
Sampai dirumah, Airy tidak menemukan dimana Adam berada. Ia berencana memasukkan jajanan itu kedalam kulkas, melihat ada plastik di dalam kulkas, ia pun membukanya.
"Sayur? Punya siapa? " Gumam Airy.
Karena sudah siang, Airy memanaskan sayur itu, lumayan buat makan siang gumamnya. Karena menunggu Adam pulang sangat lama, Airy pun menelfon,
"Aku pulang sebentar lagi kok, tapi kalau kamu sudah lapar, makan dulu aja. Paling setengah jam lagi sampai rumah, "
"Ini sayur punya siapa? Aku angetin buat makan siang Ustad, " tanya Airy.
"Oh itu, makan aja. Sebenarnya, itu sayur tadi pagi aku bawa dari pesantren, eh ndak taunya kamu masak. Ya udah aku taruh di dalam kulkas. Udah dulu ya, ini mau berangkat pulang. "
Karena sudah tidak sabar menunggu Adam, akhirnya Airy makan duluan. Ia juga terharu mendengar bahwa Adam menghargai istrinya memasak. Setelah makan, ia mencuci pakaian, dan beberes rumah yang belum ia selesaikan dipagi hari.
Selesai beberes, Airy langsung tumbang, ia pun tertidur pulas disofa. Bahkan, Adam pulang saja ia tidak tau, jangankan dengar suara mobilnya. Suara salamnya saja Airy tidak menjawabnya. Melihat istrinya yang terkapar di sofa, membuat lelah Adam hilang, ia menggendong dan memindahkannya ke kamar.
Tak sengaja Adam menyenggol tas yang dibawa ke kampus tadi oleh Airy. Ada sesuatu terjatuh dari sana. Selembar kertas langkah ujian masuk, dan salinan formulir. Ternyata, ia bisa mengikuti ujian masuk yang akan di laksanakan dua hari lagi.
"Beasiswa? Kenapa sih dia bandel sekali, aku tidak merasa terbebani, kasihannya, pasti dia capek mengurus rumah dan belajar secara bersamaan. " Kata Adam dalam hati, sambil membelai kepala Airy yang tengah terlelap itu.
Airy terbangun, karena kasihan, Adam pun menyuruhnya untuk melanjutkan tidurnya lagi. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 15.32, mana mungkin Airy mau melanjutkan tidurnya.
"Tidur lagi? Tengok tuh jam berape, Kate nak balik setengah jam lagi, ni ape? Sampai tertido aku penat menunggu, " kesal Airy.
"Lah, sebelum tidur habis nonton pulu pulu pulu kah?" goda Adam.
"Bukan, tapi yang ada kata pada zaman dahulu, " jawab Airy masih kesal.
"Iya deh, maaf ya sayang. Lain kali aku akan pulang tepat waktu, kalaupun terlambat, aku langsung kabarin kamu. Sekarang, kamu mandi, sholat berjamaah di pesantren, setelah itu aku pengen bawa kamu jalan-jalan keliling, mau? "ajak Adam.
"Yang benar? Ustad mau ajak aku jalan-jalan, keliling? Oke aku akan mandi setelah itu salat berjamaah di pesantren," ekspresi Airy yang bersemangat membuat Adam senang.
Setelah selesai mandi, mereka berdua pun bersiap-siap untuk ke pesantren sholat ashar berjamaah. Tetapi sebelum itu, Airy harus mengaji dulu, dia masih harus selalu setor setiap selesai sholat. Karena, dia masih dalam tahap hafalan. Setelah hafalan selesai, mereka berdua pun bersiap-siap untuk pergi keliling sesuai yang sudah Adam janjikan.
" Enak deh naik motor kayak gini. Emang kita mau kemana Ustad? "tanya Airy.
__ADS_1
"ke taman kota aja yuk, biasanya kalau sore kayak gini ramai disana, "jawab Adam.
"Baiklah aku hanya ngikut aja kemana Ustad bawa aku, " jawab Airy.
Mereka berdua sampai di taman kota, Airy langsung duduk di bangku taman Kota, sambil melihat pemandangan indah di sana. Berbagai pemandangan, ada orang pacaran, ada orang jualan, ada orang yang sedang bermain dengan anaknya, bahkan ada juga yang sedang olahraga. Adam meminta Airy untuk menunggunya sebentar, sementara ia akan membelikan camilan untuk Airy.
Sambil menunggu, Airy memainkan ponselnya milik Adam yang dibawanya. Dunia memang sempit, Raka tidak sengaja melintas di depannya. Sadar bahwa itu adalah Airy, lalu Raka menghampirinya. Raka belum tahu jika Airy sudah bersuami, makanya tanpa bertanya terlebih dahulu Raka langsung duduk di sebelah Airy.
"Assalamualaikum, Airy, kita bertemu lagi. Kamu bersama siapa kemari? " tanya Raka.
"Wa'alaikumsalam, kamu duduk di sebelahku tanpa bertanya dulu, ada yang kutunggu atau tidaknya? " tegur Airy.
"Ups, sorry. Kamu menunggu seseorang? atau kesini dengan seseorang? " tanya Raka penasaran.
" Bukan urusanmu.. !! " jawab Airy cuek.
