
Setelah Andra dan Papanya pergi.......
"Kenapa harus nomorku?" tanya Adam.
"Iya dong, kan aku ndak bisa selalu bawa ponsel di pesantren. Jika Andra telfon nanti, otomatis Ustad akan mencariku." Goda Airy.
"Kita pulang!" Adam grogi dengan godaan Airy.
Disepanjang jalan, Adam hanya diam saja. Berbeda dengan Airy yang asyik berkaraoke ria di dalam mobil. Bukannya bergaya anggun di depan calon suami, tetapi malah bersikap acuh tak acuh.
Mereka sampai dirumah hampir maghrib, Raihan segera meminta Adam untuk mandi dan bersiap-siap sholat ke masjid, dan menunggu sholat tarawih disana. Hadiah yang ingin Adam berikan menjadi tertunda karena kehadiran Andra sore tadi.
"Masya Allah, ini pasti teguran dari Allah. Belum menjadi mahram aku sudah bernafsu memberikannya hadiah, sebaiknya aku akan berikan ini setelah pernikahan saja. Biar kusimpan dulu lah," kata Adam menyimpan sesuatu dalam kotak berwarna biru muda kedalam tasnya.
Maghrib itu, Raihan, Adam dan Yusuf pergi ke masjid, sedangkan Aisyah dan Airy masih berada dirumah. Kali ini Rifky akan pulang malam, jadi tidak bisa melakukam tarawih bersama di masjid.
__ADS_1
"Papa mana Mi?" tanya Airy.
"Belum pulang, sudah sholat maghrib belum?" tanya Aisyah kembali.
"Udah dong, baru saja. Masak banyak amat Bu? Mau kendurenan kah?" Airy menggoda Aisyah, bahkan memakan satu ayam goreng kesukaan dari Abangnya.
"Airy! Makan itu duduk, jangan bicara! Habiskan makanannya, baru bicara. Duduk!" tegas Aisyah.
Airy langsung duduk dan memakan ayam goreng itu. Karena kekenyangan Airy sampai tertidur di sofa ruang tengah. Berkali-kali Aisyah bangunkan untuk sholat tarawih, Airy masih saja tetap terlelap, tanpa basa basi Aisyah menyiramkan air di wajaah dan tubuh Airy.
"Mana ada Jogja banjir, cepat bangun sholat tarawih sediri dirumah. Kita sudah telat jika mau ke mushola." Kesal Aisyah sudah tidak bisa tertahan.
"Laillahaillallah Mi, kenapa kejam banget sih sampai siram air segala. Kan bisa bangunin baik-baik," tutur Airy dengan lembut.
"Tumben bisa lembut, nggak ada basa basi lagi kalau bahas tentang sholat ataupun mengaji, segera ganti baju, wudhu dan sholat tarawih! Masih untung hanya pakai air, di neraka kamu akan disiram menggunakan luapan bara api. Mau?!" Aisyah sangat tegas jika sudah menyangkut tentang ibadah.
__ADS_1
Bukan masalah karena mereka keluarga yang berpegang dari agama yang kuat. Menurutnya, agama itu adalah tiang utama kehidupan, memiliki tujuan hidup dan bekal di akhirat nanti. Sama pentingnya dengan mengejar dunia, didunia masih bisa ditunda. Tetapi di akhirat,.......?
Berat memang menjalankan sholat tarawih sendirian dirumah. Setelah sholat tarawih, Airy mengambil.Al-Qur'an nya, lalu mengaji dengan sangat khusuk. Bahkan membuat Adam menjadi sangat tenang saat mendengar Airy bertadarus.
"Ustad, nanti Ustad tidur di kamar tengah saja ya. Aku dan Raihan tak tidur sekamar saja." kata Raihan.
Namun, kata-kata Raihan tidak didengarkan oleh Ustad yang sedang jatuh cinta itu. Ia sedang asyik mendengarkan lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur'an yang Airy lantunkan.
"Ustad, Ustad, Ustad!" panggil Raihan.
"Ah iya, bagaimana. Astagfirullah hal'adzim maaf, aku terlena dengan lantunan surah Al Baqarah yang Airy lantunkan, maaf Raihan, Masya Allah," tutur Adam.
"Ingat dosa, sah in aja udah Ustad, dari pada nambah-nambah dosa," timpa Yusuf yang saat itu duduk di sampingnya.
"Astagfirullah, Yusuf! Belum saatnya kamu membahas hal begini, sah apa nya! Udah sana tidur!" pinta Raihan.
__ADS_1
Sekali lagi Raihan menjelaskan kepada Adam tentang kamar yang akan ia tinggali saat menginap dirumah Raihan. Sebelumnya juga Raihan dan Aisyah telah melapor kepada bapak rt dan tetangga terdekat, jika Adam akan menginap dirumahnya.