
Bagaimana Naira tak tertawa, semua keluarga sudah tahu jika ketek Airy sangat bau, itu mengapa dia selalu naik pohon untuk ngadem agar bau keteknya ilang. Menurut Airy, tapi semua itu tidak mungkin jika Airy tidak mandi bakal tidak hilang bau keteknya.
_-_-_-_
Acara di mulai, Naira sengaja mengunci kamar itu agar Resti tidak berbuat suatu hal yang lebih lagi. Naira juga tidak lupa memanggil Papa-nya untuk memeriksa Resti di kamar itu.
Penghulu
"Bismillahirrohmanirrohim, Ankahtuka Wazawwajtuka makhtubataka , Laila Purnama Putri binti Zainudin Ahmad Hadi Alal mahri seperangkat alat sholat dan uang tunai Hallan"
Raihan Jazeera Kenzo Pratama.
"Qobiltu nikaha Laila Purnama Putri binti Zainudin Ahmad Hadi Wa Tazwijaha Alal Mahri Madzkur Wa Radhiitu Bihi, Wallahu Waliya Taufiq"
__ADS_1
"Bagaiman para saksi?" Tanya Penghulu.
SAH !!!
"Alhamdulillahirobbil 'alamin Allahumma Inni As'aluka Min Khairia Wa Khairi Ma Jabaltaha ‘Alaihi. Wa A'udzubika Min Syarriha Wa Syarii Ma Jabaltaha ‘Alaihi"
Semua orang memberikan ucapan selamat kepada Raihan, ia mampu mengucapkan ijab qobul itu dengan satu nafas dan benar. Padahal, ia belum latihan dan sebelumnya belum mengerti nama lengkap Laila yang memiliki nama belakang yang sama dengan adiknya. Yakni Putri.
Setelah sah, Laila di antar dan di sandingkan dengan Raihan. Memang tak langsung berada di pelaminan. Sebab, setelah selesai menandatangani beberapa berkas, Laila harus setor hafalan Surah Al-Mulk, sesuai dengan syarat yang Raihan ajukan.
Sebelum memulai, Laila menatap ciwi-ciwi yang berada di sampingnya. Yakni, Airy si ibu satu anak yang masih bandel, kemudian Naira si usil, Aminah si pembuat onar kedua dan juga Mayshita si kalem kesayangan Laila.
Tak lupa mereka menyemangati Laila, merasa terharu dengan saudari barunya, Laila mulai meneteskan air mata. Selama ini, ia tidak pernah merasa sehidup ini. Meski kecukupan, semua kebutuhan telah terpenuhi, hatinya selalu merasakan kehampaan.
__ADS_1
Kini ada banyak saudari dan saudara yang akan bersamanya mengisi lembaran hidup baru bersama keluarga baru. Lantunan di mulai, hafalannya sangat bagus, dalam waktu dua minggu, Laila mampu menghafal dengan baik. Semua tasjid tajwidnya benar. Mengalir lagi air matanya, baru kali ini, dia bisa menghafal dengan baik.
Ternyata, apa yang di syaratkan Raihan ada faedahnya untuk seluruh keluarga. Ada desas desus yang memang mengatakan, jika calon istri Raihan buta dengan agama dan berbicara dengan kasar. Semua desus itu telah di patahkan oleh lancarnya Laila dalam menghafal. Bahkan, suaranya juga sangat merdu.
"Siapa yang kemarin bilang calon istri dari pesantren ini nggak bisa mengaji?" bisik seorang ibu-ibu muslimatan.
"Sopo, yo? Aku yo lali eh, Yu! Koyone Yu Juminah." (Siapa, ya? Aku ya lupa eh, Mbak. Sepertinya Mbak Juminah)" jawab salah satu dari ibu-ibu muslimatan itu.
"Hoh dasarnya mulut ember, Mbak Jum itu," timpal ibu lainnya lagi.
"Mana ada, fasih gitu kok. Nggak seperti Airy dan Aminah yang pecicilan," sahut ibu lainnya lagi dan lagi.
"Hoalah bu ibu, panjenengan niki nggeh. Ngenjeng kulo tambahi maleh info yang luar biasa, purun? niki rumiyen tapi, (Hoalah bu ibu, kalian ini ya. Besok saya tambahi lagi info yang luar biasa, mau? Ini dulu, tapi)" tanya Airy dengan mengajukan gambaran api neraka di ponselnya.
__ADS_1
Jurus jitu Airy yang kedua untuk membungkam perbincangan ibu-ibu yang sering membuatnya kesal.