Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 34


__ADS_3

Puas hari itu bermain, Airy dan kawan-kawan kecilnya segera bersih-bersih dan pulang. Ketika mereka pulang, di pertigaan jalan bertemu dengan teman seusia Airy, dengan entengnya mereka mengejek Airy.


"Wuiss si biang kerok pulng bersama pasukannya hahahaha," tawa tiga gadis itu tidak Airy hiraukan.


"Woy Airy, tunggu!" seru Veni dengan nad kesal, Veni ini salah satu teman Airy yang ada di sekolh dasar dulu.


"Assallamu'alaikum, bisa nggak lain waktu, kalau mau panggil orang, berjumpa dengan orang itu ucapin salam terlebih dahulu, lu kan muslim maemunah!" seru Airy.


"Wa'alaikum sallam, eh nggak usah sok deh lu, gue yakin lu main sama kecebong-kecebong ini karena lu nggak punya temen kan? hahah makanya, rubah tuh sikap kekanak-kanakan lu, bertingkah buruk sih lu," tegur Veni.


Dua temannya juga ikut menghina Airy, bahkan mereka membuly sampai mendorong Airy, hingga Airy hampir jatuh. Pasukan kecil Airy ingin membantunya, tapi Airy meminta mereka untuk segera pulang, karena mereka harus mengaji.


"Kenapa lu suruh pasukan kecebong lu pulang? Takut merek tau kalau lu itu pecundang?" tanya Veni.


"Lu siapa? Sok tau banget sifat baik buruk kehidupn gue?" tanya Airy santai.


"Eh, gue tau semua tentang lu ya, hahah apa sih yang gue nggak tau?" Veni terus saja menertawakan Airy.

__ADS_1


"Gue kasih tau ya ke elu, ini di kampung. Segala macem pakai elu gue hahaha, dan baik buruk perilaku gue itu, hanya Malaikat Atid dan Rokib yang tau!" Airy mulai kesal.


"Nggak asik lu, bawa-bawa Malaikat." bisik Veni mundur.


"Assallamu'alaikum, jangan lupa sholatbashar dulu sebelum mejeng, " Airy pergi.


"Wa'alaikum sallam, ihh nyebelin banget sih tuh anak!" Kesal Veni.


Ketika Airy pulang, Yusuf dan Rifky saat itu berada diruang tamu. Sore itu Yusuf dan teman-temnanya sedang belajar bersama.


"Assallamu'alaikum," salam Airy.


"Pirek (menyusuri sungai/mencari ikan)" jawab Airy.


Teman-teman Yusuf saling memandang satu sama lain, mereka tertegun mendengar Airy, bahwa kakaknya Yusuf suka bermain di sungai.


"Kenapa tatapan kalian gitu, lanjutkan!" Kata Yusuf.

__ADS_1


Airy masuk ke dapur menaruh ikan hasil mancingnya, lalu masuk ke kamar, dan tak lama setelah itu keluar lagi membawa handuk.


"Mau kemana?" tanya Rifky.


"Mandi." jawab Airy.


Malam berganti malam, waktu terus berjalan. Kejenuhan Airy di rumah semakin tidak terkendali, ia sudah nangkring di pohon, usil di pesantren Ilham, bahkan sering di hukum oleh Ilham, semua itu tidak bisa mereda kejenuhannya.


Sampai waktunya Raihan dan Adam pulang. Ya! ini sudah lima hari setelah Raihan dan Adam pergi, mereka di kabarkan akan pulang sore ini.


Karena besok sudah puasa, Airy dan Yusuf membeli kebutuhan dapur dan beberapa snack untuk bekla puas besok di supermarket. Airy masih dalam hukuman untuk tidak kemana-mana menggunakan kendaraan, akhirnya ia jalan kaki, lalu Yusuf naik sepeda.


"Biar aku yang bawa blanjaannya kak," kata Yusuf.


"Nih, sana pulang dulu, kakak masih ada yang harus dibeli, kalau Ami sama Papa tanya, Kakak sedang berada di Mak Onah ya, beli ini," kata Airy menunjukkan ponselnya.


"Siap deh, Assallamu'alaikum." Yusuf mencium tangan Airy dan segera menggayuh sepedanya.

__ADS_1


Dirumah, Raihan dengan Adam sudah menunggu Airy pulang. Ada hadiah khusus yang Raihan dan Adam belikan untuk Airy.


__ADS_2