
Berkali-kali Airy menelfon Adam, tetap saja tidak ada respon dari Adam. Airy pun merebahkan tubuhnya, kemudian on the way ke alam mimpi. Tidak terasa Airy tertidur hingga waktu sholat dzuhur, ia terbangun karena mendapat telfon dari Adam.
"Assalamu'alaikum, bidadariku lagi apa? Kenapa tadi telfon sekian banyak kali? Ada hal penting? Atau ada apa-apa?" tanya Adam sedikit panik.
"Wa'alaikumsalam, enggak kok Mas, tadi ada tamu yang nyariin Mas aja, nggak ada hal penting kok," ternyata Airy masih merahasiakan soal kenalnya dirinya dengan Hafiz.
Sampai sore hari, Adam belum pulang juga. Airy berangkat ke masjidnya menjadi sendirian, beberapa santri lama sudah mengenali siapa Hafiz ini. Begitu juga dengan Rindi dan Ustadzah Ifa.
__ADS_1
"Kamu udah kenalan belum sama Mas Hafiz? Dia kakak kandungnya dari Mas Adam sama Ustad Zainal juga, ganteng juga kan? " Tanya Rindi girang.
"Oh, udah lihat gini, tau namanya juga kan? Berarti nggak perlu kenalan lagi dong," Airy hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Rindi.
"Airy kenapa ya? Tumben dia dingin banget sama laki-laki sekarang, padahal Suami, Kakak, Adik dan Papanya juga laki-laki. Ada yang mencurigakan ini." Gumam Rindi dalam hati.
Setelah sholat Ashar, pada santri dan santriwati melanjutkan untuk mengaji. Terutama Airy, sore ini ia juga mengikuti mengaji bersama dengan para santriwati di masjid. Tidak sengaja Hafiz mendengar suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Airy. Hafiz merasa terpesona oleh suara Airy yang merdu itu. Apakah Hafiz akan jatuh cinta dengan adik iparnya sendiri?
__ADS_1
Sambil menunggu adzan Maghrib, Airy masih saja ada di dalam masjid bersama santriwati yang masuk dalam kategori anak-anak. Airy sangat jenuh jika dirumah sendirian, akhirnya ia pun malah berkumpul dengan santriwati kecil di Masjid. Airy menceritakan banyak hal kepada santriwati itu, yaitu tentang kisah-kisah para Nabi yang ia ketahui, bahkan ia juga menceritakan hal indah saat ia masih kecil bersama Ami nya.
Sambil mendengarkan Airy mendongeng para santriwati kecil itu, Hafiz tak henti-hentinya tersenyum, bahkan sesekali mencuri-curi pandang dengan Airy. Mungkin Hafiz tergoda oleh kelucuan, keunikan, dan kepolosan Airy yang mampu menarik daya tarik kaum Adam. Namun, di sisi lain Ia juga sadar kalau tatapannya itu salah, Airy adalah adik iparnya.
Sebelum adzan berkumandang, ternyata Adam pun menyusul istrinya ke masjid. Ia mendengar dari Ustadzah Ifa jika Airy sedang ada di masjid dan juga menceritakan tentang pulangnya Hafiz ke pesantren.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Mas Zainal, Mas Hafiz juga udah sampai? Kapan Mas sampai sini? "tanya Adam terlihat sangat bahagia sambil menyalami mereka berdua.
__ADS_1
" Tadi jam sembilan sih. Pas Mas kembali lagi dari makam, katanya kamu sama istrimu sudah pulang dari rumah sakit. Eh, pas bertamu, mau ketemu sama adikku yang dingin ini, malah kamu nya nggak ada. Nggak kangen nih sama Mas?" goda Hafiz mbulet.
Karena sudah memasuki waktu maghrib, adzan maghrib berkumandang. Mereka pun bersiap-siap untuk sholat magrib berjama'ah. Setelah sholat maghrib usai, Airy merasa tidak enak badan, lalu ia pun mengajak Adam untuk pulang ke rumah terlebih dahulu untuk menemaninya istirahat. Airy terlihat sangat manja sekali ketika mengajak Adam pulang di depan Hafiz dan juga Ustad Zainal. Entah kenapa Airy selalu merasa jika kehadiran Hafiz itu akan mengganggu rumah tangganya. Semoga saja ini hanya perasaannya saja.