
Sandy membawa orangtua Rindi kemobilnya, disana masih ada Irene dan clara yang sedang mendadani Naura, karena Naura baru belajar behijab. Kali ini Keny juga hadir di acara pernikahan Ustad Zainal, karena akan ada pertunangan antara Airy dan Adam juga. Melihat Sandy yang menarik-narik orangtua Rindi, Keny keluar dari mobil dan menanyakan hal yang sebenarnya terjadi. Selalu ada aja masalah di keluarga itu.
“Ada apa sih Pa?” Tanya Keny keluar dari mobilnya.
“Masuk! Biarin Mama, Clara dan Naura keluar dulu, bawa dua orang ini ke keantor polisi,” pinta Sandy.
“Emang kenapa sama mereka berdua Pa, kenapa juga kita harus rekreasi ke polsek segala?” Tanya Clara.
Tanpa mengaikan perintah, Irene membawa Naura masuk ke pesantren, lalu Sandy, Keny dan Clara membawa orangtua Rindi ke kantor polisi Diperjalanan, Sandy menegaskan kepada Orangtua Rindi agar tidak macam-macam saat dikantor polisi
nanti, atau Sandy akan membuat mereka dihukum sangat berat.
“Sebenarnya apa yang telah terjadi sih Pa? Di tempat orang bikin rusuh deh ah,” kata Clara sambil membereskan beberapa dokumen yang ada di mobilnya.
“Mereka memukul Airy!” ungkap Sandy.
“Apa?” Keny dan Clara kompak, mereka tidak
menyangka jika orangtua Rindi menyakiti keponakannya.
“Kami tidak salah apa-apa, si anak itu aja yang ikut campur urusan kami. Kami jadi kesal lah, kenapa juga kami harus dibawa kepolsek, kami tidak bersalah, kami tidak mau,” Kata Ayah Rindi membela
diri.
“DIAM!!!” Tegas Sandy.
Kedua orangtua Rindi langsung terdiam,
mereka ini sebenarnya buronan yang sudah lama menjadi incaran polisi, mereka berdua nampak ketakutan ketika hendak di bawa ke kantor polisi.
Dikamar Airy, semuanya heboh karena menampar di pipi Airy, sedangkan Airy sendiri nampak santai, tenang dan menikmati camilannya. Bahkan mengabaikan dengan wajahnya yang seperti memakai blush on.
“Kalian kenpa sih, heboh banget sih. Tinggal ditutup pakai cadar udah kelar,” tutur Airy dengan sangat santai.
“Tapi Airy, ini itu nggak bisa ditutup pakai bedak lagi Kompres ya, siapa tau nanti terlihat pudar memarnya,” kata Aisyah mencoba untuk membujuk Airy.
“Nah benar tuh, kalau tidak di tebelin aja foundationnya. Biar saat tunangan nanti terlihat cantik,” Leah memberi ide yang cemerlang, tetapi Airy tetap menolaknya.
“Nggak mau, gini aja natural lebih enak. Lagian kan Cuma tunangan, buat apa dandan, yang lihat juga santriwati kan? Sesama perempuan juga,” celetuk Airy sambil memakan camilannya.
Berbagai buukan tidak mempan untuk Airy, ia sama sesakali tidak mau untuk ber mak up. Sampi akhirnya, Aisyah mendapa ide, agar Raihan yang membujuknya, karena selama ini, jika Raihan yang
__ADS_1
membujuk, Airy pasti menurutinya.
Karena Aisyah dan Leah adalah tamu special,
mereka disiapkan tempat khusus untuk beristirahat di rumah Kyai besar. Jadi, walaupun Raihan keluar masuk ke kamar Airy, tidak ada yang harus di khawatirkan, karena tidak ada santriwati lain yang ada di sana.
“Kamu tunggu aku disini aja ya, aku masuk dulu, ada yang harus aku bereskan mengenai Airy, Ami sama Utiku sudah melambaikan tangannya soalnya,” Kata Raihan menyuruh Diaz dan Raditya menunggunya di luar.
“Lakukan yang terbaik Han, kita akan tunggu disini,” Ucap Raditya menepuk tangannya dengan Diaz.
“Assallamu’alaikum warahmatullahi wabbarokatuh" Salam Raihan.
“Wa’alaikum saallam warrahmatullahi wabbarokatuh.”
Raihan masuk kerumah dan segera masuk ke kamar dimana Airy juga ada disana. Raihan juga menyuruh Aisyah dan Leah untuk menunggu diruang tamu dan menunggu kabar baik dari Raihan.
“Assallamu’alaikum warrahmatullahi wabbarokatuh,” Salam Raihan.
“Wa’alaikum sallam, hadeh Abang gue yang ngganteng udah datang, jurus Ami sama Uti ini,” Gerutu Airy.
“Kenapa tuh muka?” Tanya Raihan.
