
“Kenapa guguknya masih di situ, sih?” gumam Airy.
“Bagaimana kalau kita usir dengan melemparinya dengan sandal?” usul Adam.
“Jangan,dong. Jahat itu namanya, Bray. Berdoa kita, masih ingat doa untuk menghindar dari kejaran guguk, ‘kan? tanya Airy.
“Maaf, tapi saya sedikit lupa. Karena dua bulan lalu, saya mengalami kecelakaan,” jawabnya.
“Santai, Bray. Aku siap mengajarimu, follow listen too me, oke?” senyuman Airy
mengingatkan sesuatu lagi bagi Adam.
“A’udzubillahi minas syaithanir rojim,” ucap Airy.
“Hah? Cuma itu? Kalau itu saya pun juga tahu, ini kan guguk Bu, bukan setan!” seru Adam.
__ADS_1
“Apapun penyebab guguk menggonggong, pasti ada syaiton juga di sampingnya. Lagian, artinya kan memang baik, bambank!” tegas Airy dengan nada sedikit kesal.
“Asal kamu tahu, ye. Guguk itu, merupakan hewan dengan sepuluh keistimewaan. Seperti yang disebutkan secara rinci oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Kasyifatus Saja. Sebagaimana, keistimewaan guguk ini yang patut disandang oleh bangsa zuhud, tawakal, ridha, sabar, syukur dan seterusnya. Ah bingung aku, tapi itulah!” jelas Airy.
Adam menatap kagum kepada Airy. Dalam hatinya ia tak pernah menjumpai wanita sepertinya, sangat sederhana dan lincah saat bicara mengenai agama. Tanpa ia sadari, Adam sudah menggenggam tangan Airy begitu lama. Sampai seseorang datang dan menegurnya.
“Maghrib, woy! Ingat waktu, pacaran main naik di atas pohon mau ngapain, hah? Turun kalian!” sungut seorang lelaki paruh baya yang hendak pergi ke masjid.
Airy dan Adam pun tutun dengan melompat, kemudian menjelaskan dengan apa yang baru saja ia alami. Untung saja, memang ada guguk yang sangat galak di sekitar komplek dekat taman, jadi si lelaki paruh baya itu percaya saja. Mengingat Airy adalah cucu dari Arman (Papanya Leah) memang memiliki garis keturunan dengan akhlak yang baik dan juga terpandang dahulu.
“Kan enak, nggak usah susah-susah tes DNA lagi. Lha wong sudah jelas dia ini suamiku. Ah, pengen peluk, tapi kok masih harus di tahan,” batin Airy.
Sampailah mereka ke rumah. Lalu, sholat maghrib berjama’ah bersama dengan Raihan dan juga Hafiz yang sudah menunggu Airy pulang. Adam merasa canggung dengan keluarga bos besarnya itu. Dia pun hanya diam saja. Selesai sholat, makan malam sudah di sediakan oleh Bi Nar. Mereka pun menyantap santapan malam dan mulai saling
mengobrol. Obrolan itu terhenti, saat Doni datang menanyakan pepi nya.
__ADS_1
“Assalamua’alaikum, maaf loh ya semuanya aku ganggu. Tapi aku ada pertanyaan penting untuk, Mbak Airy!” seru Doni.
“Ada apa, Don?” tanya Airy dengan wajah tak bersalah, seakan tidak memiliki dosa dengannya.
“Di mana pepiku,” decak Doni.
“Siapa Pepi? Pacarmu? Ngapain tanya aku coba,” jawab Airy masih tidak merasa bersalah.
“Haduh Mbak! Masa nggak tau si pepiku yang cantik, bohay, manis, mempesona seperti pesona Indonesia itu,sih. Vespa biruku loh yo,” Doni mulai kesal.
“Di pos depan.” Jawab Airy singkat.
Di otak doni langsung konek, di depan berarti di pos satpam. Dengan tergesa-gesa, Doni pun meluncur ke sana. Semuanya di buat tertawa oleh tingkah Doni yang lucu itu.
Ketika semuanya tertawa, tidak menyangka, Rafa yang sudah bisa berjalan itu menghampiri Adam dan menyebutnya dengan sebutan ‘Abi’.
__ADS_1
Author imut ini udah memanjakan dengan up lumayan loh, manjakan aku juga dengan vote dong, atau rate juga boleh. Maksa dikit boleh, dong😅🤣