
"His, ndak boleh menghina Ustad, aku kan pandai manjat, jiwaku ini sudah menyatu dengan alam tau." kata Airy membagakan diri.
"Aku nggak menghina sayang, tapi mbok ya gimana ya. Masa iya sih fakultas kehutanan ih, kita jadi jarang ketemu dong, sering terpisah gitu nantinya. Nggak mau ah! Yang lain lah seperti tenaga medis, pertanian, hukum seperti itu, masa iya kehutanan sih! " tutur Adam.
"Aku terus bagaimana, kan Ami sudah Dokter, Om Abangku sudah jadi Dokter juga, terus yang lainnya juga udah jadi..... yaa Ustad tahu sendiri dong. Masa aku nggak boleh lain dari yang lain sih, Kan nggak seru!" kesal Airy.
Adam tersenyum, ia juga memeluk Airy, lalu mengelus-elus kepalanya. Adam hanya tidak ingin, masa-masa yang berharga buat meraih cita-cita, terbuang sia-sia karena hobinya yang katanya menyatu dengan alam.
__ADS_1
"Kamu pikirkan lagi baik-baik ya, aku lapar sekarang, masak yuk! " ajak Adam.
"Aku itu udah mikir baik-baik Ustad, masih disuruh mikir lagi, ya nggak mau lah. Aku ngambek!" seru Airy.
" Iya udah deh iya, sekarang masak dulu yuk lapar suamimu ini. Mau makan di pesantren, takutnya istriku yang manis ini ndak mau aku ajak makan kesana." tutur Adam lembut.
Walaupun masih kesal, Airy tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri untuk memasakkan suaminya. Ia menawarkan berbagai masakan kepada Adam, bahkan Airy juga menyuruh Adam untuk duduk manis saja di ruang tengah. Sedangkan dirinya, akan masak sendiri dan akan memberikan kejutan untuk Adam.
__ADS_1
"Kenapa tertawa! Nggak lucu tahu!" kesal Airy.
"Tidak kok, siapa yang tertawa, tidak ada yang tertawa kok istriku." jawab Adam menahan untuk tidak tersenyum.
"Nah tu apa? Itu bukan ketawa kah? Ustad mah gitu, kalau istrinya nggak bisa masak ya diajarin lah, jangan menertawakan kayak gitu, nyesel nikah sama aku yang nggak bisa masak! " kesal Airy.
"Mana ada ketawa, aku hanya senyum kok enggak ketawa. Lagian aku cari istri kan buat nemenin hidupku, menuju syurga Allah bersama. Bukan untuk menjadi juru masak, kalaupun kamu pintar masak, itu adalah bonus. Senyum dong, ayo senyum, kalau nggak senyum, nanti aku cium loh. " goda Adam.
__ADS_1
"Ih, kelihatan kan aslinya, sekarang gitu deh, main cium-ciuman. Emang aku apaan! " seru Airy.
Bukannya memasak, tapi mereka malah saling kejar-kejaran di dapur. Perut yang sejak dari tadi keroncongan pun menjadi kenyang karena gurauan mereka berdua. Adam memeluk Airy, Ia juga terus saja mencium pipinya, membisikan kata-kata cinta, kata-kata romantis, bahkan ia juga mulai nakal. Airy kini mulai nyaman dengan Adam, bahkan mungkin ia sudah mulai jatuh cinta.