Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 38


__ADS_3

"Aduh, kepentok kan nih kaki, kok baru kali ini ya ngrasain sakit kepentok kaki," gerutu Airy.


"Lain kali, kalau kepentok, kena musibah. Ucap Astaghfirullah hal'adzim, Subhanallah, atau Innalillah. Nggak baik menggerutu seperti itu." Kata Adam dengam senyuman.


"Ustad nggak tau aja, ini pertama kalinya aku merasakan sakit kepentok, atau kena sesuatu," ucap Airy.


"Memang selama ini, kamu nggak pernah merasakan sakit?" tanya Adam.


"Sejauh ini aku masih pendekar wani perih Ustad," jawab Airy.


"Kalian ngapain sih ribut-ribut di depan kamar. Ayo Ustad, nggak usah hiraukan dia!" Kata Raihan merangkul Adam.


"Sejak kapan mereka jadi akrab banget gitu, hemm lihat saja nanti, bagaimana Airy akan bertindak!" kata Airy dalam hati.


Sesuai dengan aturan Aisyah, diam ketika makan. Mereka semua sahur dengan sangat tenang, yang mewarisi sifat Aisyah adalah Yusuf, ia sama persis dengan Aisyah, tetapi, bijakasanya Yusuf menurun dari Rifky juga.


Menunggu adzan subuh, Airy duduk manis di sofa ruang tamu. Bermain game online juga kegemaran Airy saat dirumah. Melihat Airy sedang asik sendiri, Adam pun menghampirinya.


"Assallamu'alaikum warohmatullahi wabbarokatuh, boleh duduk disini?" tanya Adam.

__ADS_1


"Wa'alaikum sallam, duduk saja. *** di depan aku ya, jangan di sampingku. Ndak baik hehe belum jadi mahrmnya." tegas Airy.


"Bagaimana kalau kita menikah di pertengahan ramdhan?" sontak pertanyaan Adam membuat Airy terkejut, bahkan ponsel Airy hingga terjatuh.


"Menikah? Pernikahan? Pertengahan Ramadhan? Secepat itu? Tapi kan aku ndak tek dung duluan Ustad, kenapa secepat itu sih?" tanya Airy gugup.


"Tunggu! Aku gugup? Umm seumur-umur baru kali ini aku gugup, kenapa jantungku juga berdetak gini, nggak enak rasanya," batin Airy.


"Airy? Aku hanya usul saja, semua keutusan ada di tanganmu, aku hanya tidak ingin menambah banyak dosa dalam hubungan ini Airy. Tapi,......"


Allahu Akbar... Allahu Akbar...


Dijalan, di mushola, bahkan di kamarpun Airy terus saja memikirkan lamaran Adam sebelum subuh tadi.


"Aggggghhh gemes banget aku.....! Aku bingung, aku mau nikah dengan Ustad Adam, tapi nggak secepat itu juga lah, tapi..... aghh!" kebimbangan Airy membuat ia menjadi mengurung diri seharian dirumah.


Siang itu Adam berpamitan ingin kembali ke Pesantren dengan Raihan. Hati Airy menjadi gundah, ingin sekali Airy pulang ke pesantren bersama Adam dan Raihan, tetapi hatiny masih gundah.


10 menit kemudia........

__ADS_1


"Tunggu! Aku ikut!" teriak Airy dari dalam rumah.


"Lah katanya minta Papa sama Ami yang ngantar?" tanya Rifky.


"Iya nih, gimana sih kamu?" tanya Aisyah.


"Papa sama Ami jangan tanya itu lagi, Airy pamit. Assallamu'alaikum!" Airy menyalami tangan kedua orangtuanya.


Memilih naik bus adalah kriteria sederhana dari Raihan, Raihan duduk di tengah-tengah antara Airy dan Adam. Raihan juga bingung dengam sikap Adam dan Airy yang saling berdiam diri itu sejak pagi.


"Kalian lagi berantem?" tanya Raihan.


Adam dan Airy hanya menggelengkan kepalanya.


"Lah? Lha terus kenapa kalian saling diam gitu, heran deh." kata Raihan.


Ingin sekali Adam berbicara dengan Airy tentang dirinya. Tentang masa lalunya, dan juga tentang rahasia yang Adam miliki, Airy belum mengetahui segalanya.


Dulu, hanya Rindi yang mengetahui rahasia itu, itupun karena Rindi mencari tahu dengan akal bulusnya yang dulu. Akan kah Airy akan menerima lamaran Adam? Dan menerima masa lalu Adam?.

__ADS_1


__ADS_2