
"Assallamu'alaikum, maksut chat Abang apa ini?" Tanya Airy menelfon Raihan.
"Wa'alaikum sallam warrahmatullahi wabarokatuh, Ya Allah Airy, jam segini telfon? Besok kan ketemu, dah sana tidur yang nyenyak. Wassallamu'alaikum!" Tutup Raihan, siapa yang tidak kesal jika jam dua pagi sedang nyeyak-nyenyaknya tidur di ganggu oleh suara telfon.
Siapa yang tidak kesal juga jika dibuat penasaran, bahkan Airy sampai tidak bisa tidur lagi karena penasaran tentang apa yang akan Adam dan Raihan lakukan untuknya. Airy membuka group chat nya yang disana juga ada nomor Adam, ia memberanikan diri menanyakan langsung apa yang di maksud dengan Raihan di chat yang ia baca.
"Astaghfirullah hal'adzim, nggak ada akhlaq ini otakku, masa iya chat cowok sih? Mana sepagi ini lagi, tapi kalau nggak tanya, aku penasaran lah, ahhhhh," kesal di diri Airy sudah mencapai ubun-ubun.
Karena rasa penasarannya semakin besar, akhirnya Airy pun mengirim pesan kepada Adam dengan santai. Sudah setengah jam lebih pesan itu tidak di balas oleh Adam, jangankan dibalas, dibuka saja tidak, tetapi terkirim. Mulai ilfeel lah dengan diri sendiri.
"Yakin memalukan Astaghfirullah," Airy semakin kesal, ia bahkan sampai jungkir-jungkir balik di ranjangnya.
__ADS_1
Kluntiiin........
Suara pesan balasan masuk, ponsel yang baru saja ia charger langsung ia cabut. Airy yakin jika pesan itu dari Adam.
Beberapa menit lalu, Adam baru selesai pulang dari aula, ia ketiduran disana. Dibangunkan oleh beberapa santri yang sedang keliling, dan langsung masuk kamar. Tidak lupa sebelum tidur wudhu terlebih dahulu, merasa ada yang menarik dengan ponselnya, Adam pun mengambil ponsel itu, alangkah terkejutnya ia mendapat pesan baru dari nomor yang tidak di ketahui. Ada wallpaper warna orange juga disana, dan bertuliskan nama Airy menggunakan aksara jawa.
"Masya Allah, yang benar saja? Ini dari Airy?" betapa bahagiannya Adam.
Pada akhirnya pesan dari Airy ia buka juga, seperti ingin membuka hasil ujian saja, tegang, takut, deg-degan, bahkan dada berdebar.
"Assallamu'alaikum Ustad, ini aku si anak nakal, mau tanya boleh? Boleh dong, boleh ya? Besok Ustad dengan Abangku yang ngganteng itu mau kemana sih? Kok aku diminta nganterin kalian gitu? Ada apa?" berikut isi pesan Airy.
__ADS_1
"Jawab apa ya? Kenapa juga si Raihan ini cerita, kan aku jadi tambah nambah dosanya, Astaghfirullah,..." ucap Adam.
Dibalasnya pesan, sedikit kesal karena dibalas sangat lama, tetapi Airy merasa bahagia ketika mendapat pesan balasan dari Adam.
"Berasa menerima THR dari Kakung aku pas menerima chat balasan dari Ustad Adam, kenapa ya? Sama yang lain aja enggak! Punya hutang kali aku, hahaha makanya gelisah membara," gumam Airy dengan tawa.
Melihat balasan dari Adam membuat Airy bisa kembali tidur dengan tenang., Bahkan ia sangat memipikan hal yang dikatakan kepada Airy jika Airy bisa tidur saat itu juga.
"Wa'alaikum sallam Airy, insaallah besok aku mau ke kebun, aku memesan beberapa tanaman indah disana. Dan juga memesankanmu pohon rambutan dengan kwalitas bibit yang bagus, agar saat besar nanti, kamu bisa nangkring disana bareng aku, hehehe gitu"
"Ummm mecurigakan, tapi apa salahnya aku percaya. iya in aja deh, bisa bobok manis deh." Airy pun melanjutkan mimpi manisnya.
__ADS_1
Nafsu Adam untuk mengirim pesan kepada Airy masih tertahan, ia akan sabar menunggu dimana saat nya nanti mereka akan bersatu di dalam sebuah ikatan pernikahan. Diam-diam Adam juga sudah memsankan fornitur rumah yang bagus sesuai selera Airy yang ia dapat informasinya dari Raihan. Kemungkinan, lebaran nanti rumah Raiham akan segera jadi dan siap dihuni, oleh pengantin baru kelak.