Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 91


__ADS_3

Siang tadi langit nampak sangat cerah, entah kenapa malam nya hujan. Malam ini ada acara tadarusan di pesantren, biasanya Adam dan Airy paling suka mengikuti acara tadarus an. Tetapi kali ini mereka berdua lebih memilih untuk duduk diam di rumah berdua, menikmati secangkir teh dengan cangkir pasangan.


Semakin malam, hujan semakin lebat, itu menambah hawa setan yang ada dalam diri manusia bergelora dan bergejolak. Malam itu, Adam dan Airy kembali membahas tentang jurusan apa yang ingin Airy tuju. Adam hanya tidak ingin Airy salah mengambil langkah, masa depannya masih sangat panjang.


"Jadi? " tanya Adam sambil menggerakkan alisnya keatas dan kebawah.


"Kode apa itu! " seru Airy.


"Kuliah kamu dong," kata Adam.


"Oh," jawab Airy sambil menyeruput tehnya.


"Oh? Oh apa? " Kata Kabir gemas.


"Jadi? " tanya Airy kembali.


Perlahan Adam menaruh cangkirnya, ia bersiap-siap akan menerkam Airy jika masih memasang wajah datarnya itu. Benar saja! Airy sama sekali tidak merespon tatapan Adam, tetapi, ia sendiri juga sedang sudah bersiap-siap kabur dari Adam.

__ADS_1


"Kaboorrrrr! " seru Airy sambil berlari kekamar. Tentunya setelah meletakkan cangkirnya.


Adam kecolongan, ia pun mengejar Airy ke kamar, mereka malah menjadi seperti Tom anda Jerry yang saling kejar-kejaran. Bahkan, saking asiknya kejar-kejaran, kamar mereka menjadi berantakan.


"Huuh... huh... cu,cukup aku capek sekali! " ucap Airy dengan nafas yang terengah-engah.


"Apa lagi aku, huftt, capek banget. Astaghfirullah hal'adzim, kapan aku terakhir maraton ini. Pijitin dong! " kata Adam mengulurkan tangannya.


"Ahh, jangan di tindihkan di dada, sesak nafasku. Nanti ya pijit nya, aku capek beneran ini. " jawab Airy sambil memejamkan matanya.


"Haha di tindihkan, bahasa mana itu?" tanya Adam.


Saat mereka asyik bercanda ria, suara orang mengetuk pintu terdengar. ketika Airy beranjak dari tempat tidur, Adam malah memintanya untuk tetap disana, lalu Adam lah yang akan membukakan pintu untuk tamu itu. Ternyata tamu itu adalah Ustazah Ifa, ia membawa sebuah rantang dan sekantong kresek yang entah apa itu isinya.


"Assalamu'alaikum, maaf aku tidak mengganggu kan? " tanya Ustadzah Ifa.


"Wa'alaikumsalam, enggak kok Mbak, mari masuk, silahkan duduk." Adam mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"Kok malam-malam kesini, ada apa? " tanya Adam.


"Airy udah tidur? "


"I'm here! " sahut Airy keluar dari kamar.


Airy juga bersalaman dengan Ustadzah Ifa, setelah itu, ia pun masuk ke dapur dan membuatkan minumanan hangat untuk Ustadzah Ifa, yang mungkin kedinginan karena kehujanan. Ustazah Ifa menanyakan kenapa Airy dan Adam tidak ikut dalam bertadarus, karena biasanya Adam dan Airy itu sangat suka mengikuti tadarusan.


" Tidak apa-apa kok, eh maksud aku nggak ada apa-apa kok Ustadzah, karena lagi nggak enak badan aja gitu, jadi nggak ikut tadarusan dulu deh. Mungkin paginya yang ikutan, pengen tidur cepat aja, " alasan Airy.


"Kalau Adam? " tanya Ustadzah Ifa.


"Sebenarnya tidak ada alasan lain sih, malam ini itu, saya sama Airy lagi membahas perihal dia mau masuk kuliah, lagi pilih-pilih kampus gitu. " jawaban Adam membuat Airy kesal.


Kenapa juga harus jujur sih, bilang kek kalau lagi gak enak badan gitu, aku kan jadi nggak enak kalau kayak gini.


"Oh jadi Airy mau lanjut kuliah? Bagus dong, jurusan apa yang kamu ambil? " tanya Ustadzah Ifa.

__ADS_1


Airy memberi kode kepada Adam dengan mengedipkan mata dan melototkan matanya. Bukannya Adam takut kepada istri, mungkin memang Airy saja yang tidak ingin semua orang tahu tentang keinginannya untuk melanjutkan belajarnya lagi.


__ADS_2