Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 170


__ADS_3

"Assalamu'alaikum," salam seorang perempuan.


"Wa'alaikumsalam, pasti itu Mbak Ifa. Bentar ya,"


Airy pun meninggalkan Rafa kepada Adam. Dengan ciuman bibir yang lembut, Airy begitu makin romantis dengan Adam. Tamu yang datang bukanlah Ustadzah Ifa. Melainkan, Sari.


"Wa'alaikumsalam, kamu?" seketika mood Airy ambyar.


"Mana Adam?" Tanya Sari, tak tahu malu.


"Assalamu'alaikum, Sari? Ngapain kamu kemari?" Sahut Hafiz yang baru saja tiba.


"Ck, aku yakin, kalau kalian ini sebenarnya jodoh yang tertunda. Aku kesini cuma mau cari, Adam. aku mau minta pertanggung jawabannya. Aku hamil." Ungkap Sari.


"Hah?"


Bagaimana Airy dan Hafiz tidak heran, Sari melakukan hubungan intim saja tidak dengan Adam, kenapa ia harus minta pertanggung jawaban kepada Adam. Airy, marah. Ia pun mengusir Sari.

__ADS_1


"Gila! Nggak waras kamu, Sari. Kau melakukan dengan lelaki lain, minta pertanggung jawaban ke Mas Adam. Pergi, sana!!!" karena kesal, Airy sempat mendorong Sari.


"Ada apa, sih?" sela Adam.


"Sayang, aku hamil. Alhamdulillah, ya." Ucap Sari masih tak tahu diri.


"Cukup, aku akan bawa kamu keluar negri sekarang juga. Kemarin, kamu tidak jadi aku bawa kirim keluar negri, karena permintaan, Airy. Sekarang, aku sudah muak dengan permainanmu!" Tegas Hafiz.


Hafiz langsung menarik tangan Sari dengan kasar. Adam memeluk Airy, lalu mengajaknya masuk. Pelukan itu, membuat Airy sangat bergairah, dengan gerakan cepat, Airy mencium bibir Adam.


"Sayang, kamu..."


Tiba-tiba, Airy bersikap manja, lalu menangis. Adam takut jika istrinya itu mengalami baby blues. Adam membelai wajah dan kepala Airy dengan lembut. Lalu, mengucapkan "Aku disini, dan aku selalu ada untukmu." bisik Adam.


"Janji? Aku nggak mau, wanita jahat itu menganggu kita lagi, Mas." Rengek Airy seperti anak kecil.


Ustadzah Ifa pun datang, setelah mendengarkan cerita Adam, Ustadzah Ifa berusaha membujuk Airy, untuk tidak memikirkan hal buruk lagi. Kondisi ini memang sangat di butuhkan peran keluarga dan suami.

__ADS_1


"Mbak, Mbak bawa aja dulu, Rafa. Biar aku yang bujuk Airy. Tolong, ya." ucap Adam.


"Astaghfirullahal'adzim. Insyaallah, Mbak akan jaga Rafa dengan sangat baik. Rafa, 'kan juga anak, Mbak. Bukankah, kamu dan Airy meminta Rafa untuk memanggilku dengan sebutan Umi?" ucap Ustadzah Ifa.


"Terima kasih ya, Mbak. Jika tidak ada Mbak, aku pasti pusing memikirkan ini semua." Ungkap Adam.


"Semua ini, karena kehadiran Sari. Kenapa juga dia tuh harus muncul lagi dan lagi aku sampai pusing mikirin dia." Imbuhnya.


"Alhamdulillah." ucap Adam.


Ustadzah Ifa membawa Rafa pulang. Bagaimana Airy tidak stres, saat ia mengandung Rafa 3 bulan, Ami nya meninggal. ketika melahirkan, ia mendapati suami nya sedang bertelanjang mesra dengan wanita lain. Belum lagi, baru saja Sari datang meminta pertanggung jawaban untuk hal yang tidak pernah suaminya lakukan dengannya.


"Sayang, istirahat dulu, ya." ucap Adam membelai kepala Airy.


"Aku harus ke kampus, tapi... " tanpa sebab, Airy tiba-tiba menangis.


"Sudah, ya. Besok lagi aja, hari ini kita pergi ke taman saja gimana? Mumpung Rafa sedang bersama Mbak Ifa." usul Adam.

__ADS_1


Airy mengangguk. Mereka berdua pun pergi ke taman, berusaha agar Airy tidak mengalami stres berkelanjutan, kemudian pergi ke Dokter. Untung saja, Ustadzah Ifa sangat baik, ia mau mengurus Rafa seperti anaknya sendiri. Dengan begitu, Airy malah bisa fokus ke kuliah dan usaha keluarganya.


__ADS_2