“Biasa, aktrasi buat cari sesuap nasi, kenapa Bang? Mau bujuk aku make up?” Airy sudah mengerti maksut
Berbagai macam cara untuk membujuk Airy, tetapi semua gagal. Kali ini malah Airy dan Raihan bertengkar karena masalah make up, dan Airy mengamuk karena makanannya di ambil oleh Raihan.
“Abang ah, itu makanan aku,” Teriak Airy.
“Makan mulu, Abang heran deh kenapa kamu itu tetap kurus walau makan banyak. Make up!” Tegas Raihan.
“Enggak!” Jawab Airy,
“ Make up!”
“Enggak!”
“Make up!”
“Enggak!”
“Airy!”
__ADS_1
“Abang!”
“Airy!”
“Cantik,”
“Surah Al- kautsar”
“Ok, aku make up. Tapi hanya bedak, nggak pakai yang lain,” akhirnya Airy kalah, ia mau menurut untuk Make up.
“Good, aku akan beri kabar ini ke Ami dan Uti. Assallamu’alaikum warrohmatullahi wabbarokatuh,” Salam Raihan keluar dari kamar.
“Wa'alaikum sallam. Kenapa juga harus pakai jurus pamungkas, dah tau aku ada sesuatu sama surah itu.” Kesal Airy.
Sementara itu, acara pernikahan akan segera dilaksanakan. Dan berjalan sangat lancar, tak ada hambatan apapun. Di samping itu, Ruchan malah sedang asyik mengobrol dengan Rindi, mereka membahasa banyak hal yang kedepannya menyangkut masa depan Rindi.
“Aku sangat malu dengan keluarga Airy Ustad, kalian begitu baik, rumor tentang keluarga kalian juga nyata. Aku malu Ustad, aku sudah menjahati Airy,” Kata Rindi menangis.
“Nak, terkadang kita harus menjadi jahat terlebih dahulu, agar bisa mengerti apa itu kebaikan, eh salah. Ngomong apa ya saya ini hehe, sudahlah nggak usah dimasukkan ke hati, oh ya, panggil saya Kakung saja,” Ruchan mencoba menghibur Rindi.
“Airy aja panggilnya Kakek, masa iya saya panggil Ustad dengan sebutan Kakung sih,” Rindi sudah mulai tersenyum.
“Airy bilang kakek kalau di depan umum saja, kalau pribadi ya panggil Kakung, dia itu memiliki sebutan nama tersendiri bagi seluruh keluarga, padahal anggotanya banyak, eh lagi-lagi ngomongnya nggak jelas gini ya hehehe” Kata Ruchan.
Hal yang dijanjikan Ruchan adalah mencarikan orangtua kandung Rindi, jikapun tidak, Ruchan akan mengangkatnya menjadi anaknya. Lalu menyekolahkan sampai tingi dan meraih cita-citanya.
Bagaimana tidak beruntung Rindi, ia bisa terbebas dari beban perintah orangtuannya, tetapi soal perasaannya ke Adam bukanlah mainan, Rindi sangat mencintai Adam sampai saat ini.
Tidak terasa upacara pernikahan Ustad Zainal dan Ustadzah Ifa telah usai, kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Semua memberi selamat untuk mereka berdua, sebelum memberi selamat, pembawa acara mengumumkan bahwa akan ada satu lagi acara di pesantren itu.
Pertunagan Adam dan Airy, tetapi hanya sebatas pengumuman dan doa saja, karena itu keinginan Airy, ia tidak ingin ada acara untuk pertunangannya, akan ada waktunya nanti untuk acara mereka di hari Pernikahan.
Wajah sumringan Adam tidak bisa menutupi hatinya, akhirnya mereka ada ikatan, dan setelah lebaran akan ada acara pernikahan untuk mereka. Kini Adam juga sudah memikirkan rumah untuk mereka tinggali nantinya. Hatinya sangat lega, begitu pun dengan Airy, walaupun belum merasakan apa itu cinta, tapi ini adalah jalan terbaik untuk mereka berdua.
“Airy anak Ami udah besar ya, cie udah tunangan, bentar lagi akan nikah ini, cie” Goda Aisyah.
“Alhamdulillah, selamat ya cucu Uti yang cantik, baik dan sholehah, nih camilannya, hemm cantik deh make up an gini.” Sambung Leah.
“Airy…….selamat ya, akhirnya tunangan juga dengan Usitad Adam. Tau nggak, para santriwati patah hati berjama’ah tau hehe selamat sahabatku,” Kata Nadia memeluk Airy.
Airy hanya senyum-senyum saja dan mangguk-mangguk,saking cueknya sampai tidak bisa mengeluarkan ekspresi, ia bingung, antara bahagia atau malah heran. Pertunangannya ia gelar di saat ia
__ADS_1
masih sekolah kelas 3 MA, dan itu bukanlah cita-cita sejak kecil.