
"Kenapa jadi kita di hukum, kita 'kan melakukan kebaikan." protes Falih.
"Lagian Hamdan kan nggak ikutan, Pak Dhe. Kenapa ikut di hukum?" protes Hamdan juga.
"Bisa nggak, kalau hukuman Papa di kurangi dikit. Kita malu kalau setengah jam, 10 menit misalnya," tawar Yusuf.
"Tambah 15 menit lagi, jadi 45 menit! No debat!! Tamu sudah mau sampai!" dengus Rifky.
"Astagfirullah hal'adzim. Kalian ngapain ribut, sih! Kan jadi ditambah hukuman kita?" kesal Raihan.
Sementara Adam meratapi hukuman besok dari Mertuanya, Airy malah sedang bermanja-manjaan dengan Kakung dan Uti ya.
"Benar-benar yang di tolong tidak berperasaan," gerutu Adam.
"Kita balas besok si Airy. Pengen ku ceburin ke empang dia!" geram Raihan.
"Dia istriku, mau apa?" tantang Adam.
"Tapi dia adikku, Ustad. Aku geram sama dia, habisnya dia yang di tolong kita yang dapat hukuman! Kan nggak adil," protes Raihan.
__ADS_1
"Airy hanya boleh aku yang hukum. Sedikit saja kamu membuat lecet padanya, aku akan menyunat kamu lagi!" ucap Adam dengan menyipitkan matanya.
"Ya jangan, dong. Abis nanti masa depanku. Yo wis, aku serahin aja hukumanku sama Ustad, biar nanti aku hukum anaknya, hahaha kan masih ada Rafa sama Zahra," desis Raihan di telinga Adam.
Mendengar nama anaknya yang ingin Raihan hukum. Mereka malah saling memukul paha satu sama lain secara terus menerus bergantian. Bahkan, senggol-senggolan menggunakan lengannya seperti anak kecil.
"Lihat, mereka bilang, kita ini masih bocah. Lah mereka? Udah pada gede, yang satu Ustad, yang satu sarjana dari Jerman, kelakuan melebihi Rafa," bisik Falih.
"Adam, Raihan! Hentikan pertengkaran konyol kalian! Tamu sudah sampai di depan rumah!" bentak Rifky.
Seketika mereka langsung berhenti. Aminah dan Mayshita yang sedang bermain dengan Rafa dan Zahra pun masuk ke rumah lebih dulu, di sangka nya tamu, semua orang jadi terdiam melihat kedatangan mereka.
"Wa'alaikumsalam!"
"Kenapa pada diam? Nampak wajah kalian kecewa, ada apa?" tanya Aminah seperti tanpa dosa.
"Tamunya, mana?" tanya Leah.
"Masih di depan gerbang, Uti. Sebentar lagi juga sampai, hehehe masuk ahh.... " tanpa basa basi, Aminah dan Mayshita pun masuk.
__ADS_1
Sampailah penyambutan rombongan keluarga dari sahabat Rifky itu. Kaget, karena ternyata, yang datang keluarga Laila. Raihan paham sekali dengan gadis berjilbab kuning itu adalah kakak dari Laila, yang sering ke rumah di Jakarta dulu.
"Assalamu'alaikum," salam keluarga Laila.
"Wa'alaikumsalam!"
"Kamu, 'kan? Kakaknya Laila, bener 'kan?" tanya Raihan.
"Oh, jadi Mas Raihan yang ingin di jodohkan sama, Laila. Kenapa Laila begitu beruntung," batin Resti. Resti ini juga memiliki perasaan kepada Raihan.
"Lah, kalian udah saling kenal?" tanya Rifky.
"Laila, teman kuliahku di Jakarta. Dia juga yang merawat Rafa dulu, dan.... ada percikan api haram yang terjadi antara Abangku dan Laila," ucap Airy, dengan mengatakan haram sangat jelas kepada Raihan.
"Ember!" ketus Raihan.
"Hahaha oalah, gitu. Terus dimana Laila, Bro?" tanya Rifky kepada temannya.
"Ada di depan, sana. Dia ngotot nggak mau ikut pertemuan ini," jawab temannya itu.
__ADS_1
Kedua keluarga ini, sedang membicarakan banyak hal di dalam. Sementara Raihan, sedang keluar mencari Laila. Resti yang melihat, Raihan terus mencari Laila itu pun merasa cemburu. Apakah Resti akan menjadi jahat, karena cintanya bertepuk sebelah tangan? Bagaimana rekasi Laila, nantinya?