rifky, tentunya saat orangtuannya sudah pulang dari luar negri. Karena Aisyah terlalu tegas dengannya, maka ia hanya selalu menuruti apa yang dikatakan Rifky, Papanya.


Tidak menyangka jika di dalam mobil sudah ada Adam, ternyata Rifky memakai metode Ruchan dulu untuk mendekatkan diri dengan calon menantunya. Antara kesal dan malas Airy mengikutinya, bukan tidak suka karena kehadiran Adam, karena dirinya masih bingung saja bagaimana cara bersikap.


Sampai di sebuah rumah makan, Rifky pura-pura untuk ke kamar kecil karena sudah tidah bisa menahannya. Ditinggallah Airy dan Adam disana.


"Assallamu'alaikum warrohmatullahi wabbarokatuh"


"Wa'alaikum sallam, kenapa Ustad?" Tanya Airy.


"Emm, kata beberapa santri tadi, kamu menjadi pendiam setelah pertunangan ini, kenapa? Apakah kamu........." Adam masih bertanya-tanya akan itu.

__ADS_1


"Sttt, jangan tanya itu. Aku hanya ingin Ustad menjawab satu pertanyaanku ini," Airy memotong pertanyaan Adam agar segera mendapat jawaban.


"Iya ada apa?" Tanya Adam.


"Aku kan udah jadi tunangan Ustad kan ya? Nah, apakah aku juga akan kehilangan masa remajaku? Apa aku harus berusaha menjadi Ustadzah Ifa? Kalau memang harus begitu, aku tidak bisa, lebih baik aku akan, bahasa inggrisnya bulan ditambah bahasa inggrisnya pintu," jelas Airy sambil meminum es tehnya.


Kini, Adam tau apa masalah Airy, Airy belum siap kehilangan masa remajanya. Tetapi, Adam tidak ingin memaksa Airy begitu saja. Pasti lama-lama Airy akan berubah dengan sendirinya, sama dengan para santri.


"Ustad nggak suka pedas?" Tanya Airy.


"Emm enggak, saya suka yang sedang-sedang saja kok, kamu jangan makan yang terlalu pedas, kan kamu ada magh," Adam mengingatkan Airy yang hendak mengambil sambal.


-_-_-_


Bukan Airy jika tidak membuat keributan, di belakang meja Airy makan, terdapat sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Awalnya Airy biasa saja, lama-lama ia terganggu karena sang lelaki bersikap kasar kepada ceweknya dengan mengangkat tangannya.


Ketika laki-laki itu mengangkat tangannya, Airy menahannya. Lalu menepisnya hingga tangan laki-laki itu mengenai meja.


"Baru pacar kan? Belum jadi suaminya? Enteng banget tuh tangan, dia dibesarkan oleh keluarga dengan kasih sayang, lihat aja kulitnya mulus gitu, pasti disayang sama keluarganya. Elu baru jadi cowonknya udah gitu, gimana jadi suaminya," kekesalan Airy membuat gadis itu menangis.


"Elu nggak usah ikut campur ya, atau lu gue," tangan laki-laki itu lagi-lagi ringan sekali, ingin memukul Airy. Tetapi berhasil dihalangi oleh Adam.


"Siapa lo!" tungaksnya.


"Saya calon suami dari gadis yang hendak kamu pukul," tangan Adam masih menahan tangan laki-laki itu.


Tiba-tiba lelaki itu memukul Adam dengan begitu keras hingga tersungkur. Cewek dari lelaki itu berusaha melerai dan membantu Adam berdiri.


"Jangan sentuh calon suamiku, kamu lebih baik pulang!" tegas Airy sambil membantu Adam berdiri.


"Dan kamu sudah memukul orang yang aku sayang, nih terima tinjuanku," Airy memukul laki-laki itu hingga bibirnya berdarah, tidak hanya sekali, bahkan Airy menendang laki-laki itu dengan keras, hingga semua pegawai rumah makan keluar.

__ADS_1


Adam masih tertegun dengar kata 'orang yang aku sayang' dari mulut Airy, tetapi ia sambil berusaha meredamkan amarah Airy. Rifky yang melihat dari jauh malah hanya tertawa saja. Bukannya membantu anak dan calon menantunya, malah ia menepis ke tembok sambil menertawakan.


"Bapak kenapa?" tanya salah satu karyawan.


"Lihat anak dan calon mantu saya berkelahi hehehe," tawa Rifky membuat karyawan itu bingung.


"Pak, itu anak bapak loh," karyawan itu berusaha memperingatkan Rifky lagi.


"Iya tau, kan saya bapaknya, hahaha kita lihat saja dari sini, udah sana kerja lagi kamu, nanti dimarahi bosmu loh," Kata Rifky yang tengah asyik melihat pertengkaran anaknya itu


Semua orang berusaha melerai perkelahian Airy, karena laki-laki itu sudah sangat kesal, gelas yang ada di depannya pun di ambil untuk memukul Airy, karena pacarnya menepis tangan laki-laki itu, gelas itu mengenai kening Adam hingga berdarah, karena pecah. (Bayangin aja, sampai pecah tuh, pusingnya bagaimana).


Amarah Airy sudah mencapai level tingkat tinggi, ketika ingin menghantam laki-laki itu, Rifky datang dan menarik baju Airy, dan meminta karyawan untuk membawa keluar laki-laki dan pacarnya itu.


Melihat Adam terluka, Rifky dan Airy langsung membawanya ke klinik terdekat, sebenarnya tidak apa-apa, tetapi kening Adam menjadi bengkak dan ada lukanya sedikit, sehingga keluar darah.


"Kamu sih Ry, ngapain juga kamu berantem. Tapi hebat tadi kamu, tangkas gitu mukulnya, tau rasa tuh cowok," bukannya menasihati, Rifky dan Airy malah bertingkah konyol.


Bahkan sampai Dokter memanggil pun mereka tidak mendengarnya, hingga Dokter itu menegurnya menggunakan nada yang keras.


"Bapak, apakah Bapak keluarga dari pasien?" Tanya Dokter itu.


"Aah iya saya Papanya hehehe," Kata Rifky dengan wajah tanpa salah.


"Papa dari mana? Masih dua bulan lagi Pa," protes Airy sambil mencubit Papanya.


"Iya kak sebentar lagi, kan......."


"Ehem...." Dokter itu semakin kesal.


Rifky dan Airy pun meminta maaf, karena Rifky diminta menebus obat, Airy masuk terlebih dahulu ke ruangan itu, melihat Adam yang saat itu sedang memainkan ponselnya dan duduk di tempat periksa pasien.

__ADS_1


__ADS_2