Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 150


__ADS_3

"Mas Hafiz pun sekarang berubah. Pasti karena Airy. Lihat saja Mas, aku akan membongkar semua rahasia mu di depan semua orang. Kau pikir, dirimu itu siapa?" Gumam Sari.


Bertengkar dengan Sari membuat kepala Hafiz menjadi pusing. Ia pun memikirkan motornya di pinggir jalan. Kemudian, ia duduk di bawah pohon yang rindang.


"Aku nggak nyangka Sari berubah seperti itu. Karena cinta? Astaghfirullah, Adam." Gumam Hafiz.


Ponsel Hafiz berdering, telfon dari Adam. Ia pun segera mengangkat telfon itu.


"Assalamu'alaikum, ada apa Dam?"


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mas Hafiz kemana? Aku sudah sampai rumah nih, tapi Mas Hafiz kok ndak ada?" tanya Adam.


"Oh, kamu sudah sampai rumah toh? Mas lagi di jalan Dam, sebentar lagi sampai kok. Tunggu ya," jawab Hafiz.


"Siap Mas, Hati-hati, jangan ngebut ya keselamatan lebih penting." Pesan Adam.


"Iya bawel, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Hafiz menutup telfonnya.


Lalu, ia pun melajukan kecepatan motornya. Sampai di rumah, Hafiz langsung menemui Adam. Ia masih menyimpan banyak pertanyaan untuk adiknya itu. Tentang Bela yang selama ini, kematiannya belum di ketahui sebabnya.


"Assalamu'alaikum," salam Hafiz.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam." Jawab Airy.


Adam menunggunya di rumah Ustad Zainal, namun Hafiz malah datang ke rumah Adam. Bertemulah Airy dan Hafiz saat itu. Airy membuka pintunya perlahan, dasarnya Airy cewek yang cuek, jadi dia biasa saja saat Hafiz datang.


"Kak Ale? Ngapain ke disini? Kalau cari Mas Adam, dia ada di rumah Ustad Zainal, gih kesana!" Ucap Airy.


"A, gitu ya. Ya sudah aku pulang dulu ya." Ujar Hafiz pamit.


"Oke!" Jawab Airy singkat.


"Eh Airy," panggil Hafiz menahan pintu yang hendak Airy tutup.


"Aku, sebenarnya. Aku... itu," ucap Hafiz gugup.


"Santai Kak, ada apa? Bicara santai saja, jangan gugup hehehe," celetuk Airy.


Pernyataan Hafiz tertunda karena Adam sudah kembali bersama Ustad Zainal dan Ustadzah Ifa. Mereka bertiga pun mengobrol lama di teras, sedangkan Airy dan Ustadzah Ifa berada di kamar, membahas hal pribadi masalah perempuan.


"Airy, kamu bener pernah kenal sama Mas Hafiz?" tanya Ustadzah Ifa penasaran.


"Emm, kenal sih enggak. Cuma pernah ketemu saja sih, ada apa?" Jawab Airy santai.

__ADS_1


"Aih, hidupmu terlalu santai Airy. Kamu lebih baik jangan dekat-dekat deh sama Mas Hafiz, dia dan Sari itu dulu..." ucapan Ustadzah Ifa terpotong.


"Kak Ale dan Sari kenapa?" tanya Airy penasaran.


"Mereka ada masa lalu yang tidak mengenakkan, sudahlah. Tak usah dibahas lagi, lihat buku KIA mu dong," ucap Ustadzah Ifa.


Memang sejak awal Airy tidak mau tau tentang apa yang bukan menjadi urusannya. Soal Hafiz, ia sama sekali tidak ingin tahu apapun tentangnya. Yang ia tahu, Adam hanyalah suami dan masa depannya. Membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.


"Kalau boleh tau, Sari itu suka sama Mas Adam sejak kapan?" tanya Airy sambil. memberikan bukti KIA nya.


"Sudah lama mungkin, karena memang sejak kecil mereka sudah bersama. Nakal bareng, main bareng juga katanya. Kenapa tanya gitu? Kamu kan sudah tau kalau Sari seperti itu." Desis Ustadzah Ifa.


"Berarti, aku, Mas Adam dan Sari ini, sedang dalam cinta segitiga bermuda ya, kek piramid gitu?" lawak Airy.


"Kamu ini lawak meledek, atau sedang cemburu? Nakal ih," tanya Ustadzah Ifa mencubit paha Airy.


"Habisnya, udah tau laki orang. Masih aja di cinta. Sakit hati teriak tersakiti, kan nggak humor."


Ucapan Airy membuat Ustadzah Ifa tertawa. Ustadzah Ifa ini sangat baik kepada Airy, akan tetapi, sampai sekarang dia belum juga di karu ia seorang anak. Jadi, dia sangat perhatian sekali dengan kandungan Airy, ia tetap menjaganya, walaupun si bumil satu ini banyak tingkahnya.


Lanjut hari ini? Apa besok? Jangan lupa komentar yang panjang ya,😅😆😆

__ADS_1


__ADS_2