
"Oh ya, Terima kasih ya Raka. Lagi-lagi kamu yang selalu melindungi istriku, aku benar-benar suami yang tidak patut untuk Airy! Maafkan aku! " nampak penyesalan di wajah Adam.
"Hey, Mas Adam ini ngomong apa sih? Aku nggak papa kok, malah aku senang bisa membantu. Kebetulan aku lewat tadi, kan Mas Adam nggak bisa selalu bersama dengan Airy, jadi biarkan aku yang menjaga Airy ketika dia sedang diluar rumah." ucap Raka, dengan hati yang ikhlas hati.
Pagi itu juga Adam membawa Airy pulang ke rumah, soal motor yang mereka tinggal akan ada santri yang mengurusnya. Begitu juga dengan Sari, ia akan kembali masuk ke tahanan karena telah melakukan penganiayaan terhadap Airy.
Di kantor polisi, Sari ngotot jika dirinya juga korban penganiayaan karena telah di cekik lehernya oleh Airy. Ia juga mengatakan bahwa Rindi juga mendorongnya hingga jatuh.
"Alesan aja terus Mbak, siapa juga yang mendorong? Wong yang ndorong ke taxi juga ini orang!" ucap Rindi dengan menjuk Maureen.
"Wah enak aja! Aku dorong dia kan karena dia ndak mau masuk ke mobil tadi, jangan ngadi-ngadi kamu ya!" Maureen tidak mau kalah.
Pada akhirnya Rindi dan Maureen bertengkar sendiri, mereka saling melontarkan kesalahan dan membela diri masing-masing. Dengan pengambilan masalah yang menurut polisi hanya kesalah fahaman, akhirnya Sari tetap dibebaskan dengan catatan wajib lapor selama dua minggu.
__ADS_1
"Mana ada wajib lapor cuma dua minggu! " kesal Maureen.
"Nih orang tua harus kita basmi ini, kita harus waspada sama dia. Takutnya dia berulah lagi pada Airy! Emang dia siapa sih? " ketus Maureen.
"Nrocos aja nih mulut! Udah ayo kita ke kampus, mungkin Airy juga sudah pulang sama suaminya." Rindi mengajak Maureen untuk berangkat ke kampus.
Seminggu berlalu. Sejak saat itu, Sari tidak lagi muncul di kehidupan Adam dan Airy lagi. Tetapi, bukan berarti dia kalah dan mundur, justru ia malah semakin liar, kehausan ingin memiliki Adam semakin meningkat. Bahkan ia telah menyusun rencana untuk membuat Airy keguguran.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan bos? " tanya salah satu anak buahnya.
"Dia bisa bela diri, nggak gampang buat dia melemah. Kelemahannya ada pada suaminya, Adam! Kita harus bawa Adam, dan membuat perjanjian dengannya." ucap Sari menyeringai.
Dikamar malam itu, Airy dan Adam sedang bercerita banyak hal. Dari mulai mereka kecil hingga menikah, semuanya di ceritakan. Bahkan, tentang kenapa Airy paling malas mendengar surah Al-kautsar di telinganya.
__ADS_1
"Bukan malas sih aslinya, cuma nggak mau teringat aja gitu tentang masa lalu yang memalukan," ucap Airy.
"Emang ada apa dibalik surah itu?" tanya Adam.
"Sebenarnya, aku itu..... Ahhh nggak mau ahh, malu aku nyeritain nya," kata Airy menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
"E, eh kok malu sih? Ada apa, cerita dong. Lucu banget kalau kamu kalau saat malu, ayo cerita, " Adam membuka telapak tangan yang menutupi wajah istrinya itu.
Ceritanya, dahulu Airy ini sangat nakal sekali, jauh lebih nakal saat ia masih remaja. Dulu, ketika Airy berusia 15 tahun, ia pernah tidak sengaja mengintip santri laki-laki mandi. Hingga melihat barang pusaka yang dimiliki seorang laki-laki. Ia panik, bingung dan juga sangat gelisah, akhirnya terjatuh dari atas ternit dan jatuh ke bak mandi, kamar mandi laki-laki.
Ia dihukum dengan 5x cambukan di tangan, lalu durung selama dua minggu di kamarnya dengan ruangan gelap di siang hari. Ia juga harus mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu malam, ia juga harus melantunkan surah Al-kautsar sebanyak 100x dan setor kepada Aisyah kala itu. Bukan hanya satu dua kali, setiap Airy melanggar peraturan yang menurut keluarga fatal, ia akan dihukum melantunkan surah Al-kautsar sebanyak 100x hingga bibir Airy sakit. Bukan merasa kapok atau jera, Airy malah semakin nakal saat itu.
Ketika sudah beranjak remaja, lulus dari sekolah menambah pertama, ia sudah mulia malu dengan kisah itu. Hal itu bisa dipakai oleh Raihan atau keluarga lainnya, untuk mengancam Airy jika ia tidak menurut. Itulah kisah dibalik Surah Al-kautsar Airy.
__ADS_1