Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 183


__ADS_3

"Entah kenapa, aku sangat takut dengan yang namanya perpisahan, Mas." ucap Airy.


"Ada pertemuan, tentu ada perpisahan, Sayang. Jangan panik gitu, ya. Harus tetap berpikir positif," jawab Adam.


"Aku takut, jika di antara kita ada yang pulang terlebih dahulu ke rahmatullah, kita tidak bisa melanjutkan hidup dengan baik," ucap Airy resah.


"Aku bahkan sering berpikir, jika aku tiada duluan sebelum anak-anakku dewasa. Apakah ada seorang ibu yang mampu menyayanginya, dengan tulus. Karena aku tahu, tak ada seorang ibu sambung yang benar-benar menyayangi anak sambungnya, seperti anaknya sendiri." lanjut Airy.


"Kok ngomongnya jadi serius gini, sih. Udah, ya. Jangan di pikirkan, lebih baik, kita bicarakan yang indah-indah saja. Bagaimana?" ucap Adam, sembari membelai wajah istrinya.


Kemudian, ia mengangkat wajah Airy, lalu wajahnya mulai mendekat. Di ciumnya, bibi mungil Airy dengan sangat lembut. Kini, ciuman itu turun hingga ke leher, kembali lagi ke bibirnya. Adam mengangkat tubuh Airy dan membawanya ke kamar. Lalu, di rebahkannya ke tempat tidur, dan mereka pun melakukan hubungan badan dengan penuh gairah di bawah selimut malam itu.


"Kamu jahat banget sih, Mas. Aku lagi masa subur loh," celetuk Airy.


"Kan masih ada suami, hamil lagi pun nggak papa, dong. Jika kamu lelah nanti, kita bisa sewa jasa baby sitter, gimana? Hm?" Lagi-lagi, Adam mencumbu nya.


"Tumben, nih. Mas Adam begitu agresif. Apa karena dia ingin ke Bali, terus mau manja-manjaan dulu gitu sama, aku?" batin Airy.

__ADS_1


Pagi hari, mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke pantai. Kali ini, bukan hanya ber-empat sesuai rencana sebelumnya. Karena pasti akan repot, mereka pun mengajak Hafiz dan Couple Ustad sekalian. Mereka benar-benar menikmati liburan hari itu.


Hingga insiden tak di inginkan pun terjadi. Ketika Adam naik ke batu besar, ia tak sengaja terpeleset hingga terjun ke laut, sedikit jauh dari pantai yang di nikmati mereka sebelumnya. Niat ingin memberikan kejutan untuk istrinya, ia malah terjatuh. Karena pingsan terlebih dahulu setelah jatuh, ia tak sempat berenang. Kepalanya terbentur ke batu, itu mengapa ia sampai pingsan.


"Di mana, Mas Adam?" tanya Airy.


"Loh, bukannya tadi bersamamu, Ry?" jawab Ustadzah Ifa.


"Iya, tadi katanya mau ke batu karang gede itu. Tapi kok nggak balik-balik." Airy mulai panik.


Mendengar itu, Airy, Ustad Zainal dan Hafiz segera berlari menuju batu karang besar itu. Yang di katakan nelayan sebelumnya, ciri-cirinya sama seperti Adam. Airy mulai menangis, ia berteriak histeris.


"Ini, ini sendal Mas Adam, Kak Ale, Mas Zainal. Aku tahu, karena ini sendal samaan dengan punyaku." Tangisan Airy mulai tak terkendali.


"Kamu yang sabar, berdoa saja. Adam pasti ketemu." Hafiz berusaha menenangkan Airy.


Pencarian hari itu tidak membuahkan hasil. Karena sudah menjelang sore, Ustad Zainal dan Ustad Ifa membawa Rafa dan Zahra pulang terlebih dahulu. Sementara Airy, yang di temani oleh Hafiz. Ia berharap, suaminya di temukan hari itu juga dalam keadaan selamat.

__ADS_1


"Airy, kita pulang, yuk. Kita kesini lagi besok, ya. Kita serahkan semuanya kepada Allah, percayakan juga pencarian ke tim SAR," tutur Hafiz.


"Enggak. Aku masih mau di sini. Nunggu Mas Adam, aku yakin kalau dia pasti akan kembali." Airy matanya mungkin tak lagi keluar, namun hati Airy masih saja sakit, ketika mendengar Adam terjatuh ke laut.


Ingin sekali Hafiz memeluk dan menenangkannya, tapi ia tidak bisa. ia sadar, bahwa dirinya dan Airy tidak mungkin saling bersentuhan. Hafiz pun dengan sabar menemani Airy di pantai, sampai malam hari.


"Lapor! Tidak ada tanda-tanda korban berada di bawah batu karang. Kemungkinan sudah terbawa oleh arus," ucap salah satu anggota tim SAR.


"Kita lanjutkan pencarian esok hari."


Mendengar berita itu, Airy langsung tertunduk lemas. Semalam, mereka baru saja bermesraan, bahkan berniat memiliki anak perempuan lagi. Pandangan Airy tiba-tiba menjadi gelap, kepalanya sangat sakit dan seperti sesak nafas. Kemudian, ia pun pingsan. Hafiz langsung membawa ke rumah sakit terdekat, ia tidak ingin ada hal buruk terjadi dengan, Airy.


Apakah Adam meninggal? Apakah Airy akan berakhir dengan Hafiz? Apakah,apakah, apakah?


Author be like; Takdir Airy bersama Adam, sebelumnya krikil kecil di kehidupan rumah tangganya. Ini cobaan kedua, Adam selamat yaa.


Tunggu lanjutannya ya kakak-kakak. Keromantisan akan muncul lagi nanti, kita bermain dengan emosi dulu.

__ADS_1


__ADS_2