Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 61


__ADS_3

Selesai mandi dan berganti pakaian, Airy keluar dari kamar, ia melihat Adam yang sedang kesulitan mengganti perbannya. Melihat itu, Airy menghampiri Adam dan membantunya mengganti perban tersebut.


"Maaf, gara-gara aku, lukanya jadi terbuka lagi." Ucap Airy dengan wajah penyesalan.


"Jahitannya nggak terbuka kok Airy, santai saja lah. Aku nggak papa kok, berhenti menyalahkan diri sendiri ya, jangan lagi di ingat-ingat, oke?" kata Adam menyentuh kepala Airy.


"Kalau begitu, Ustad duduk manis saja disini, biar aku yang memasak. Kalau cuma tumis kangkung, aku pernah kok numis kangkung, nanti biar aku cek internet lagi buat masaknya," tutur Airy.


"Aku tadi nambah beli kulit lumpia juga, kamu kan pinter kalau buat kreasi dari kulit lumpia, buatkan untukku ya?" Adam berusaha mengalihkan pembahasan karena Airy tidak bisa memasak.


"Kalau gitu, Ustad buatkan bumbu ayamnya ya, biar aku yang goreng hehehe. Ayo pegang tanganku, kita sama-sama kedapur." Kata Airy mengulurkan tangannya.


Lihat uluran tangan Airy, Adam yakin jika Airy sudah tidak ragu untuk di sentuhnya. Berbeda dengan kemarin setelah ijab qobul, Airy masih ragu untuk di sentuh maupun menyentuhnya. Memasak berdua pun mereka banyak bercanda, setiap bahan makanan apa aja dibuat candaan oleh Airy, ceker ayam, tahu, dan juga telur ayam.


"Kamu itu ya, tadi tahu sekarang ceker ayam kamu buat mainan, geli Airy ah." Kata Adam menghindari Airy, karena ceker ayam itu di buat mainan untuk mencolek pipi Adam.

__ADS_1


"Aku bercanda seperti ini hanya sama keluarga ku aja Ustad. Seperti Ami, Papa, Bang Rai, terus adik kecilku si Yusuf, dan keluarga dekat aja. Kalau sama orang lain, kek keluarga adik sambung Uti, aku nggak pernah kek gini." Jelas Airy.


"Kenapa?" Tanya Adam.


"Ustad yang lebih tau dong, wanita kan nggak boleh bercanda dengan sembarang orang kalau menurut agama. Tapi ini jaman modern, kalau nggak gini ya nggak rame hehehe, ngikuti jaman saja sih aku, banyak temen-temen bocah cilik di desaku yang aku bercandain kok." Kata Airy.


"Oh ya? Coba dong, syair apa yang kamu tahu tentang wanita menurut nasihat istri Rosullullah seperti itu, sambil di nyanyiin ya, aku dengerin sambil nguleg bumbu." Kata Adam.


"Boleh, tapi nanti aku di kasih hadiah yaaa...." Airy mulai bernegosiasi.


"Wanita kata Siti Aisyah kau harus bangga,


Tonggakkan kepala sebagai pertanda mulia, tak suka bercanda tak suka bersapa dengan lelaki aj Nabi. Wanita kata Siti Fatimah kau harus jaga, da... da...."


"Dari apa ya Ustad, aku nggak hafal, tapi aku tau." Kata Airy menghentikan nyanyiannya.

__ADS_1


"Wanita kata Siti Fatimah kau harus jaga, menjaga pandangan dari yang bukan mahramnya," sambung Adam.


Mereka pun tertawa bersama, setelah selesai memasak, mereka bersantai duduk di sofa ruang tamu. Adam sedang membaca kitabnya, sedangkan Airy sedang bermain game.


"Yah mati, kehabisan batrai," kesal Airy.


"Ustad," panggil Airy dengan nada halus.


"Pinjam hp boleh?" tanya Airy.


"Batraiku habis, hp ku mati hehehe, aku jenuh." sambungnya.


"Ambil saja, tapi kalau nanti batrainya habis juga, jangan lupa di cas ya," jawab Adam masih sibuk dengan kitab nya.


"Asekkkk" Kata Airy girang.

__ADS_1


Lebih syahdu lagi, Airy membuka ponsel Adam tan password, dan bikin tertegunnya lagi, wallpapernya wallpaper live saat ijab qobul, yang saat Adam berdoa dan meniup ubun-ubun Airy dan mengecup keningnya.


__ADS_2