
Siang berganti malam, malam berganti pagi. Begitu seterusnya di bumi ini. Pagi ini, Adam dan Ustad Zainal pergi ke perkebunan, sekalian mencari tempat untuk pembukaan cabang baru restoran Rifky. Sementara Airy, ia akan menikmati masa-masa kehamilannya di rumah. Karena keputusan untuk menunda kuliahnya sudah di setujui oleh suami tercintanya.
"Ahh bosen ini, mau ngapain ya?" Airy bergumam.
"Ah iya, pasang CCTV, biar si kampret yang jahilin usaha Lele suami, biar kelihatan tuh bisulnya. Main-main aja, cus on the way, ra kakean rewel, rewel yo loske hahaha."
Airy berjalan menuju belakang pesantren, di empang Lele milik suaminya. Ia juga memikirkan bagaimana cara, agar CCTV nya tidak terlihat jelas dan tetap bisa di pantau dari rumah.
"Alat-alat siap, fisik alhamdulillah sehat. Tangga udah ada, tinggal mikir mau di taruh dimana nya," gumam Airy.
Melihat sekeliling, memastikan sudut yang tepat agar seluruh empang masuk ke layar cctv. Ketika menemukan tempat yang cocok, segera Airy memasang cctv itu dengan sangat terampil.
"Alhamdulillah, beres juga. Lihat Mi, anak Ami ini serba bisa. Tukang tebas bisa, masalah elektronik juga menguasai, buat anak pun bisa hahahaha ya nak. Besok kita manjat bareng kalau kamu udah gede, kita mabar di atas pohon menikmati angin sepoi-sepoi." Ujar Airy.
__ADS_1
Kaki kiri Airy di rambati oleh semut, membuat pijakan nya tak seimbang, lalu ia pun tergelincir. Ia hampir terjatuh. Untung saja dengan sigap Hafiz berhasil menangkapnya. Seketika itu, jantung Hafiz berdetak sangat kencang saat melihat wajah Airy yang berseri-seri. Aura seorang ibu hamil memang berbeda seperti biasanya. Bahkan mungkin aura ibu hamil itu lebih menggoda daripada aura perawan.
"Turunkan aku, dan terimakasih telah menangkap tubuhku yang bukan mahram mu ini Kak Ale," ucap Airy dengan wajah datarnya.
Dengan perasaan canggung, Hafiz menurut kan Airy dengan pelan. Ia juga meminta maaf, sudah memandangnya terlalu berlebihan.
"Aku rasa, Kak Ale ini ada rasa sama aku. Ndak boleh terjadi ini, dosa besar, aku harus sedikit menjauh darinya. Aku wanita bersuami, biarpun dia kaka ipar ku, aku tetap ndak boleh terlalu akrab begini." Batin Airy.
"Em, aku bawa ini. Bibit lele yang kamu pesan. Kamu sendiri?"
"Pasang kaca mata." Jawab Airy.
"Hah?"
__ADS_1
"Buat apa?" tanya Hafiz heran.
"Ada deh, ya udah cepat masukkan ke kolam. Kasihan lele nya, harus belajar berenang dulu." Lawak Airy.
Hafiz tertawa mendengarnya, tepat saat itu juga, Sari melihat mereka berdua. Untung saja, Sari tidak melihat Airy pasang kamera pengawas, kalau ia melihatnya, usaha Airy sampai panjat pohon jadi sia-sia.
" Katanya cucu Ustaz, pemilik pesantren dan orang terkenal. Tapi kelakuan seperti cewek murahan, nempel sana-sini. " Gumam Sari.
" Cih, dia memang ratu drama, dengan hebat dia merebut Adam dariku, lalu menikahnya. Orang yang sangat aku cintai. Mengambil hatinya Mas Zainal, bahkan dia juga merebut hatinya Mas Hafiz sekarang, padahal mereka baru kenal,"
"Tunggu! Ini bagus untuk mengadu domba dengan Adam. Airy sendang hamil, jika dia berseteru dengan Adam, dia akan stres, lalu keguguran deh hahaha. Cerdas!!" Sambungnya.
Sari memotret kedekatan Hafiz dengan Airy saat itu. Lalu mengirimkannya kepada Adam, dengan harap hubungannya akan membaik saat ia menjadi pahlawan kesiangan untuk Adam.
__ADS_1