
“Yes berhasil, hahaha bagus banget ini. Bisa ku taruh di gubuk nanti. Jadi tau siapa yang bikin rusuh!” Desis Airy sambil menciumi CCTV itu.
Airy turun dengan perlahan, ia juga mengembalikan tangga serta obeng yang ia bawa. Dengan hati-hati dan perasaan gembira, ia pun mengelap CCTV itu dengan lembut. Bahkan sambil bersholawat merdu.
“Ah bersih kan? Untung dus nya juga masih ada. Ami ini memang best lah, dus aja masih disimpen, hahaha kalau aku, dus sepatu aja udah jadi abu.” Gumam Airy sambil tersenyum-senyum sendiri.
Siang telah berganti senja, Yusuf sebelumnya bilang jika ia langsung ikut ke TPA. Sedangkan suami dan Papanya belum juga pulang. Airy semakin bosan menunggu mereka sendirian dirumah, ia pun berencana untuk pergi ke rumah Utinya untuk menghilangkan rasa bosan. Ketika hendak menghidupkan mesin kotornya, suara mobil Rifky sudah terdengar. Mereka baru saja pulang, hati Airy menjadi gembira. Entah sejak kapan, Airy mulai merindukan Adam, dan bahkan mulai cinta dengan Adam. Karena sampai sekarang, Airy masih suka bingung dengan perasaannya kepada suaminya itu.
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ahhh kangennya dengan dua Superman ku. Ayo masuk, aku buatkan teh ya," ucap Airy gembira, sambil memeluk kedua lelakinya itu.
"Tunggu! Kamu sehat kan nak? Nggak panas, tapi kok mendeni (nakutin) sih!" Rifky menyentuh kening Airy, untuk memastikan kalau anaknya itu baik-baik saja.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'adzim, Papa fikir istriku ini gila? " tanya ada memeluk Airy.
"Aku berusaha baik kepada kalian, tetapi kalian jahat banget ngatain aku gila. Aku lagi hamil loh, dosa besar jika kalian mendzolimiku!" kata Airy dengan wajah datar.
Melihat ada yang aneh di belakang Airy, Rifky mendekat, menoleh dan mengambil sebuah dus CCTV itu. Airy terlihat pucat sekali, bagaimana tidak? Pasti dirinya akan ketahuan jika tadi memanjat untuk melepas CCTV itu.
"Apa ini? Kamu beli baru?" tanya Rifky.
"Emm, enggak!" jawab Airy singkat.
"Manjat? Ambil dari atas sana?" tanya Adam menunjuk.
Airy mengangguk pelan, lalu mengambil kembali barang itu dari tangan Rifky.
__ADS_1
"Sudah Mas bilang kan? Jangan lagi-lagi manjat, kok bandel sih? Kamu ini sedang hamil loh!" tutur Adam.
"Hey, kenapa kamu jadi kesal sama Airy? Ini anak Papa loh, kamu ini! Udah sana masuk, bawa juga kekamar tuh mainanmu!"
Dasarnya Rifky terlalu sayang dengan anak perempuan satu-satunya. Maka CCTV nempel di lepas pun ia tidak marah. Karena mungkin itu keinginan dari anaknya.
"Pa, kalau Airy kembali manjat lagi gimana? Itu kan bahaya, di lagi hamil Pa," protes Adam.
"Sudahlah, orang ngidam itu beda-beda. Lagian, buat apa juga sih Airy melepas CCTV? Kan aneh, biasanya kalau yang di lakukan ibu hamil itu aneh-aneh, pasti ngidam!" bisik Rifky.
"MasyaAllah, mana ada Pa. Pasti istriku ini punya akan cerdik, pasti ada yang sedang dia rencanakan." Dan keyakinan Adam pun terbukti. Memang Airy sedang merencanakan sesuatu.
Benar kata pepatah, sebaik-baiknya orangtua, keluarga atau sahabat yang mengenal luar dalam kita. Pasangan (suami/istri) lah yang lebih tau dari mereka.
__ADS_1
Malam itu, cuaca sangat mencengkam, di tambah lagi hujan deras yang tiba-tiba turun, membuat Airy tidak bisa tidur. Karena ia paling tidak suka dengan air hujan malam.
Ada cerita apa di balik air hujan malam? Next bab kita bahas.