Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 131


__ADS_3

"Sari itu maunya apa sih, kudu gawe perkedel kok dia itu!" kesal Airy.


"Sabar Mbak Bro, sabar, lapangkan dadamu, panjangkan ususmu, Sari pasti akan menemukan karmanya kok." ucap Adam mengusap-usap dada Airy.


"Apa ini? Tangannya nakal deh, " Airy mencubit tangan Adam.


"Aw, sakit tau! Mas cium nanti loh." Goda Adam.


Hujan semakin deras, Ustad Zainal juga belum kunjung datang. Airy sudah mulai kesal tanpa memikirkan perasaan Adam. Dengan sabar, Adam membuat Airy agar tidak bosan dan mengingat jenang satunya itu. Ia pun mengajaknya bercerita, tentang masa kecilnya dan seorang kakak yang bernama Hafiz.


"Kenang sagu ku Mas, keburu kagol aku Mas," rengek Airy.


"Sabar ya sayang, Mas Zainal pasti segera datang kok. Gimana kalau Mas ceritain masa kecil Mas aja? " rayu Adam.

__ADS_1


"Mau cerita yang gimana? Keknya udah semua diceritain deh, " ucap Airy dengan tatapan tak percaya.


Adam pun menceritakan tentang siapa Hafiz, dan bagaimana ia pergi dari pesantren. Airy pun kaget mendengarnya, sebelumnya tidak ada yang menceritakan kepadanya siapa itu Hafiz, dan berapa jumlah saudara dari suaminya itu. Yang Airy tahu, suami Airy hanyalah dia bersaudara, Ustad Zainal dan Adam saja.


"Mas Hafiz? Siapa dia? " tanya Airy.


"Dia adalah Masku, kakak dari Mas Zainal. Anak sulung," jawab Adam.


"Kok aku nggak pernah tau sih? Ndak pernah dengar kabar juga, memangnya dia kemana? " tanya Airy semakin penasaran.


Kisahnya sudah terjadi sekitar 8 tahun lalu, dimana Hafiz dan Kyai Besar berselisih faham. Hafiz ini adalah seorang kakak yang bijaksana, tanggung jawab dan juga penyayang kepada kedua adiknya. Akan tetapi ia tidak pernah akur dengan Kyai Besar, karena ada seseorang yang pernah menghasut nya untuk membenci Kyai Besar.


"Emang Mas Hafis pergi kemana?" tanya Airy.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau sih yang pastinya dimana. Tapi, saat pernikahan kita waktu itu, dia sempat mengucapkan selamat dan mendoakan kita. Tapi nggak tau sekarang dia dimana, " jelas Adam.


"Kok nggak ada fotonya sih dirumah? Kenapa? Kalian berdua juga ada selisih dengannya?" tanya Airy.


"Dia kakak yang sempurna untuk kami. Dia sangat baik, seperti kasih sayang Ami kepada Om Abang, dan Pak Lek kembar." Ucap Adam penuh dengan kelembutan.


Ketika Airy mulai teringat akan Ami nya, ponsel Asam pun berdering, ternyata Ustad Zainal sudah sampai di depan ruangan. Karena jam besuk telah habis, Adam pun yang memilih untuk keluar sebentar menerima jenang sagu permintaan Airy.


"Mas, sekalian beli martabak dong, pengen yang coklat ya, hehehe," pinta Airy dengan nada manja.


"Siap sayangku, Assalamu'alaikum." Adam mengecup kening Airy.


Sambil menunggu Adam kembali, Airy pun melanjutkan bermain game nya. Kebetulan sekali mereka masih membawa ponsel yang bukan miliknya sendiri. Berawal dengan kata iseng, Airy jadi membuka-buka ponsel Adam sampai ke galeri dan semua catatannya.

__ADS_1


"Maafkan aku ya Ma, berdosa ini aku. Tapi penasaran banget," ucap Airy salam hati.


__ADS_2