
Bukan hanya Raihan, Akbar dan Kabir pun juga bergegas pulang ke Jogja. Kabir masih stay di Korea, juga Sandy dan Irene pun juga hadir kerumah Leah, karena Aisyah dibawa pulang ke pesantren.
"Sabar Mas, kita doakan saja agar amal ibadah Kak Ais di terima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, " ucap Ceasy kepada Kabir.
"Tapi Kak Ais Ceasy, dia adalah mentari bagiku setelah Mama. Aku........ " Kabir merasakan sebak didadanya.
Bersama ketiga anaknya, Kabir dan Ceasy pulang ke Jogja secepat mungkin. Begitu juga dengan Akbar yang sejak masuk pesawat menjadi pendiam.
"Bang, kita doakan saja Kak Aisyah. Ikhlaskan, kita harus fikirkan masa depan anak-anak Kak Ais. Ini sudah menjadi kewajiban kita Kak. Kuatkan hatimu untuk mereka ya, " tutur Fatim dengan sangat lembut.
Di rumah Ruchan, Airy duduk berdampingan dengan Yusuf sejak tadi. Nampak Yusuf memeluk sang kakak yang sedari tadi berdiam diri dengan tatapan kosong. Sementara Adam dan Syakir menjemput Rifky pulang dari rumah sakit, ditemani oleh Kenyataan dan Clara.
"Kakak, kakak makan dulu ya. Kasihan dedek bayi yang ada di perut kakak. Dia juga butuh makan kan? " bujuk Yusuf.
"Kakak nggak lapar, peluk Kakak aja, kepala Kakak pusing, " ucap Airy dengan nada lemah.
Yusuf gagal membujuk Airy, hanya Adam dan Raihan yang mampu membujuknya. Yusuf akhirnya hanya memeluk kakaknya itu dengan harap, Airy mau makan dan tetap kuat. Karena Airy adalah anak perempuan Aisyah satu-satunya, ia pun ikut memandikan jenazah Aisyah. Dengan tangan gemetar, air mata yang mungkin tidak mampu menetes lagi, Airy membasuh tubuh jenazah Amin ya itu dengan sangat lembut dan membaca niat memandikan jenazah Ami nya yang masih ada darah mengalir dari lubang telinganya.
__ADS_1
"Airy," Leah menguatkan Airy, kematian akan datang kepada setiap makhluk hidup dimuka bumi itu. Tidak tau kapan dan dimana kematian akan menjemputnya.
Melihat wajah Ami nya yang berseri-seri, Airy yakin jika Ami nya memang sudah siap untuk pergi. Airy berusaha tetap tabah dan kuat, hanya saja, tidak ada tanda-tanda atau pesan terakhir yang Aisyah berikan kepada keluarga, hingga membuat semuanya tidak percaya.
Sejam berlalu, Akbar dan Kabir beserta keluarga ya masing-masing telah sampai di pesantren. Dan kebetulan bersamaan dengan pulangnya Rifky dari rumah sakit. Hati Rifky hancur berkeping-keping, wanita yang dulu di perjuangkan, hidup hampir 20tahun bersama nya kini hanyalah tinggal nama dan kenangan. Tubuh yang terbujur kaku di depan matanya dengan kain kafan yang telah melekat ditubuhnya.
"Airy dimana? " tanya Rifky mulai lemas lagi. Ia bersimpuh di samping jenazah istrinya, tak bisa lagi membendung air matanya.
"Jangan begini Pa, ikhlaskan Ami. Kita sama-ama doakan yang terbaik untuknya ya. Kuat juga untuk Yusuf dan Airy, kasihan mereka jika melihat Papanya sedih begini. " bisik Adam menenangkan.
"Jadi laki-laki itu harus yang tegas! Kalau pilih Niki ya perjuangkan! Tapi kakak sarankan agar kau tetap melanjutkan perjodohan mu dengan Fatim. Percaya deh sama Kakak! " ucap Aisyah yang diingat Akbar saat ia dalam dilema menghadapi cinta dan masa depannya.
"Ceasy itu istrimu, walaupun dia adalah adik angkat mu. Dia sekarang sudah menjadi istrimu. Ingat!! Muliakan dia, sayangi dia, sejak kecil dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungnya. Jadi, berilah ia kasih sayang yang melimpah yaa, kamu akan mendapatkan kebahagiaan dari itu nanti! " ucapan Aisyah yang ada dalam ingatan Kabir.
"Lihatlah Balqis, dia gadis yang sangat baik. Sempurna untuk ibu sambung Aminah, yakinlah kepada Kakak mu ini Syakir." ucapan Aisyah yang ada di ingatan Kabir.
Yang mereka bertiga ingat adalah ucapan Aisyah ketika mereka bertiga akan menentukan masa depannya. Dan bisa terlihat, bahwa kini adik-adiknya menemukan kebahagiaannya sesuai dengan pendat Aisyah.
__ADS_1
"Kenapa kalian jadi nangis sih. Kalian laki-laki loh, nggak boleh nangis. Kakak nggak mungkin lupain kalian, kalian adik-adik kakak yang paling kakak sayangi. Kakak akan tetap selalu menjadi kakak singa kalian, kak ros kalian. Kalian jangan berhenti saling menyayangi ya. Kita ini saudara, sedarah! Yang namanya sedarah itu tidak akan pernah putus persaudaraannya. Sini peluk kakak lagi, kakak sayang sama kalian. " ungkapan ini bisa kalian flashback ke gambaran hati bab. Ungkapan Hati.
"Airy dimana? " tanya Keny kepada Clara.
"Tadi sama si Yusuf, kenapa? " jawab Clara.
"Dia lagi hamil, udah tiga kali pingsan, aku takut kandungannya makin memburuk. Karena memang sedang mengalami gangguan pada kehamilannya! " jelas Keny.
Dipanggilnya Airy dan Yusuf, mereka berdua langsung memeluk Rifky, yang saat itu hanya luka ringan saja, ternyata Aisyah sengaja melindungi Rifky, karena saat itu Rifky sedang tertidur. Karena tidak mungkin untuk menunggu Raihan, akhirnya dengan izin Rifky dan Yusuf, Airy, maka pemakaian jenazah Aisyah akan segera dilakukan sebelum adzan maghrib tiba.
Setelah pemakaman selesai, sanak keluarga tidak langsung pulang. Mereka seperti enggan meninggalkan Aisyah di sana sendirian.
" Hari sudah mau gelap, sebentar lagi maghrib, kita harus segera kembali. Ayo Yusuf. Adam, bawa Airy ya. " punya Rifky.
Tahlilan di gelar usai sholat maghrib, banyak ibu-ibu yang datang untuk mendoakan almarhumah Aisyah di rumah Ruchan. Bahkan sampai tidak cukup tempat untuk mereka duduk, dengan terpaksa harus menghamparkan tikar di halaman rumah.
Next bab masih sedih yaa
__ADS_1