Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab.63


__ADS_3

Bagai kawah yang sudah mulai menaikkan lava panas ke permukaan dan membuat gunung hampir meletus, bahkan tanduk juga sudah keluar, darah sudah naik dan mendidih, kini emosi tidak bisa terkontrol lagi. Itulah perasaan yang Airy rasakan sekarang, saat mengetahui siapa dalang dibalik jatuhnya lampu gantung di Masjid.


Dengan langkah yang cepat bagaikan penther, Airy melangkah menuju Masjid dan langsung menghampiri Sari dengan wajah yang sudah di tekuk enam puluh dua belas/sewidak rolas. Saat itu, Sari sedang ingin membuka kitab kuning, direbutlah kitab itu dan memberikannya kepada Rindi. Lalu, tanpa basa basi, Airy menarik Sari keluar dari Masjid dan mencekiknya di bawah lampu yang ada di halaman Masjid.


"A,a, sakit, Airy, K,kamu apa-apaan sih!" rintih Sari.


Bukan memberi jawaban, Airy malah menambah erat cekikannya. Wajahnya sudah memerah, ia sangat marah. Suara Sari di pesan suara itu masih terngiang-ngiang di ingatan Airy. Semua santri putra maupun putri menjadi gaduh, Ustad Zainal, Ustadzah Ifa dan Ustadzah lainnya meminta semua santri putri untuk segera meninggalkan Masjid, dan pindah ke aula,. sedangkan beberapa Ustad meminta santri putra untuk melanjutkan tadarusnya.


"Tahan Zahra dan Soni, mereka juga harus bertanggung jawab!" kata Airy dengan suara bergetar.


Melihat ponsel Adam di tangan Airy, Raihan hanya bisa tepuk jidat. Seharusnya, Airy belum boleh mengetahui ini, karena Clara akan datang esok harinya. Terpaksa Raihan dan Raditya juga ikut membongkar kejahatan Sari di depan umum.

__ADS_1


"Ah aku nggak bisa nafas Airy! kau ingin membunuhku hah!" Teriak Sari kesakitan


"Airy, lepaskan dia, kamu nanti akan berdosa jika dia kenapa-napa. Ini negara hukum Airy, semua ada hukumannya bagi yang membuat masalah," Ucap Raihan.


"Bagus! Bagus Bang Rai. Abang merahasiakan ini semua demi apa! Demi apa aku tanya!" Kesal Airy.


"Airy sakit, aku nggak bisa bernafas" Rintih Sari.


"Airy, lepaskanlah, demi aku." Kata Adam dengan suara lembut.


Mendengar permintaan Adam, hati Airy menjadi luluh. Ia melepaskan Sari, lalu, Sari pun terjatuh lemas. Ustadzah Ifa membantunya berdiri. Dengan rasa tidak bersalah, Sari masih memiliki muka untuk mencela perilaku Airy yang tidak terpuji itu.

__ADS_1


"Kamu gila Airy! Lihat Dam, inikah wanita yang kamu nikahi? menjijikkan!" Ucap Sari sambil meludah.


Emosi Airy kembali lagi, kali ini tangan Sari ia putar kebelakang. Lalu kakinya ia kunci, sehingga, Sari tidak leluasa untuk bergerak. Dengan mudahnya, Airy memutar kembali rekaman yang Raihan kirimkan kepada Adam. Sari terkejut, bukan hanya Sari, Adam, Ustad Zainal, Ustadzah Ifa an beberapa santri disana juga ikut terkejut. Sari yang mereka kenal baik ternyata dibelakang sifatnya seperti itu, awalnya Adam masih belum percaya. Tetapi, ia mulai percaya dengan bukti dan dari kesaksian Zahra dan Soni, ini juga Rindi gunakan untuk membongkar kejahatannya Sari kepada Bela.


"Apa? Jadi kamu menghukum Bela sampai dia kelelahan dan pingsan, lalu meninggal?" Tanya Adam tidak percaya.


"Bukan, bukan seperti itu Adam! Kalian fitnah aku terlalu kejam, aku juga tidak tahu tentang lampu gantung, mereka berdua hanya mengarang saja! Adam percayalah padaku, aku bukan seperti itu!" Teriak Sari.


"Kamu mau menyelakai ku, tetapi malah Ustad Adam yang terima imbasnya. Kau menyentuh orang yang berharga di hidupku, sekarang, kau akan mendekam dipenjara Sari." Kata Airy merapatkan kuncinya.


Mendengar kenyataan tentang Bela, Adam tidak bisa berkata apapun. Ia sangat kecewa, sangat kecewa, dengan tertatih, Adam membalikkan badan dan berjalan menuju rumahnya. Airy melepas Sari dan menyerahkan kepada Ustad Zainal dan Raihan, nampak sekali saat itu, Ustad Zainal sudah sangat murka, tetapi, Ustad Zainal maupun Adam masih mampu menahan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2