Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 149


__ADS_3

Sementara itu, di hari yang sama, Hafiz sedang menemui Sari untuk meminta penjelasan. Apa yang ia dengar dari Rindi, ingin dia dengar juga dari mulut Sari sendiri.


"Assalamu'alaikum," salam Hafiz.


Kebetulan sekali, Sari sedang berada di rumah. Ia tidak menyangka jika yang datang ke rumahnya, adalah Hafiz. Orang yang selalu pengertian kepadanya.


"Wa'alaikumsalam, suara ini? Seperti suaranya Mas Hafiz deh, masa iya? Apakah dia sudah pulang?" Sari bergumam.


Sari pun membuka pintu, ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Lelaki yang sama, yang selalu membelanya di saat ia butuh pembelaan. Di saat ia bersedih maupun bahagia.


"Mas Hafiz? Benarkah ini kamu Mas?" teriak Sari kegirangan.


"Dimana jilbab mu!" Tegur Hafiz dengan wajah tidak senang.


"Oh, di rumah juga, 'kan? Nggak papa lah sekali-kali, ayo masuk Mas." Bukan jawaban itu yang Hafiz inginkan.


Hafiz duduk di sofa berwarna ungu itu. Nuansa rumah itu masih sama seperti 10 tahun yang lalu. Foto masa kecil mereka juga terpampang jelas di ruang tamu. Menikmati pemandangan yang mengingatkan masa lalu, membuat Hafiz menjadi lebih tenang. Keluarlah Sari membawa beberapa camilan dan teh hangat untuknya.

__ADS_1


"Mas Hafiz kapan sih pulangnya? Kok baru mampir ke rumah?" Tanya Sari dengan meletakkan suguhan itu.


"Pakai hijab mu dulu. Baru kita bicara!" Tegas Hafiz.


"Ck, iya, iya. Bentar aku berjilbab dan ganti pakaian dulu. Bawel ... dulu Mas Hafiz nggak gini-gini amat deh!!" Kesal Sari.


Beberapa menit kemudian, Sari keluar dengan mengenakan baju yang sesuai dengan beberapa waktu lalu ia pakai. Kemudian, Hafiz memintanya untuk duduk dan mulai berbincang.


"Semir rambut, tak memakai hijab, baju sexy, tato. Kamu bukan Sari adikku, dimana Sari yang dulu?" tanya Hafiz.


"Sari yang dulu mati di telan masa lalu!" Jawab Sari sewot.


"Tunggu! Mas Hafiz kok berubah dingin gini sih? Bukan hanya aku yang berubah, tapi Mas Hafiz pun juga begitu! Kenapa?"


"Asal Mas Hafiz tau, aku begini gara-gara adikmu yang tak di untung itu. Dia lebih memilih wanita lain, di bandingkan aku ya g sudah mencintai dan menemaninya sejak kecil. Jangan salahkan aku jika aku begini, ini semua karena adikmu yang buta cinta itu!" Geram Sari.


"Cukup!!" Bentak Hafiz.

__ADS_1


"Kau berubah karena hati dan pikiranmu sudah di kuasai oleh iblis, bukan karena Adam!" Tampik Hafiz mulai emosi.


"Aku sangat mencintai Adam, tapi dengan santainya dia menerima perjodohan itu dengan wanita yang tak jelas asal usulnya! Aku pikir dengan aku belajar di luar negri, dia bisa menerimaku, ternyata apa? Aku malah di campakkan! Dengan kejam dia mengatakan kalau dia akan berubah menjadi Adam yang berbeda jika aku berusaha memperjuangkan cintaku! Salahku di mana hah? Di mana! Jelaskan!" Dengus Sari.


Emosi Sari tengah menyulut. Cinta bertepuk sebelah tangan memanglah menyakitkan. Tapi dengan begitu, jangan biarkan hati dan pikiran kita di kuasai oleh ego kita sendiri. Melangkah, move on lah dari orang yang kau cintai. Mencoba bahagia melihat orang yang di cintai nya bahagia.


"Mas Hafiz tau? Adam sudah tiga kali menjebloskan ku ke penjara demi bocah tengil itu. Dia membuang ku begitu saja! Apakah aku tak pantas untuk marah hah?" Hardik Sari.


"Istri Adam tidak bersalah di sini. Dia hanya menjalani perjodohan yang memang harus ia tunaikan untuk keluarganya. Di sini, kamu yang salah! Kamu bahkan menghancurkan semua usaha Adam. Kau boleh menyentuh dan menghancurkan usahanya, tapi jangan sesekali hancurkan masa depan keluarga adikku!" Tegas Hafiz.


"Ingat Mas! Kau dan dia tidak seayah. Buat apa kau membelanya sampai seperti ini. Tak ada guna nya! Karena Adam lah ibumu meninggal. Ingat itu!" Ucap Sari.


"Jadi, aku sarankan. Mas Hafiz untuk balas dendam, rebut istrinya! Karena dia telah merebut Ibumu!" Desak Sari.


"Wanita gila! Selamanya dia adalah adikku, adik kandung ku! Kita memang beda Ayah, tapi dia adalah adikku, kita besar juga dengan air susu yang sama. Jadi, aku peringatkan dirimu, untuk menjauh dari kehidupan kami sekarang." Pekik Hafiz.


"Mulai sekarang, kau bukan adikku lagi! Assalamu'alaikum," Hafiz pun pergi.

__ADS_1


Sari mengepalkan tangannya, ia tidak bisa terima dengan apa yang Hafiz ucapkan padanya. Yang ada di otaknya kini, bagaimana caranya ia bisa menghancurkan hubungan Adam dan Airy. Dengan begitu, ia akan merasa bahagia dan puas.


__ADS_2