Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 43


__ADS_3

Hari itu, hari kedua ujia akhir semester, entah kebetulan atau memang disengaja, pengawas kelas hari itu adalah Sari. Itu membuat kesal dihati Airy, Airy siswi paling pintar dikelas, bahkan ujian saja, ia berhasil mengerjakan lebih cepat dari pada Rindi.


"Huh, kenapa pengawasnya dia sih, nggak asyik banget deh. Pasti kalau aku keluar sekarang, dia akan cari masalah." Ucap Airy dalam hati.


Karena malas berdebat dengan Sari, Airy tertidur di kelasnya, bahkan sampai mendengkur sangat keras di kelas. Baru saja bergumam, sekarang sudah terlelap dalam lautan mimpi. Semua siswi yang mendengar dengkuran Airy menjadi tertawa dan tidak fokus mengerjakan soal.


Merasa tidak dihargai oleh Airy, Sari menghampiri meja Airy. Bukan di bangunkan dan ditegur dengan baik, Sari malah langsung menyiram Airy menggunakan air yang Sari ambil dari kran depan kelas. Airy menjadi glagapan, ia bahkan sedikit minum air itu.


"Astaghfirullah hal'adzim, apa ini?" tanya Airy kesal.


"Bangun anak manja! Selama saya mengajar, tidak ada murid yang keterlaluan seperti kamu! Di kelas tidur, mendengkur lagi! Kamun mau aku hukum hah? Jika kamu nggak menyelesaikan ujianmu, kamu nggak akan lulus, disini tidak menerima uang sogokan buat kelulusan palsu! Camkan itu!" kata Sari menggunakan nada kasar.

__ADS_1


Airy berdiri, tetapi ini memang keberuntungannya, melihat Ustadzah Ifa lewat didepan kelasnya, Airy berakting terdzolimi untuk membuat pelajaran bagi Sari yang semena-mena.


"Aduhh, huhuhu Mbak Sari kok gitu sih? Kenapa Mbak Sari nyiram aku pakai air, aku jadi nggak sengaja minum tadi karena mangap, aku kan puasa Mbak?" rengekkan Airy terdengar oleh Ustadzah Ifa.


Dikira semua siswi, Airy akan melawannya, ternayat tidak, melihat akting Airy, semua siswi menjadi melongo. Semua menyangka jika Airy menagalah beneran dengan Sari.


"Assallamu'alaikum waarohmatullahi wabarokatuh!" Salam Ustadzah Ifa.


"Airy, Ya Allah kamu kok basah kuyup gini sih? Kamu kenapa?" tanya Uastdzah Ifa khawatir.


"Ustadzah Ifa, peluk aku! Aku disiram oleh Mbak Sari, katanya aku nggak menghargai dia, padahal aku anteng-anteng saja kok, tanya saja temen-temen yang lain." kata Airy merengek.

__ADS_1


Kebetulan juga ada Adam dan salah satu Ustad disana yang melewati kelas Airy, ini akan menjadi tambah seru untuk Airy berakting dan memberi tahu jika Airy juga bisa bermuka dua seperti Sari. Adam marah karena Sari menyiram air saat dibulan puasa, apa lagi dia dan Airy juga sama-sama sedang puasa.


"Adam! Kamu percaya sama mulut anak kecil ini?" tanya Sari dengan nada kesal.


"Dia tidur dan mendengkur Dam, bahkan dia belum mengerjakan ujian, jika dia tidak lulus, maka MA ini juga yang akan mendapat malu!" kesal Sari.


Adam mengecek komputer Airy, melihat Airy sudah mengirim ujian sekolahnya, Adam semkain marah dengan Sari, ia meminta Sari dan Airy untuk keruang guru. Lalu meminta Ustadzah Ifa menggantiakan Sari mengawasi kalas itu.


"Adam, aku nggak bohong, anak ini berdusta Dam!" kata Sari membela diri.


Sejak tadi Sari terus saja membela diri, sedangkan Airyn malah santai-santai dengan wajah tanpa dosa. Memang Airy salah tidur di kelas dan bahkan Airy mengakuinya di depan Adam. Tetapi perbuatan Sari juga salah, karena ia menyiram kepala Airy yang sedang berpuasa menggunakan air.

__ADS_1


__ADS_2