Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 138


__ADS_3

Diperjalanan, Airy terlihat sangat gembira. Ia makan camilan nya dan bernyanyi ria. Sesekali menyuapi Adam dengan jumlah sangat banyak. Airy benar-benar ingin menghibur suaminya yang sedang tidak nyaman fikiran nya mengenai usahanya.


"Senyum dong Mas, masa dari tadi cemberut mulu. Sini aku cium!" goda Airy.


"Enggak kok, ini senyum." Adam pun mencoba untuk tetap tersenyum.


"Halah, terpaksa. Yang namanya usaha ada yang ngerjain itu wajar kali Mas. Tenang saja, setelah pulang dari rumah Papa, kita mulai dari nol lagi oke? Mas urus perkebunan, aku urus empang hahaha, lagian tuh orang usil untung nggak nyentuh peternakan kita Mas," tutur Airy sambil menepuk-nepuk bahu Adam.


"Mas ndak mau su'udzon sih, Naudzubillah ya. Tapi Mas kok merasa ini kerjaan orang yang udah kenal Mas gitu. Maksud nya dengan empang, kan ada di dalam tuh kolam lele, bagaimana bisa orang luar masuk sembarang ke pesantren? Aneh ndak sih?" ucapan Adam tidak lah hanya tebakan semata.


Karena memang tidak mungkin orang luar yang melakukan itu. Siapakah orang yang tega itu? Masih menjadi tanda tanya.

__ADS_1


Sementara, Hafiz yang kala itu menyelidiki empang Adam, ia tetap berfikir ada orang yang sengaja. Karena ada beberapa botol serbuk yang entah itu apa isinya di samping gubuk.


"Ada ini, aku yakin ada yang sengaja. Kasihan Adam, dia gunakan uangnya sendiri usaha. Tapi malah ada yang menjahili seperti ini, padahal sebentar lagi sudah panen," ucap Hafiz.


"Iya Mas, mau bagaimana lagi? Ini sudah terjadi juga, kita hanya perlu menyelidiki saja, keputusan selanjutnya ada di tangan Allah dan Adam." sahut Ustad Zainal.


Mereka pun menyuruh beberapa santri untuk menguras dan membersihkan empang itu. Sementara sore nya, Adam dan Airy sudah sampai Jogja. Sebelumnya, mereka juga membawakan beberapa oleh-oleh untuk Yusuf dan Papanya di sana.


"Papa paling seneng sama gurame bakar disini. Sayang pemilik udah almarhum, tapi rasanya tetep enak sih." tutur Airy.


Tak ada satu katapun yang terucap di bibir Adam. Ia hanya memandangi istrinya penuh dengan kasih, ia sangat bersyukur memiliki istri yang mampu menerimanya apa adanya. Bahkan disaat ia di uji ekonominya, dengan senyuman Airy saja, sudah membuatnya semakin semangat bangkit kembali. Adam pun menyentuh dan mengusap-usap perut Airy dengan sangat lembut.

__ADS_1


"Shukraan zawjati , 'indama zuruf mithli hadhihi , la tazal turid murafiqi. Uhibbuka jiddaan," ucap Adam mengusap pipi Airy.


"Haih, aku hanya tau arti sukraan sana uhibbuka nya aja. Jangan ngetes gini deh, kan sudah tau setiap pelajaran bahasa Arab aku bolos," Airy menggerutu.


Adam hanya tersenyum, dan kembali menggenggam tangan Airy dengan erat. Bangkit dan memulai dari awal bukanlah hal mudah, butuh perjuangan lagi. Tapi tidak akan sulit jika ada dukungan dari orang yang dicintainya.


Sampai di rumah tepat waktu maghrib, Adam dan Airy segera sholat Maghrib, tetapi mereka lakukan di rumah saja. Karena ternyata Yusuf dan Rifky sudah berada di masjid terlebih dahulu. Setelah sholat magrib Airy pun menyiapkan oleh-oleh yang ia bawa di meja makan, ketika Airy sedang sibuk di dapur, tiba-tiba Adam memeluknya dari belakang. Ia bahkan menyandarkan kepalanya di bahu kiri dan membisikkan kata-kata manis.


Tubuh Airy berbalik, mereka saling menatap. Entah setan apa yang lewat di samping mereka berdua, mereka pun hendak berciuman. Bibir sudah saling menempel, ketika Airy membuka mulutnya, Yusuf masuk begitu saja.


Krik... krik..... Sontak Yusuf langsung membalikkan badannya dan ia pun sangat kesal. Ia baru saja pulang dari masjid dan mengaji, sampai di rumah matanya sudah harus di nodai oleh adegan dewasa yang seharusnya tidak boleh ya lihat.

__ADS_1


"Kalian kalau mau gituan di kamar napa!" Teriak Yusuf sangat kencang.


Lalu Adam dan Airy langsung berbalik, mereka pun menjadi salah tingkah. Bukannya merasa bersalah, Airy malah membalikan fakta, ia malah memarahi Yusuf karena masuk tidak mengucapkan salam terlebih dahulu.


__ADS_2