Ketika Raka ingin bertanya lagi, Adam sudah kembali membawakan beberapa camilan dan air minum. Nampak wajah Airy sangat bahagia dengan kedatangan Adam.
"Assalamu'alaikum, maaf kamu siapa? " Adam mempertanyakan siapa lelaki yang duduk disebelah Airy.
"Wa'alaikumsalam, ayo Ustad, kita pindah saja. Oh ya, Raka, kenalin dia suami aku. Dan Ustad ku, kenalin dia Raka, kita pernah satu sekolah sebelum aku ke MA." potong Airy.
Setelah memperkenalkan keduanya, Airy mengajak Adam untuk mencari tempat lain, agar mereka tidak merasa terganggu dengan siapapun juga. Kekecewaan yang ada di wajah Raka nampak jelas. Ternyata Raka sudah menyukai Airy sejak awal mereka kenal disekolah SMA yang sama.
"Suami?"
"Secepat itu dia menemukan tambatan hati? Bahkan aku belum mengungkapkan perasaanku padanya." Gumam Raka.
Setelah lelah berjalan-jalan, sebelum maghrib mereka mencari masjid terlebih dahulu, mereka menunggu sholat maghrib, baru meneruskan perjalanannya.
"Yah, aku nggak bawa mukena..!! Gimana dong? " Sesal Airy.
"Didalam pasti ada, ndak mungkin kan kalau masjid atau mushola umum ndak nyiapin mukena, " kata Adam dengan lembut.
"Iya juga sih, ya sudah, kita ambil air wudhu dulu. Assalamu'alaikum Ustadku" Salam Airy semangat.
__ADS_1
Suara adzan maghrib berkumandang, semua orang bergegas untuk sholat maghrib berjama'ah. Mungkin sholat maghrib kali ini membuat Airy menjadi tidak nyaman. Ia berada disamping anak kecil yang sangat usil. Ketika sholat, anak itu sering menginjak mukena yang Airy pakai. Bahkan anak itu sangat brisik. Untung saja, Airy orang yang sabar, maka ia hanya bisa menegur ibunya saja.
"Bu, maaf, anak ibu sejak kita sholat tadi. Dia beberapa kali menginjak mukena saya. Bisa ngga bu, lain kali, minta anaknya duduk di pojok saja, lebih dekat dari dinding." tutur Airy dengan nada sopan.
Beruntung ibu dari anak itu tidak marah saat Airy menegurnya. Bahkan, ibu itu malah meminta maaf kepada Airy karena memang mengakui anaknya sangat bandel. Sholat maghrib usai. Mereka berdua pun meneruskan perjalanannya. Kali ini mereka berbelanja di salah satu toko milik sahabat Adam yang tidak jauh dari masjid itu. Sahabat Adam juga sudah berkeluarga, bahkan mereka sudah dikaruniai satu orang anak yang masih berusia 4 bulan.
"Lanjut atau pulang? " tanya Airy.
"Udah capek belum? Aku ngikut tuan putri saja, " jawab Adam dengan senyuman.
"Emm, belum pengen pulang sih. Ada tujuan lain nggak? Ya kalau Ustad capek, kita pulang saja." ucap Airy.
"Kita ke toko temenku yuk, kemarin saat istrinya lahiran, aku nggak ikut besuk." Ajak Adam.
"Boleh bosque, ayo let's go... !! " seru Airy.
Setelah melewati beberapa toko di pinggir jalan, akhirnya mereka pun sampai. Ternyata anak dan istrinya juga ikut menjaga toko di sana.
"Assalamu'alaikum! " salam Adam.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
"Oh Adam, sudah sampai ya? Wah makin ganteng dan awet muda aja nih idola sekolah. Ini istrimu? " tanya sahabat Adam itu.
"Apa kabar kamu? Iya, dia istriku, namanya Airy. " kata Adam memperkenalkan Airy kepada sahabat dan istrinya.
"Assallamuallaikum, ini istriku. Namanya, Zahwa, dan ini putra kami, namanya Fauzi..! " jelas sahabat Adam.
Istri dari sahabat Adam itu berniqab. Tidak banyak bicara, dan hanya fokus bermain dengan anaknya saja. Saat istri sahabat nya itu meminta Airy untuk mengajar Fauzi, baru terdengar suaranya.
"Lihat, anakku nyaman bersama dengan istrimu, sudah pantas kalian menggendong anak. Ayo dong cepat wujudkan..!! " kata sahabat Adam itu.
"Istriku belum siap, dia baru masuk kuliah tahun ini. Jadi menunggu untuk dirinya siap saja, istriku ini penyayang anak-anak, ya pasti anakmu suka dong sama istriku ini. " tutur Adam, walau dalam hatinya, ia juga berharap segera memiliki keturunan.
Tetapi ia tidak ingin egois, masa depan Airy juga masih panjang jika Allah menghendaki. Ia akan menunggu sampai waktunya yang tepat tiba. Percakapan mereka berlangsung sangat lama, karena sudah mau tutup, akhirnya Adam berpamitan untuk pulang. Disepanjang jalan, Airy terus kepikiran dengan istri sahabat Adam itu.
__ADS_1