Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 118


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang, Adam segera membangunkan Airy yang masih tertidur. Berkali-kali Adam membangunkan Airy, tetapi Airy tidak menyahutnya, tubuhnya agak dingin. Adam sangat panik, ia pun segera menelfon Aisyah dan Rifky, lalu membawanya ke rumah sakit.


Dalam perjalanan, Adam tak henti-hentinya berdoa, ia tidak ingin terjadi apa-apa kepada Airy dan calon anaknya. Untung saja jalanan masih sangat sepi, ia bisa mengendarai dengan kecepatan penuh. Sampai di IGD, segera petugas jaga memeriksanya, Adam mondar mandir kesana kemari, lalu mendapat telfon dari Aisyah.


"Udah kamu bawa ke rumah sakit? Rumah sakit mana? Dan apa yang terjadi dengan Airy? " tanya Aisyah panik.


Menjelaskan bukan hal mudah bagi Adam, karena mau tidak mau ia juga harus menceritakan kondisi kehamilan Airy yang masih lemah. Tepat jam 6 pagi, Airy baru sadarkan diri, ia menatap di setiap sudut tembok hingga ke seluruh ruangan, Ia pun sadar jika dirinya sudah ada di rumah sakit. Tak ada yang menunggunya, Adam sedang keluar untuk mencari sarapan.


Suster pun masuk untuk mengetes tensi darah dan memperlambat infus karena Airy sudah siuman, Airy pun bertanya di mana orang yang telah membawanya ke rumah sakit.


"Assalamu'alaikum wahai kisanak, yang bawa saya kesini siapa ya? " tanya Airy.


"Wa'alaikumsalam Ibu, ah seorang pria yang mengaku sebagai suami Ibu, Bu. Tapi beliau sedang keluar sebentar katanya, " jawab Suster dengan sopan.


"Kok Ibu sih, masih imut gini di bilang Ibu. Emang saya kenapa? Untung saja saya bangun dirumah sakit, bukan di dalam tanah, kan horor! " lanjut Airy.


Suster itu hanya tersenyum, Airy sebenarnya sangat kuat, ia hanya mengalami dehidrasi yang berlebihan saja akhirnya pingsan. Setelah sadar juga ia masih banyak tingkah.


"Alhamdulillah, tensi Ibu normal, suhu badan juga normal. Satu jam lagi akan ada kunjungan Dokter ya Ibu, mohon untuk dibawa istirahat saja. Jangan terlalu banyak fikiran, kasihan janin Ibu. Saya permisi dulu, Assalamu'alaikum, " kata Suster itu dengan lembut.


"Wa'alaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, Hati-hati kisanak!" lawak Airy.


Melihat ponsel Adam yang tergelak di loker samping, membuat Airy tidak bosan lagi. Ia pun memainkan ponsel suaminya itu dengan senang hati. Tiba-tiba,


"Siapa? Raka? Sejak kapan akrab sama Mas Adam? " Gumam Airy.


"Ganggu saja deh, nanti ah! " sambunya. Ia terus saja memainkan permainan yang memang sudah Adam siapkan untuknya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, sudah bangun ya? " Adam kembali dan membawakan beberapa camilan untuk Airy.


Airy pun memberikan ponselnya kepada Adam. Airy juga mengatakan jika ada pesan dari Raka.


"Tadi ada pesan dari Raka. Sebesar apa hubungan kalian? Eh, maksudnya seakrab apa kalian? Penisirin aku, " tanya Airy dengan melahap roti yang dibawa Adam.


"Penisirin? Kan lagi ada rencana buat usaha bareng, ndak ingat to? " ucap Adam dengan sedikit keraguan, karena ia takut jika Airy mengetahui soal kandungannya yang lemah.


Tak lama setelah itu, Aisyah dan Rifky datang untuk menjenguk Airy. Mereka nampak khawatir, Aisyah dan Rifky langsung memeluk putrinya yang nakal itu.


"Apa kata Dokter?" tanya Aisyah.


"Salam!" tegas Airy.


"Ah, Assalamu'alaikum, kamu kenapa sih nak, Ami khawatir loh. Pagi-pagi udah denger kamu nggak sadarkan diri. Ami sama Papa langsung kesini. Nggak pakai mobil, langsung aja mabur, " ucap Aisyah panik.


