Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 113


__ADS_3

Karena sedang tidak enak hati, Adam pulang kerumah langsung ke pesantren untuk mengajar, lalu siangnya ke perkebunan ta pa melihat ponselnya terlebih dahulu. Bahkan baterainya habis pun Adam tidak sadar.


Sedangkan Airy beserta rombongan sudah berada di lokasi camp, untung bukan di hutan atau di lapangan mana, tempatnya di wisata wahana flying fox. Jadi masih banyak sinyal disana, bukan medan terjal juga, bahkan disana banyak topik selfi buat yang suka selfi.


"Kenapa Mas Adam nggak chat atau telfon aku sih? Kan aku kangen, nggak peka banget sih, udah bikin salah juga, malah kek gini!" Gumam Airy kesal.


Kegiatan camping akan segera dimulai. Takut terganggu, ketua regu camp meminta untuk semua peserta camp harus mematikan ponselnya terlebih dahulu. Hampir seharian kegiatan itu berlangsung, sejak tadi, David dan Raka terus saja berebut perhatian dengan Airy, itu membuat Maureen menjadi kesal.


"Bisa-bisanya si Airy direbutin dua cowok sekaligus, mana ganteng-ganteng lagi. Aku nggak bisa terima gitu aja! Aku kan juga pengen di posisinya! " kesal Maureen.


"Terus? Apa yang mau kamu lakukan? " tanya Sisil.


"Kita kerjai Airy, enak saja dia main-main sama dua cowok ngganteng. Let's Go!!! " Maureen bersemangat untuk mengerjai Airy.

__ADS_1


Awalnya, Maureen mengerjai makanan Airy dengan menaruhnya obat pencahar. Tetapi malah Sisil yang kena, setelah itu ia juga membuat kaki Airy kesleo, bahkan sampai membengkak dan biru. Tidak sengaja Rindi mendengar percakapan Maureen dan Sisil yang bersorak kegirangan karena berhasil membuat Airy celaka.


"Yes, akhirnya. Rasain tuh!! Pincang kakinya hahahhaha, " tawa Maureen.


"Oh! Jadi ini perbuatan kaliaan? Cepat minta maaf, atau kalian akan pulang naik bisa dari sini sampai kampus! " tegas Rindi.


"Apa maksud kamu? Jangan sembarangan nuduh deh! " kata Maureen mengelak.


Dengan cerdik, Rindi merekam semua percakapan mereka berdua tentang keberhasilannya membuat kaki Airy kesleo. Mau tidak mau Maureen pun minta maaf kepada Airy.


"Kenapa Mas Adam belum ada kabar juga sih? Ah, sakit banget ini, siapa yang tega bikin lubang di depan tendaku itu, aku cincang nanti kalau ketemu! " kesal Airy menjadi berlipat ganda.


Datanglah Maureen dan Sisil, di sampingnya juga ada Rindi.

__ADS_1


"Airy, maaf! " Kata Maureen.


"Aku ra dong (nggak mudeng) " jawab Airy simple.


"Aku yang bikin kamu kesleo, aku juga yang bikin lubang itu. Aku minta maaf, bener aku ndak ada niat mencelakaimu, cuma iseng aja kok, " jelas Maureen.


"Mengerjaimu gundulmu kui, aku ini kesakitan, sampai bengkak gini gara-gara kamu! Hah, kesel aku pengen nyekiiik kamu deh ah! Dah sana pergi! " Airy masih menahan emosinya. Karena ia menahan tenaga untuk membuat perhitungan dengan Adam.


"Ya habisnya kamu embat semua cogan di depan mataku kok! Ya aku gemeslah! " seru Maureen dengan sejuta alasan.


"Ambil sono! Nggak nafsu aku sama cowok kek mereka, aku udah ada yang lebih spesial! " ucap Airy langsung pergi.


"Siapa? Woy main pergi aja, aku dimaafin nggak nih? " tanya Maureen dengan berteriak.

__ADS_1


Airy mengibaskan tanganya, tanda jika ia tidak menganggap tindakan Maureen dengan serius. Maureen pun sedikit lega karena mengetahui bahwa Airy sudah memiliki orang spesial dihidupnya.


"Tapi siapa ya? " gumam Maureen.


__ADS_2