Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 164


__ADS_3

Yang di khawatirkan Airy terjadi juga. Sari datang di acara itu. Untung saja Airy sudah kuat mental, jadi dia bisa biasa saja menanggapi kedatangan Sari.


"Selamat ya, Airy. Selamat atas kelahiran putra pertamanya. Semoga menjadi anak yang berbakti kepada orang tuannya," ucap Sari menyeringai.


"Dan, sembilan bulan berikutnya. Siap-siap anak lelakimu di panggil kakak," bisik nya.


"Aku nggak sabar menunggu waktu itu, semoga aja hamil ya." Senyuman Airy malah terkesan lebih menakutkan dari Sari.


Dengan Sari hamil, itu malah akan menjadi mudah untuknya menyelidiki anak siapa yang ia kandung nanti. Jangan salahkan orang yang biasa nya tengil, riang, dan bahkan pemaaf seperti Airy itu, marahnya pasti akan membuat orang ketakutan.


"Kak Airy, siapa nama dedek nya?" tanya Yusuf.


"Iya Kak, pengen tau kita." Sahut Aminah.


"Kalian brisik deh, kan kasihan adek nya, masih tidur." Timpal Naura.


" Mochiarukitai? " ucap Mawar.


"Hah?" semuanya ternganga.


Orang dewasa bahkan sampai tertawa.

__ADS_1


"Hai, kyōdai wa sudeni tadashī to iimashita ka? Indoneshia no baai wa nihongo o shiyō shinaide kudasai." Sahut Falih.


"Moon maap, Pak Falih sama Bu Mawar ngomong naon eta teh?" Sela Airy.


Gelak tawa menyelimuti acara itu. Melihat Airy tersenyum dan tertawa bersama adik-adiknya, membuatnya sangat lega. Airy pintar sekali menyembunyikan perasaannya. Sementara itu, Hafiz menarik tangan Sari dan membawanya ke belakang rumah.


"Sakit!" teriak Sari.


"Mas Hafiz! Denger nggak sih? Sakit tanganku!" rintih nya.


"Sakit mu ini tidak seberapa, dibandingkan dengan sakit yang Airy rasakan, Sari!" Bentak Hafiz.


"Mas Hafiz cinta kan sama Airy. Kenapa nggak Mas, bawa pergi saja Airy. Berusaha gitu menjadi pahlawan kesiangan. Kenapa juga harus munafik begini?" Ketus Sari.


Jadi, Mas Hafiz jatuh cinta dengan istriku? Kenapa dia nggak berterus terang denganku. Kenapa ditutup-tutupi semuanya, Astaghfirullahaladzim ya Allah. Aku harus bagaimana?


Ternyata, Adam sejak tadi mengikuti Hafiz dan Sari. Ia juga sudah mendengar semuanya, termasuk tentang perasaan kakaknya kepada istrinya itu. Hatinya sangat sakit, bagaimana mungkin kakaknya bisa mencintai istrinya. Bahkan, ada kenyataan yang membuat Adam semakin tidak bisa menerimanya dengan hati yang lapang. Yakni,


"Aku tahu, kamu hanya berpura-pura 'kan? Tentang tidur dengan Adam. Ngaku kamu!" Desak Hafiz.


"Nggak usah ngadi-ngadi! Itu semua real," elak Sari.

__ADS_1


"Pendusta! Jujur, atau aku akan bongkar kebusukan mu 10 tahun lalu!" Ancam Hafiz.


"Mas Hafiz mengancam ku? Sadar dong Mas, siapa yang buat Adam pergi dari pesantren! Sok suci, najis banget." Geram Sari.


Tiba-tiba Hafiz mencengkeram tangan Sari dengan sangat kencang. Hingga, Sari mengakui jika semula itu hanyalah jebakan untuk mendapatkan Adam kembali ke sisi nya.


"Apa? Jadi ini semua permainan mu Sari?"


Adam sudah tak tahan lagi mendengar dari balik pintu. Kekecewaan dan amarah sudah menjadi satu. Adam juga meneteskan air mata, karena ia pikir, dirinya telah menyakiti hati istrinya.


"Kau tau Sari, aku sangat bersalah dengan istriku. Istriku hamil, melahirkan, dan sampai sekarang hatinya masih terluka. Dan ini hanyalah permainan mu saja?"


"Jawab Aku!! " bentak Adam.


"Kamu buta kan? Siapa yang selalu ada untukmu dulu, siapa yang nguatin kamu saat kamu di usir sama Mas Hafiz, siapa Adam! Siapa! Lupa kah kamu!" Sari tidak mau jika dia kalah.


"Mas Hafiz, mengusir ku karena aku yang salah. Aku berterima kasih, kau sudah memberiku perhatian sampai sedalam ini. Tapi perasaan, perasaan ini nggak bisa di paksakan Sari. Aku sangat mencintai istriku, Airy." Jelas Adam.


"Aku mencintaimu, Adam. Kita sebentar lagi akan mempunyai anak juga. Jangan pergi ya!" bujuk Sari.


"Seburuk-buruknya, perempuan panggilan, atau Kupu-kupu malam, kau lebih hina dari mereka Sari! Assalamu'alaikum!" dengan kekecewaan Adam pergi begitu saja.

__ADS_1


Ketika hendak menyusul Adam, Hafiz menahan tangan Sari. Kemudian, menyeret dan mengirimnya keluar negri bersama orang tuannya di sana.


Masih banyak kisah Hafiz yang belum terungkap, apakah Hafiz akan merebut Airy? Ataukah doa akan tetap di pendiriannya, dengan menomor satukan kebahagiaan Adam? Komentar yang greget, nanti aku post di Ig ku. Terima kasih kakak-kakak.


__ADS_2