"Ami sama Papa ini ya, kalian terlalu khawatir. Lagian kan kita juga baru tau kehamilan ini kemarin, masa iya mau koar-koar sih! " tungkas Airy.


Adam masih meminta mertuanya untuk tetap diam masalah kandungan Airy yang lemah. Ia takut, jika Airy mengetahui itu, malah dia akan stress dan akan memperburuk keadaannya. Karena sudah ada Aisyah dan Rifky, Adam pun kembali ke pesantren untuk mengajar. Awalnya, Adam enggan untuk meninggalkan istrinya, tetapi Rifky memintanya agar tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang guru.


"Kamu hamil kok nggak nggak bilang-bilang sih, agresif sekali kamu. Hamil cepet-cepet hihihi, " goda Aisyah.


"Anak Papa sudah dewasa ya, udah mau punya anak hehehe, sebentar lagi Papa akan jadi kakung dong. Tua banget yee, " sahut Rifky.


Melihat kebahagiannya yang terpancar di wajah kedua orangtuanya, Airy tentu merasa lebih bahagia. Walaupun dirinya belum siap untuk menjadi seorang ibu, namun dirinya tetap akan berusaha menjadi yang terbaik bagi semuanya.


Disisi lain, ketika Adam hendak pulang ke rumah, ia mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli kebutuhan yang akan ia perlukan di kelasnya. Tidak sengaja bertemu dengan Sari, Sari pun mulai dengan dramanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Dam! " salam Sari.


"Wa'alaikumsallam, kamu lagi. Maaf aku sibuk! " ucap Adam acuh.


"Sampai kapan mau seperti ini Dam? Aku juga punya hati Dam, nggak bisa kamu giniin terus! " tegasnya.


"Cukup ya! Sebelumnya aku sudah bilang padamu untuk menjauh dan pergi dari hidupku, kenapa kau tak lakukan itu! " kesal Adam.


"Jangan ganggu aku lagi, aku mohon! Biarkan aku bahagia dengan kebahagiaanku sendiri! Assalamu'alaikum! " Adam masuk kedalam supermarket meninggalkan Sari diluar.


Sari mengepalkan telapak tangannya, ia sangat kesal, marah bahkan emosinya sudah tingkat tinggi. Ia tidak Terima perlakukan Adam terhadapnya, dahulu Adam sangatlah lembut denganya, setelah ada kesalahan pahaman yang muncul diantara mereka, hubungan mereka pun merenggang.


"Apa lagi ini? Kau akan memiliki anak bukan? Aku akan membuat kau kehilangan anak itu, sama halnya denganku yang sudah kehilanganmu Adam! Aku tidak main-main, aku bersumpah akan membuatmu menyesal! " geram Sari.


Siang hari, ketiga teman Airy yakni, Rindi, Raka dan David datang ke rumah sakit. Bahkan Maureen pun ikut bersama mereka. Maureen terkejut dengan kenyataan bahwa Airy adalah anak orang berada, karena Rifky mulai bercerita tentang keluarganya.


"*Hah! Apa? Ternyata Airy ini tajir melintir? Ibunya Dokter, Omnya Dokter, Tantenya pengacara, Omnya satu lagi Dokter, Dua lagi mantan perwira dan seorang ulama? Bahkan kakeknya saja pemilik pesantren ternama? "


"Ahhh aku ada dimana? Siapa aku? Malu dong aku*? " kata Maureen dalam hati.


Siang itu juga Aisyah dan Rifky pulang terlebih dahulu ke rumah Adam, karena merasa Airy sudah nyaman ditemani teman-temannya. Raka mengajak David untuk membeli makanan untuk makan siang, sementara Rindi dan Maureen masih di kamar rawat menemani Airy.


"Aku ke kamar mandi dulu ya, mendadak pengen.... hehehe, maaf aku tinggal dulu, Assalamu'alaikum! " Rindi langsung masuk ke kamar mandi untuk nabung sebentar.


Kecanggungan melanda dalam diri Maureen, ia ingin memulai pembicaraan, namun bingung harus mulai darimana. Ia pun sejak tadi hanya diam dan memainkan tapi rambut yang ia genggam.


Kira-kira Maureen mau ngomong apa ya?

__ADS_1


__ADS_2