Perfect Paradise

Perfect Paradise
Bab. 85


__ADS_3

Malam telah tiba, di rumah Airy, ada adik kecilnya, anak dari Ceasy dan Kabir. Ia sudah kelelahan mengurus bayi itu seharian, dan Rifky masih memintanya untuk mengurusnya malam itu.


"Pa, yang bener aja dong, aku mana mampu ah, ngurusin bayi mulu, lelah hayati Abaaang. Sekali-kali boleh lah, tapi malam ini, aku mau istirahat oke? " keluh Airy.


"Ya mau gimana lagi dong, belum ada yang punya waktu luang buat ngurus bayi ini. Lagian kan dia nggak pernah rewel, itung-itung buat belajar kamu lah rawat anak. " kata Rifky.


"Aku mau kuliah dulu, nanti-nanti punya anaknya. Lagian aku masih terlalu dini untuk hamil dulu Pa, udah ya, Assalamu'alaikum, ayo Ustad." kata Airy menarik tangan Adam masuk kekamar.


Karena memang Rifky tak bisa mengurusnya sendiri, akhirnya ia menelfon Balqis untuk merawatnya terlebih dahulu. Hari ini Aisyah ada seminar sebentar, jadi tidak bisa mengurus bayi itu.


Dikamar, Airy segera rapi-rapi dan berdoa untuk tidur, Adam hanya melirik saja, ia melanjutkan membaca bukunya. Mau berkutik bagaimana pun Adam tidak enak jika itu dirumah Airy, jadi ia mending memilih untuk diam saja.


"Baca buku terus! Buku apa sih yang dibaca, sehingga mengabaikanku begitu saja! Dianggurin lagi! "kesal Airy sambil melihat sampul buku itu.


"Musafir? Ustad baca ginian buat apa? " tanya Airy.


"Nambah ilmu dong, buat apa lagi. Buku itu kan jendela dunia, semakin banyak kita membaca buku, semakin banyak pula ilmu kita. Mau baca? " ucap Adam menyodorkan bukunya.

__ADS_1


"Enggak ah, aku mau nya di perhatikan, bukan membaca! " kode.


"Emm gitu? Maaf. Hari ini aku capek sekali! " Goda Adam.


"Apa! "


"Awas aja kalau minta, aku akan pites Ustad sok cool ini sampai benyek-benyek, kek tempe geprek. Ahhh geramnya aku, pengen gigit lesung di pipinya itu, lesung nya sangat menghinaku!" kata Airy dalam hati.


"Kalau memang suka sama lesungku, bilang aja langsung, nggak usah pura-pura kesal gitu." tutur Adam.


Airy langsung menyelimuti dirinya menggunakan selimut, ia bingung, bagaimana bisa Adam mengetahui isi hatinya.


"Woy pelanggaran! " kata Airy langsung menahan kening Adam.


Sadar jika itu tidak sopan, Airy langsung menarik tangannya. Bibirnya menjadi komat kamit, tangannya terus saja bergerak, ingin minta maaf, tapi memang tidak sengaja. Jika tetap diam, pasti Adam bakal marah.


"Maaf." ucap Airy lirih.

__ADS_1


"Nggak denger," goda Adam.


"Maaf," ucap Airy agak keras.


Law kana bainanal habib Ladanal-qasi wal-qarib Min thoibatin .............


Adam bersholawat....


"Maaf! Puas, goda aja teross, goda aja, goda! Kesel deh, gitu amat jadi suami, aku kan malu digodain terus, " kata Airy bicara dengan mulut bisa dikuncir.


Adam langsung memeluknya, ia juga mencium pipi Airy dengan lembut, membisikkan kata-kata romantis berbahasa Arab. Bahkan terus saja memuji istri kecilnya itu dengan kata-kata yang menyentuh hati.


Gemas dengan suara Adam yang lembut, Airy mengigit telinga Adam, lalu meniupnya dengan perlahan. Membuat Adam geli, dan tambah mengeratkan pelukannya. (Buat pasutri, silahkan dipraktikan..)


"Udah mulai nakal nih? " bisik Adam.


"Emm aku memang nakal dari dulu, Ustad ini yang sudah mulai berani, dan bukan pemalu lagi. Ketegasan dan wibawa Ustad hilang kalau udah didekat aku sekarang. " bisik Airy di telinga Adam.

__ADS_1


Adam memberi kode itu lagi, kali ini Airy tidak menolaknya. Ia akan melayaninya dengan sepenuh hati, seperti yang sudah beberapa waktu lalu di ceramahi habis-habisan oleh Fatim.


__ADS_2