Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 115


__ADS_3

Di mobil, Adam terus saja meminta maaf, permohonan maaf Adam ini masalah membuat Airy menajdi semakin kesal.


"Aku benar-benar menyesal, bahkan mungkin permohonan maaf saja tidak cukup untukku Airy. Maafkan aku ya, " ucap Adam.


"Astaghfirullah hal'adzim, Allahu ya rabbi, amnahni alshajaeat , ya allah , limdha zawji hkdha!! Paringono kulo gede sabare, dowo ususe.....! " ucapan Airy malah membuat Adam heran.


Adam memarkirkan mobilnya di tempat pengisian bahan bakar. Ia langsung memeluk Airy, penyesalannya begitu mendalam, ia tau jika lisannya sudah menyakiti hatinya.


"Mas Adam, suamiku yang aku sayangi. Udah ya, aku sudah memaafkanmu. Lelaki/suami manapun, tidak boleh tidak mengakui istrinya di depan umum. Walaupun itu hanya bercanda, tapi itu sudah berdosa, jatuhnya menjadi talak nanti, Mas Adam lebih tau itu kan?" kata Airy dengan lembut.


"Na'udzubillah himindzalik, aku tadi sudah sholat taubat. Sekarang, aku hanya ingin memeluk istriku ini. Maafkan aku! " Lagi-lagi Adam mengucapkan kata maaf kepada Airy.


Untuk membungkam mulut Adam yang terus mengucapkan kata maaf, Airy mencium bibir Adam dengan lembut. Bahkan Airy juga bermain dengan lidahnya.


"Eits, siapa yang mengajarkan hal ini? " tanya Adam kaget.


"Kaget ya? Aku pun juga! " goda Airy.


"Hemm.... Kamu kenapa jadi nakal gini? " tanya Adam mencubit pipinya.

__ADS_1


"Aw, jangan di cubit lagi. Nanti tambah tembem, aku nggak mau! " Airy menepis tangan Adam, lalu mengigit tangan Adam dengan keras.


Candaan demi candaan di lontarkan malam itu. Mereka sengaja bermalam di pengiriman bahan bakar. Karena tidak mungkin bagi Adam melanjutkan perjalanan, karena sudah pukul 2 pagi, ia juga lelah karena seharian bekerja keras.


Mereka berdua pun tidur di kursi belakang dan menambah kasur pompa yang sudah tersedia di bagasi mobil. Walapun sempit-sempitan di dalam mobil, mereka tetap bisa bermesraan.


Subuh-subuh mereka melanjutkan perjalanan. Mereka juga terpaksa sarapan di jalan karena waktu tidak cukup untuk mereka pulang lebih awal sampai dirumah. Pagi hari di camp, nampak David demam karena memikirkan Airy sudah memiliki suami.


"Kak David ayo dong makan," rayu Rindi.


David menggelengkan kepalanya.


"Sopo sing kuat nandhang kahanan, sopo sing ora kroso kelangan... (Siapa yang kuat menghadapi keadaan, siapa yang tidak merasa kehilangan...)" ucap David.


"Lebay!! " sahut Rindi.


"Karepmu kalau ndak mau makan ya malah syukur. Bisa aku makan sendiri, mayan dapat jatah sarapan double. " Rindi membawa kembali sarapan yang sudah ia siapkan.


Dengan sigap David merebut sarapan dari tangan tangan Rindi. Lalu melahap nya dengan lahap, bahkan tanpa sisa, dan itupun dimakan dengan cepat.

__ADS_1


"Gragas!! " kesal Rindi.


Sementara Raka, ia sedang memetik gitarnya, lalu menyanyikan sebuah lagu ini cidro untuk dirinya sendiri. Ia juga merasa sangat kehilangan cintanya, tetapi dia tetap berusaha tegar. Karena cinta itu tidak harus saling memiliki.


"Jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya? Tapi kok Airy menikah kamu ndak diundang sih? Ada apa? " tanya Maureen tiba-tiba dengan membawakan sarapan untuk Raka.


"Pentingkah untuk kamu mengetahui? " jawab Raka dengan jutek.


"Lah, gitu amat tanya nya. Kan cinta nggak harus saling memiliki, cukup lihat Airy bahagia bersama masa depannya, harus y alami ikut bahagia dong! " tutur Maureen.


"Kamu tau apa sih? Dah lah, aku mau pulang duluan saja! " kesal Raka.


Saat Maureen mengikuti langkah Raka, Raka mencegahnya.


"Ets, kamu duduk! Jangan ikuti aku! Tresnoku amung gawe bojone wong lio! (Cintaku hanya buat istrinya orang lain! (Airy) ) " ucapan Raka seketika menusuk dihati Maureen.


Karena David dan Raka pulang lebih awal, acara camp menjadi berantakan, mereka pun mau tidak mau juga harus membubarkan acara camp itu.


Maaf ya kaka, dikit-dikit. Soalnya tangannya masih sedikit sakit. Jangan lupa selalu dukung karya aku ya kakak-kakak, makasih🥰

__ADS_1


__ADS_2